Sabtu, 25 Mei 2019

kado untukmu yang gugur dalam Demokrasi oleh A Zia Khakim.


#Malamku kini tidak seperti biasanya,
era Informasi kian menenggelamkan siapa saja dan larut didalamnya, sejenak ku berhenti mengaji dimalam i'tikaf ganjil,

#bergugurannya para penyelenggara pemilu peristiwa yang amat melegenda,
#para demonstran di kala perjuangkan transparansi keadilan yang mereka inginkan,

#keadaan memanglah tidak memberinya angin segar untuk mereka yang rindukan kejujuran dan kebenaran.


#mereka hendak meratapi nasib bangsa ini.
#mereka hendak memikirkan nasib anak cucu bangsa ini.
#terlepas praktis, pragmatis sikapi politik, tapi ku pastikan niat mereka adalah "baik"


(hargailah,
hormatilah,
semua dijamin oleh Konstitusi.)


jangan saling cerca,
saling bercerai berai "berlebihan"
kita tetap satu jua.

"Calm Down" KRITISI Kebijakan yang menyengsarakan antipati Kesejahteraan"

#kita tetap dalam bingkai NKRI.


#keutuhan tetaplah keutuhan
#namun bila kedjazliman dipertontonkan harus di LAWAN.!
tidak ada kata lainnya !

#tetaplah jadi insan poejuang dikala riuh Ramadhan membersamai kita!

#Abadi Perjuangan !


Uni Eropa, 21 Ramadhan 1440 H.

Picture bersama sastrawan penulis, kelas dunia
Soesilo Toer adik dari Pramudya Ananta Toer
Lahir dari kota Blora kota yang indah  kota yang melahirkan banyak tokoh

Eko Prasetyo Penulis kritikus, penulis produktif buku2nya sangat digandrungi aktivis kekinian. Pemikirannya yang membongkar.
Beliau  adalah pegiat Sosial Movement institute.

A zia Kh, Presiden 2044 he.he..

Sengketa Pilpres 2024 di Ajukan di Mahkamah Konstitusi

  Foto Hanya Pemanis 😁 With Prof. Dr. Arief Hidayat , SH, M.S. salah satu Hakim Mahkamah Konstitusi RI Dalil permohonan kecurangan pilpres ...