Jumat, 15 Agustus 2014

BUku 1 c

BUKU 1 b




Self Support untuk Negeriku tercinta Indonesia

 Bagian 1
 Bicara Masalah pendidikan

Sekarang begitu  bergejolak budaya barat yang sudah mulai meracuni  pola Pikir, bahkan sudah menjadi suatu hal yang biasa dikalangan masyarakat Indonesia saat ini,  tingkah laku seorang muslim yang bernuansa kekanak – kanakan  alias kurang dewasa didalam menghadapi dan menyikapi kehidupan yang menglobalisasi,  coba kita perhatikan apa yang  terjadi? Kita sudah tidak memperdulikan anak – anak kita kelak supaya mendapatkan kesuksesan didunia serta diakhirat,  sekarang kebanyakan para orang tua befikiran, yang prakmatis alias didunia saja,  yang terpenting  mempunyai gengsi didepan,  kayalah, terkenallah, dipuji – pujilah, apakah itu yang terpenting bagi kita, kasihan anak – anak kita, yang belum memahami akan hal - hal yang seharusnya, tidak perlu dan tidak hadir dikehidupan anak kemudian menjadi ada, sekarang anak- anak sd saja sudah harus mengetahui dunia game, dan dunia internet,  yang seharusnya tidak perlu ada tetapi menjadi ada, itulah perkembangan zaman yang mengharuskan kita senantiasa memaksa diri mengikutinya, demikian itulah yang terjadi saat ini. Coba mari kita bersama renungkan para orang tua, maupun calon orang tua, kapan kita berfikiran untuk anak, agar memiliki motivasi untuk kehidupan yang ia hadapi,  memiliki daya dorong untuk berbuat,  memiliki sebuah karya dan memiliki prestasi serta skil - skil yang bisa, ia gunakan dikemudian harinya, inilah yang seharusnya menjadi beban utama bagi  pendidik pertama para orang tua, yang berada dirumah, akan tetapi kenapa  menjadi sebaliknya pendididkan dirumah menjadi dinomor duakan,  bahkan  sekarang orang tua mayoritas sibuk sendiri dengan pekerjaannya, sibuk dengan dunia kerjanya sendiri,  tanpa harus berfikir mengglobal, serta berfikir kontributif buat banyak orang, wal hasil anak - anak yang dulunya tunduk dan patuh, serta mengetahui yang baik- baik saja,  justru sekarang ini berlomba mengikuti trend perubahan, akhirnya anak – anak mengedepankan sahwat/ nafsu yang bersifat sementara dan berjangka pendek, demikianlah sedikit ulasan yang berkaitan dengan penddidikan didalam negeri kita, jika kita mau menengok didunia nanjauh disana saudara- saudara kita,  anak - anak palestina, jika mereka sudah berangkat dipagi hari mereka sudah mempunyai keyakinana bahwa apabila “saya  tidak kembali disore hari, saya tidak apa – apa itu artinya mereka memahami betul, hidupku saja milik Allah apalagi matiku, demikian itulah mereka mememliki prinsip yang patut kita jadikan contoh,  namun apa yang terjadi saat ini, anak masih berumuran sd saja berangkat dipagi hari, pulang dimalam hari, wal hasil dirumah dimarahi dan dipukuli tanpa memandang bulu disitu ada sisi pendidikannya,  tidak tahu menahu, yang ada hanyalah nafsu saja, ini sedikit ulasan bagi saya kenapa kita tidak pernah memperhatikan, hal - hal yang berkaitan dengan perkembangan anak,  bagaimana kita melakukan pendekatan yang manusiawi, terutama dengan sang buah hati, paling tidak dengan kita mengetahui hal – hal  yang paling ia cintai, kita bisa memfasilitasinya, kemudian dengan begitu sianak akan terus mengasah dan mengasah bakat dia, sehingga dia mempunyai kepercayaan diri atas bakat yang dia miliki, disamping itu dia juga akan bangga, dan akhirnya dia berani berekpresi sehingga membuahkan hasil,  tanpa kita sadari dia akan mengacu kepada prestasi dan prestasi,  demikian yang harus dan patut kita perhatikan betul  sebagai seorang pendidik yang pertama dirumah kita masing – masing boleh jadi sang ibu, boleh jadi sang ayah, dimana ada waktu luang bisa digunakan untuk mengasah pendekatan sosisal kepada sang buah hati, ini saja yang dapat saya sampaikan semoga bisa menjadi bekal bagi kita didunia maupun diakhirat kelak, sekali lagi agar diperhatikan betul skil yang  akan menjadi pacuan sang anak kedepan dengan kita memperhatikan anak – anak kita, setelah memepersiapkan bibit kader bangsa yang berkualitas dan siap bersaing didunia competitor, teruslah  kita berupaya untuk lebih baik dan lebih baik dalam mendidik dan membimbing anak kita, berbakti dan membuahkan hasil bagi diri sendiri maupun bangsa,  inilah yang menjadi pacuan kita bersama, rosulullah sudah mengajarkan kita,  bagaimana sikap kita didalam menyikapi dan  membibing serta mengarahkan sang buah hati dari semenjak lahir,  hingga kembali  keliang lahat, kita bisa baca berbagai macam buku tentang Rosulullah, demikian saya harap bisa sedikit menjadi renungan kita bersama. Terkhusus para Kawula orang tua dan calon orang tua.


