Bukan hanya
Anda, saya pun sebelumnya bertanya dalam hati: apa rahasia Jokowi
menjadi pemenang Pilgub DKI Jakarta 2012, pula bintangnya berkilau di
semesta politik tanah air? Mengambil tamsil benda-benda angkasa luar,
Jokowi bukan hanya senoktah bintang berkilau, namun kemunculannya
laksana sebuah meteor mengagetkan penduduk bumi (Indonesia) yang sekian
ribu tahun tidak melihat benda itu mengorbit.
Banyak
pengamat menilai faktor utama kemenangan Jokowi bertumpu pada figur yang
mengedepankan integritas dan reputasi. Lebih spesifik lagi, Jokowi
dinilai dari rekam jejaknya yang cukup fenomenal dan membumi selama ia
menjabat Walikota Solo Jawa Tengah. Sedangkan faktor-faktor lain di luar
figuritas merupakan pelengkap atau pengisi celah-celah kekurangan di
luar figur.
Ternyata,
rahasia Jokowi sehingga menjadi pribadi yang kita kenal selama ini tidak
jauh dari persoalan figur yang melingkupinya. Jarang publik ketahui
bahwa sebelum menjadi Walikota Solo, Jokowi selama 15 tahun rutin melakukan ‘Puasa Nabi Daud’ dan ‘Puasa Senin-Kamis‘!
Informasi soal ini saya dapatkan dari sahabat saya, Ibu Rantini, yang
juga sahabat dekat Jokowi dan tinggal di Jl. Pondok Sari Raya Kalisari
Pasar Rebo Jakarta Timur.
Puasa Nabi
Daud adalah berpuasa sehari dan berbuka sehari. Dari Hadits Riwayat
Bukhari dan Muslim yang pernah saya baca, Puasa Nabi Daud merupakan
amalan sunah yang paling utama. Bagi mereka yang tirakat puasa ini, maka
dia tidak takut tatkkala menghadapi musuh. Dalam hidup dan kehidupan,
yang mengamalkannya dalam tarikan nafas dan ayunan langkah hanya
mengharap ridho Allah semata. Inna Sholati Wanusuki Wamahyaya Wamamati Lillahi Robbil ‘aalamiin (Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Alloh Tuhan semesta alam).
Itulah
sebabnya, di Solo dan Jakarta tempo hari, Jokowi terkesan melabrak
aturan-aturan protokoler dan jadwal tim sukses. ‘Blusukan’ ke sana ke
sini. Menemui warga di gang-gang sempit dan kumuh dan sebagainya.
Sekonyong-konyong ia sudah ada di suatu tempat tertentu. Bergandengan
dengan itu, ada anekdot menggelitik dari seorang teman yang mengatakan
bahwa hanya Jokowi dan Tuhan saja yang tahu kemana ia akan melangkah.
Orang dengan
internalisasi nilai spiritual tinggi seperti Jokowi itu, tidak takut
jika kemana-mana sendirian. Tidak pula gentar menghadapi tantangan berat
menghadang. Pula tidak panik jika diserang isu-isu tidak benar mengenai
dirinya. Lantaran apa yang ia lakukan, semata-mata hanya mengharap
ridho-Nya.
Pengejawantahan
dari ‘laku’ Puasa Nabi Daud dan Puasa Senin-Kamis sekian lama tersebut,
membentuk pribadi Jokowi yang tenang, sabar, jujur, amanah, dapat
dipercaya, tawadhu’ (rendah hati), tidak ragu-ragu mengambil
keputusan, berani dan semacamnya. Jika Anda diloby oleh tipe orang
semacam itu, sekeras apapun hati niscaya akan luluh karenanya.
Melakukan
tirakat atau ‘laku’ Puasa Nabi Daud dan Puasa Senin Kamis Jokowi selama
15 tahun sebelum ia dipilih rakyat menjadi Walikota Solo bukanlah amalan
mudah. Tidak setiap orang mampu melakukannya. Namun demikian, hasil
jerih payah menempa diri sekeras itu jelas sangat berfaedah. Darinya
akan membentuk jasmani dan rohani yang tahan banting menghadapi
tantangan jaman.
Mudah-mudahan
secuil rahasia Jokowi yang jarang diketahui publik dimaksud akan
menjadi teladan bagi generasi muda yang akan menapaki medan politik, dan
medan pengabdian lainnya di negeri ini….
