Minggu, 18 November 2018

‌Milad Muhammadiyah ke 106 18 November 1912 - 18 November 2018 [ Ta'awun untuk Negeri]

# Al Maidah Ayat 2 Spirit Milad Kali ini, Wataawanu Alal birri wattaqwa, Wala ta'awanu Alal ismi Wal Udwan,
# unsur Akhoka Dzoliman au Madzluman..
# Aku bukanlah Kh.Ahmad Dahlan Pendobrak Zaman,
#Peletak dasar Modernisasi, Organisasi  Besar Persyarikatan Muhammadiyah Dan tertip,
#Hari ini yang Kita tahu melebihi Korporasi yang tersistematisasi Dengan Nilai - Nilai keagamaan sekaligus Amal- Amal Sosial yang Tak diragukan lagi Kontribusinya bagi Negeri ini bahkan Dunia, Sebut Saja Pendidikan ! kesehatan ! panti asuhan Hingga  Ekonomi Dan sektor-sektor Strategis Lainnya !!!
#Sudahkah Kita !? Meneladaninya?
#Kita butuh Sosok Berpengaruh Besar Cerdas. Pintar, piawai mampu membaca semangat Zaman Kedepan melampui Batas- batas .
#Istrinya Pun Tak Kalah Kontributif dalam menegakkan Perjuangannya, yakin Seribu Yakin Kecerdasan Nyai Siti Bariyahpun, Nyai Siti Walidahpun TOP MARTOP Jenius & Ke IBUAN 
#Apalagi KH. Ahmad Dahlan ULAMA Khatismatik keraton Kasunanan Yogyakarta Pemahaman Keagamaannya Selesai pada dirinya Dan Urusan Keluarganya Hatta Persoalan Ekonomi, 
# maka Fokusnya adalah Membangun Dan Membangkitkan  UMAT ! Dan pastinya melalui Pengorbanan!! tiada perjuangan tanpa Pengorbanan !!
#I LOVE FULLY Muhammadiyah & Kh. Ahmad Dahlan Dan Seluruh mereka-mereka yang telah mengabdikan dirinya Untuk Persyarikatan Dan Bangsanya Selama ini.
Surakarta, Ahad 18 November 2018
Ahmad Zia Khakim















Jumat, 09 November 2018

Abang Becak : True Hero : Pahlawan Sesungguhnya











Tak  Berlebihan Layaknya Bung Tomo, aku Hanya mampu Memiliki Keperbihakan & kepeduliaan kepada Abang- Abang Becak, Semoga selalu dikaruniai Kemerdekaan Keluarga besar bpk2, [ Wama Min daabatin Ila Alallahi Rizkuha] Dan tidaklah Lalat/nyamuk/dll, Telah Ku jamin Rezekinya, Teruslah memupuk investasi ilmu Akhirat sembari Usaha jalan Terus sebagai tukang Becak, Tak usah hiraukan Grab, gojek dkk, jatah rezeki sudah Ada yang atur, merekalah Pahlawan Keluarga mereka yang sesungguhnya, tiap Hari melawan panasnya terik panas, Dan guyuran hujan, semoga semangat menerobos batas waktu demi menafkahi sanak Keluarga Family, menjadi catatan Jariyah bapak- bapak sedanten. Kalianlah Pahlawan Zaman Now Abang2 Tukang Becak, (pekerjaan yang Sangat amat Mulia)

Dan akhirnya Mari sejenak Kita Refleksi wahai para Nitizen serta para pembaca Blogspot yang Budiman  :
Dengan Pidato Bung Tomo sukses membakar semangat pejuang Indonesia, khususnya Surabaya dalam pertempuran yang kini dikenal sebagai Hari Pahlawan, 10 November.
'Merdeka atau Mati!" adalah pekikan heroik Bung Tomo sudah tak asing lagi bagi masyarakat khususnya masyarakat Surabaya.
Nah, apa isi pidato Bung Tomo yang berhasil membakar semangat pejuang untuk melawan penjajah pada 10 November?
Pekikan heroik Bung Tomo berupa Merdeka atau Mati menjadi ikonik pertempuran di Surabaya.
Pertempuran Surabaya menjadi perang terbesar dan terberat dalam sejarah revolusi nasional Indonesia, pasca Indonesia menyatakan kemerdekaannya.
Hari Pahlawan Nasional yang jatuh pada 10 November diperingati untuk mengenang jasa mereka yang telah berjuang memperebutkan Kemerdekaan Indonesia.
Pertempuran 10 November di Surabaya pun tak lepas dari sosok Bung Tomo.
Bung Tomo yang merupakan pahlawan Nasional membakar semangat para pejuang kala itu.
Suaranya yang lantang menjadi ciri khas dari Bung Tomo.
Berikut isi pidatonya!