“ Attori qotu Ahammu Minal Maaddah”

Wal Mudarrisu Ahammu minattoriqoh”

“Wa Ruuhul Mudarrisu Ahammu Min mudarris Nafsuhu”












BAB 2 Hari Kesehatan Nasional

Alhamdulillah bangsa indonesia  sampai detik ini, sudah melewati beberapa hari istimewa dari berbagai hari yang mempunyai pengaruh kepada NKRI, begitulah indonesia mempunyai hari - hari yang memang patut untuk direnungkan, karena para pendahulu lah yang telah menghantar kita sampai detik ini bisa bernafas dengan lega dari penjajahan, secara de jure memang kita sudah merdeka, akan tetapi secara de facto kita belum, karena banyak yang bisa kita lihat, dikasat mata ada glory, gospel, gold,  tetapi memang disana sini pasti masih banyak kekurangan, secara tepatnya pasti kita tidak mau mengatakan bahwasannya negara kita telah terlepas dari penjajahan, memang perlu kita koreksi bersama apa kekurangan kita maka dari itu, mari dengan beranikan bersama melangkah, merapatkan barisan, insya Allah negara kita akan semakin sehat sejahtera secara moral, maupun material, memang itu tidak mudah, tetapi dengan kita merapatkan barisan pasti kita bisa, indonesia untuk maju, kemaren ada siaran dari tayangan televisi bahwasannya ada beberapa tokoh indonesia yang memiliki pengaruh, salah satunya adalah Pak Dahlan iskan mantan ketua PLN dan sekarang menjabat menjadi Menteri BUMN, ketika beliau diwawancarai dan ditanya tentang ndonesia dipenghujung  wawancara itu disebuah acara stasiun televisi, dua Kalimat saja untuk indonesia? beliau kemudian menjawab dengan optimis INDONESIA MAJU, luar biasa hati ini tersentak, bagaimana tidak? bahwa indonesia ini masih memiliki jiwa- jiwa yang memang sedang merintis dan terus berusaha  dengan berbagai elemen masyarakat, memacu untuk terus maju di zaman yang serba teka- teki ini, perasaanku akhirnya ikut terhenyut dalam keoptimisan bangsa kita, maka demi memperingaiti hari kesehatan nasional ada beberapa daerah yang memang memanfaat momentumm ini, untuk dijadikan ajang dari pada pergulatan sosialisai kepada masyarakat, seperti pendonoran darah, kemudian acara jalan santai dan penelitian kesehatan, atau bisa juga kita sebut penelitian penyakit, kemudian penangulangan penyakit kanker dan beberapa perlombaan yang ikut memeriahkan peringatan hari kesehatan indonesia yang ke 48 demikian yang memang harus kita pacu bersama supaya indonesia menuju kepada kesejahteraan dan sehat secara moril maupun materil. Untuk kita para