Jaz Merah, jangan Lupakan Sejarah, Semenjak mendapat pengakuan UNESCO, pemerintah lalu menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional melalui Keputusan Presiden Nomor 33 Tahun 2009. Presiden Indonesia kala itu, Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi menetapkan Hari Batik Nasional sebagai wujud rasa syukur dan mendorong masyarakat agar terus mengembangkan batik nasional. Penetapan Hari Batik Nasional juga sebagai usaha pemerintah dalam meningkatkan martabat bangsa Indonesia dan citra positif indonesia di mata internasional. Karena pengakuan terhadap batik sebagai warisan leluhur bangsa indonesia sama hal nya dengan pengakuan dunia internasional terhadap budaya Indonesia. Selain itu, adalah untuk menumbuhkan dan mengembangkan kecintaan dan rasa bangga masyarakat Indonesia terhadap Batik.mari nguri- nguri Kabudayaan Otentik Indonesia IMMawan/ti.
Selayang Pandang dari Prof. Dr. Mansur Surya Negara.
Tapi para WALI dan ULAMA-lah yang menjadikan Bangsa Indonesia, SADAR BERBUSANA. Dan di awal abad ke-20 pelopor pembangkit kecintaan SANDANG PRIBUMI adalah HADJI SAMANHOEDI pendiri SJARIKST DAGANG ISLAM, 16 OKTOBER 1905.Dan Gerakan Pembusanaan Umat Islam sbg Mayoritas, dirayakan pada Hari Lahir Manusia, IDUL FITRI SATU SYAWWAL. Di saat ini, RAMADHAN, terlihat aktivitas Membeli Busana Baru. Walau sekarang beda Busana pilihannya. Pertanyaan, mengapa Hari Batik ditetapkan 2 Oktober. Tidakkah ketika SANDANG PRIBUMI ini mulai tergusur oleh Sandang dari Luar dan mengalami kesukaran memproduksinya, maka HADJI SAMANHOEDI dari Laweyan Solo, melalui SJARIKAT DAGANG ISLAM - SDI, 16 OKTOBER 1905, membangkitkan Produksi dan Memasarkan BATIK.BATIK nama ini semula sbg Ringkasan Inti Al Quran. Dengan disimbolkan: Inti Al Quran adalah Al Fatihah. Inti Al Fatihah adalah Bismillahirrahmanirrahim. Inti Bismillah adalah Huruf Ba, terdiri dari Garis Panjang. Di bawahnya ada Titik. Dari sinilah Huruf Ba dan Titik ini dijadikan Nama SANDANG PRIBUMI, BATIK. "Masyarakat Bawah" masih belum memahami ajaran Islam, belum bisa membaca Doa dgn Bahasa Al Quran atau Bahasa Arab. Termasuk kewajiban Berbusana guna menutupi Auratnya. Dan ketika Berbusana harus Berdoa.Bahan Busana Bergambar Abstrak Dedaunan atau gambar Burung dlm bentuk miring dan diberi nama BATIK. Mengapa ? Para WALI SONGO ketika melihat "masyarakat bawah" masih banyak yang belum mengenakan Busana dan hanya tertutupi sebagian badannya dengan Dedaunan, maka diciptakan Bahan Sandang dengan gambar Dedaunan atau Binatang Burung dalam bentuk Satu Dimensi. Oleh : Prof. Ahmad Mansur SuryanegaraMENGAPA DITETAPKAN 2 OKTOBER BUKAN 16 OKTOBER.HARI BATIK NASIONAL
Selayang Pandang dari Prof. Dr. Mansur Surya Negara.
Tapi para WALI dan ULAMA-lah yang menjadikan Bangsa Indonesia, SADAR BERBUSANA. Dan di awal abad ke-20 pelopor pembangkit kecintaan SANDANG PRIBUMI adalah HADJI SAMANHOEDI pendiri SJARIKST DAGANG ISLAM, 16 OKTOBER 1905.Dan Gerakan Pembusanaan Umat Islam sbg Mayoritas, dirayakan pada Hari Lahir Manusia, IDUL FITRI SATU SYAWWAL. Di saat ini, RAMADHAN, terlihat aktivitas Membeli Busana Baru. Walau sekarang beda Busana pilihannya. Pertanyaan, mengapa Hari Batik ditetapkan 2 Oktober. Tidakkah ketika SANDANG PRIBUMI ini mulai tergusur oleh Sandang dari Luar dan mengalami kesukaran memproduksinya, maka HADJI SAMANHOEDI dari Laweyan Solo, melalui SJARIKAT DAGANG ISLAM - SDI, 16 OKTOBER 1905, membangkitkan Produksi dan Memasarkan BATIK.BATIK nama ini semula sbg Ringkasan Inti Al Quran. Dengan disimbolkan: Inti Al Quran adalah Al Fatihah. Inti Al Fatihah adalah Bismillahirrahmanirrahim. Inti Bismillah adalah Huruf Ba, terdiri dari Garis Panjang. Di bawahnya ada Titik. Dari sinilah Huruf Ba dan Titik ini dijadikan Nama SANDANG PRIBUMI, BATIK. "Masyarakat Bawah" masih belum memahami ajaran Islam, belum bisa membaca Doa dgn Bahasa Al Quran atau Bahasa Arab. Termasuk kewajiban Berbusana guna menutupi Auratnya. Dan ketika Berbusana harus Berdoa.Bahan Busana Bergambar Abstrak Dedaunan atau gambar Burung dlm bentuk miring dan diberi nama BATIK. Mengapa ? Para WALI SONGO ketika melihat "masyarakat bawah" masih banyak yang belum mengenakan Busana dan hanya tertutupi sebagian badannya dengan Dedaunan, maka diciptakan Bahan Sandang dengan gambar Dedaunan atau Binatang Burung dalam bentuk Satu Dimensi. Oleh : Prof. Ahmad Mansur SuryanegaraMENGAPA DITETAPKAN 2 OKTOBER BUKAN 16 OKTOBER.HARI BATIK NASIONAL