Bismillahirrahmanirrahim

Merdeka!!!
Saoedara-saoedara ra’jat djelata di seloeroeh Indonesia,
teroetama, saoedara-saoedara pendoedoek kota Soerabaja
Kita semoeanja telah mengetahoei bahwa hari ini tentara Inggris telah menjebarkan pamflet-pamflet jang memberikan soeatoe antjaman kepada kita semoea.
Kita diwadjibkan oentoek dalam waktoe jang mereka tentoekan, menjerahkan sendjata-sendjata jang kita reboet dari tentara djepang.
Mereka telah minta supaja kita datang pada mereka itoe dengan mengangkat tangan.
Mereka telah minta supaja kita semoea datang kepada mereka itoe dengan membawa bendera poetih tanda menjerah kepada mereka.
Saoedara-saoedara,
didalam pertempoeran-pertempoeran jang lampaoe, kita sekalian telah menundjukkan bahwa
ra’jat Indonesia di Soerabaja
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Maloekoe,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Soelawesi,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Poelaoe Bali,
pemoeda-pemoeda jang berasal dari Kalimantan,
pemoeda-pemoeda dari seloeroeh Soematera,
pemoeda Atjeh, pemoeda Tapanoeli & seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini,
didalam pasoekan-pasoekan mereka masing-masing dengan pasoekan-pasoekan ra’jat jang dibentuk di kampoeng-kampoeng,
telah menoenjoekkan satoe pertahanan jang tidak bisa didjebol,
telah menoenjoekkan satoe kekoeatan sehingga mereka itoe terdjepit di mana-mana Hanja karena taktik jang litjik daripada mereka itoe, saoedara-saoedara
Dengan mendatangkan presiden & pemimpin-pemimpin lainnja ke Soerabaja ini, maka kita toendoek oentoek menghentikan pertempoeran.
Tetapi pada masa itoe mereka telah memperkoeat diri, dan setelah koeat sekarang inilah keadaannja.
Saoedara-saoedara, kita semuanja, kita bangsa Indonesia jang ada di Soerabaja ini akan menerima tantangan tentara Inggris ini.
Dan kalaoe pimpinan tentara Inggris jang ada di Soerabaja ingin mendengarkan djawaban ra’jat Indonesia,
ingin mendengarkan djawaban seloeroeh pemoeda Indonesia jang ada di Soerabaja ini
Dengarkanlah ini hai tentara Inggris,
ini djawaban ra’jat Soerabaja
ini djawaban pemoeda Indonesia kepada kaoe sekalian
Hai tentara Inggris!,
kaoe menghendaki bahwa kita ini akan membawa bendera poetih takloek kepadamoe,
menjuruh kita mengangkat tangan datang kepadamoe,
kaoe menjoeroeh kita membawa sendjata-sendjata jang kita rampas dari djepang oentoek diserahkan kepadamoe
Toentoetan itoe walaoepoen kita tahoe bahwa kaoe sekalian akan mengantjam kita oentoek menggempoer kita dengan seloeroeh kekoeatan jang ada,
Tetapi inilah djawaban kita:
Selama banteng-banteng Indonesia masih mempoenjai darah merah jang dapat membikin setjarik kain poetih mendjadi merah & putih,
maka selama itoe tidak akan kita maoe menjerah kepada siapapoen djuga!
Saoedara-saoedara ra’jat Soerabaja,
siaplah keadaan genting
tetapi saja peringatkan sekali lagi, djangan moelai menembak,
baroe kalaoe kita ditembak, maka kita akan ganti menjerang mereka itu.
Kita toendjoekkan bahwa kita adalah benar-benar orang jang ingin merdeka.
Dan oentoek kita, saoedara-saoedara, lebih baik kita hantjur leboer daripada tidak merdeka.
Sembojan kita tetap: MERDEKA atau MATI.
Dan kita jakin, saoedara-saoedara,
pada akhirnja pastilah kemenangan akan djatuh ke tangan kita
sebab Allah selaloe berada di pihak jang benar
pertjajalah saoedara-saoedara,
Toehan akan melindungi kita sekalian
Allahu Akbar..! Allahu Akbar..! Allahu Akbar…!
MERDEKA!!!

Sengketa Pilpres 2024 di Ajukan di Mahkamah Konstitusi

  Foto Hanya Pemanis 😁 With Prof. Dr. Arief Hidayat , SH, M.S. salah satu Hakim Mahkamah Konstitusi RI Dalil permohonan kecurangan pilpres ...