pemuda indonesia apa yang harus kita lakukan untuk mendukung beberapa program kerja, sudah pastinya mendukung apa yang saat ini sedang terjadi, dimedia massa pembahasan  masalah rokok, bagaimana tidak, dibeberapa dinding - dinding sekolahan sudah ditulisi kawasan bebas merokok , akan tetapi tetap saja pasti masih ada yang melanggar, memang ada yang sudah terlaksana, dari beberapa lembaga yang menerapkan dan mendisiplinkan serta mengkondisikan secara tepat dari jangka lampau dulu, harpannya dapat mencegah wabah rokok, tetapi pelangaran pada akhir - akhir ini, masih bisa terjadi, sudah lama hal ini di kebumikan, namun ada beberapa oknum yang tetap melabrak tata tertip yang sudah dicanangkan itu,  coba kita berfikir sejenak, bisa ngak kita ini senang ketika membeli rokok dengan harga 20 ribu bisa nga’? sebenarnya hati nurani ini mengatakan sebuah apresiasi didalam lubu hati yang paling dalam? Tolong jawab dengan hati kecil anda? pasti tentunya jawabannya, (tidak) menghisap asap koq malah membuat senang,  banyak orang menghindari asap dijalan- jalan,  justru ini menghirup atau alias mencari sendiri aneh, bukankah  banyak dijalan - jalan raya orang berubah menjadi poweranjer alias memakai masker supaya tidak sembarangan menghirup asap yang tidak sehat, coba bisa dilihat sendiri ya, ada asap kendaraan ada asap rokok, ada asap orang  bakar - bakar macem - macem aneka makanan  dan asap - asap yang lainnya kompor lah dan asap - asap para pedagang, asap pabrik, coba kita lihat sendiri, kita kan tidak pernah menyadari bung, begitu kita ini menyumbang berjuta – juta, asap. analoginya kita ini meruntuhkan kesehatan kita sendiri, belum lagi kita malah tidak membela diri,  bukannya kita menangulanginya, bisa kita lihat bukan teman - teman, bagaimana kita bisa menjadikan negeri ini menjadi sehat kalau seandainya kita, kaum muda  masih  enggan untuk mengetahui hal - hal seperti ini, dengan adanya keprihatinan dari berbagai sektor individu maupun kelompok, ada yang sulit - sulit mencanangkan  tanaman seribu pohon, ada yang setiap hari mencoba untuk menanam pohon satu demi satu, ada juga yang serta merta dengan tidak berfikir panjang senantiasa menebang pohon dengan tidak memeperhatikan evek alamnya, evek kemanusiannya dan masih banyak lagi yang lainnya...... demikian terimaksaih.



“ Mensana en corporesano”

“ Al Aqlussalimu  fil jismis salami”
Akal yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat







BAB 3 Perjuangan butuhkan Pengorbanan.
ketika shubuh datang,  senandung adzan pun kita dengar dengan sahut di atas langit, akhirnya aku pun menysusul adzan itu dengan upaya pergi ke masjid di depan rumahku, dengan suara, yang tidak terlalu lantang alias masih cepreng, dengan denyuh- denyuh  yang aku mampu, ku keluarkan suara yang paling merdu, akhirnya pada suatu saat diantara adzan dengan iqomah aku menunggu kedatangan sang Ayah yang biasanya menjadi Imam kita selaku para jama’ah, di masjid tersebut, setelah sholat shubuh kita pun berdo’a, selesai berdo’a terjadilah percakapan antara Ayah dan diriku “yah, nanti kapan kita menjenguk kakak di pondok, ya? ” katanya ibu nanti minggu ini,  oh gitu  ya” yah, kapan aku nyusul seperti kakak ya, yah?. Memang kamu sudah punya keputusan nanti setelah  lulus sd kamu mau lanjut kan pendidikan kamu dimana? Dengan Hangat dan semangat shubuh aku menjawab iya yah” aku mau nyusul kakak, kayaknya enak banget belajar dipondok, dengan nuansa islam dan kebersamaan dimana - mana, dari daerah mana pun kita bisa mengetahui keunikan mereka, dan lain lain, lah yah, itu yang aku gambarkan sementara ini yah” iya tutur ayahku, berdo’a saja insyaAllah kamu bisa menyusul kakak mu yang sekarang menjalani pendidikan di pondok pesantren, akhirnya setelah percakapan itu berkutik seputar masalah pendidikanku kelak, tidak lama kemudian kita berdua pun sampai dirumah, sesampainya dirumah aku pun memegang Al-qur’an begitulah kebiasaan, yang ayahku kerjakan pada saat itu, Akhirnya aku pun mengikutinya, dengan cara mengikuti sekolah ngaji tentunya di Desa sekitar rumahku, disana aku belajar cara menulis, cara membaca, cara menghafal, Tajwid dan masih banyak lagi yang lainnya yang berkaitan tentang Tpa pada saat itu, silih berganti waktu akhirnya tibalah saatnya kita sekeluarga menjenguk sang kakak, Ayah kebetulan pada saat itu belum memiliki Mobil, akhirnya ayah berupaya meminjam Mobil dari adiknya, selepas Mobil ada didepan rumah, tidak seperti biasanya yang menjenguk itu ibu dan ayah ditambah aku paling, kali ini yang menjenguk, nenek, bibi, paman, ditambah dengan adikku juga, tidak lupa bekal makanan dan oleh - oleh untuk kakakku pun dipersiapkan,  akhirnya semakin siang terik matahari, jam menandakan jam 9 akhirnya dengan seksama membaca Bismillahirrohmanirrohim “ semoga kita semua sampai tujuan, Tutur ayahku kepada kita yang duduk di belakang, semoga sampai dan ngak mabuk tentunya tuturku, setelah berjam - jam kita habiskan diperjalanan, akhirnya kita sampai juga dipondok pesantren yang kakakku belajar didalamnya, kita mencari transit dikawasan pondok yang tersedia luas, setelah dapat kita tunggu sebentar meminta bagian informasi untuk diumumkan bahwasanya sang ananda “Amar mendapat panggilan kedatangan orang tuanya, silih menit berganti menit, Amar kakakku ini tidak muncul –muncul, akhirnya kita kerahkan santri yang sebaya dengan dia untuk ikut serta membantu memanggilkan dan mencarikan keberdaan Amar untuk memberi kabar bahwasanya keluarga nya datang ke pondok, beberapa menit kemudian kakakku pun  muncul, Alhamdulillah tuturku dan saudara - saudaraku, kamu itu Mar, dicariin dipaggil ngak kedengaran apa.? Maaf tuturnya aku sedang mencuci “oh gituh” aku menyahutnya. Akhirnya setelah kakakku, Amar bercium salam dengan orang tua dan keluarga, akhirnya dia menikmati hidangan yang diperuntukkan untuk dirinya, tidak lama hanya 15 menit, waktu asharpun datang kamipun juga sudah berupaya untuk memberes - bereskan dan belum sempat mengobrol  panjang dan menikmati hidangannya, akhirnya sudah tiba waktunya dia harus berpisah sejenak dan nanti  “ jangan lupa kembali setelah sholat dan ngaji ya.” Tutur bibi’ ku, akhirnya setelah dia berusaha meninggalkan kita dia merapikan dulu sarungnya yang ngak karuan dia memakainya dengan ditambah ikat pinggang dan baju yang sudah agak kelihatan dekil ditambah dengan papan nama yang melenceng, miring. Maklum dia masih kelas satu bisa dipanggil. Santri baru, begitulah kami menganggapnya setelah merapikan bajunya dan sarung sebentar,  dia Cium tangan kembali seakan dia ngak banyak mikir karena sudah adzan berkumandang “Nah disini lah aku mulai terketuk, hatiku melihat para santri. Secara serentak meninggalkan berbagai aktivitas berbondong - Bondong menuju Rumah Allah alias Masjid, disinilah aku mulai berfikir, dan menalar YaAllah koq kayaknya seru banget ya, harmonis sekali ya, seakan – akan mereka tidak ada beban menuju masjid dengan asyik, yang pergi sebelum Adzan mereka ngobrol santai sambil jalan, dan ketika sudah adzan mereka, semua para santri ada yang berlari dan ada juga  yang jalan cepat, semua di laksanakan dengan bersama – sama, serasa kompak dan para ustadz juga tidak lupa untuk sigap mengambil langkah untuk memberhentikan santri – santri yang ketinggalan, dan ada juga yang merapikan shaf didalam Masjid, aku mulai membayangkan Wah”coba aku pakai sarung trus pakai sabuk, pakai papan nama pergi ke masjid sambil tertawa dalam hati dan berbungah membayangkan, kemudian aku berucap kepada ibuku, bu’ nanti aku juga seperti ini ya. Iya berdo’a saja semoga bisa nyusul kakakmu, Amien, iya bu’ serasa aku sudah menjadi santri saja.Tanpa aku berfikir panjang aku juga menyusul kakaku yang baru saja pergi kemasjid meskipun aku pakai celana, bersama dengan ayah dan paman juga, ibuku dan bibi’ serta nenek bersiap sholat juga di ruang yang kita transit. Akhirnya kami pun laksanakan sholat ashar, setelah sholat kita lakukan berdo’a dan dzikir sebentar, setelah itu tidak lupa kami pun yang didalam masjid juga ikutan membaca al qur’an sejenak setelah itu kita bertemu kembali. Di tempat transit kita, pertama tadi. Setelah waktu dan aktivitas pondok renggang dan dapat dimanfaat untuk bertemu kembali, dengan sang kakak, aku pun langsung samperin kakak saya dengan pertanyaan gimana mas mondok enak ngak?  iya enak, katanya, nanti aku nyusul, ya..iya. “kamu pasti bisa tutur kakakku, orang Kakak Dulu itu kurang persiapan aja sampai sekarang masih bisa bertahan, akhirnya aku “menjawab dengan beberapa kali menatap mata kakakku iya Kak”aku pasti bisa ya..! orang kamu belajar di Tpa belajar ngaji sama Orang tua, gimana kamu masak ngak bisa. Setelah singkat percakapan, akhirnya kakakku mulai melanjutkan percakapan seruan pengalaman dan aktivitas di pondok diseringkan dalam forum keluarga, serta ibuku dan bibi’ serta nenek juga ikut serta bercengkerama keadaan dikampung halaman saat ini bagaimana. Setelah singkat waktu benar- benar singkat waktunya, aku berharap serta sekeluarga berharap bisa menjadikan kakakku lebih semangat belajarnya, akhirnya, sudah saat nya kita berpamitan dari pondok ini” berlinanglah air mata orang tua ibuku dan Kakakku mereka mereka saling mengungkap rasa rindu dan ibuku tidak lupa memberi motivasi agar tetep kuat nan bisa gapai cita- citamu, tutur kepada sang kakak sambil mencium tangan dan saling berlinang air mata, semoga ini dapat mengobati rasa rindu dan kangen keluarga sehingga kakak tidak usah berfikir keluarga yang enggak - enggak cukup do’ain aja, akhirnya tiba saat nya kita semua sudah naik mobil dan melambaikan tangan kita semua kepada kakaku dan saling berlinang air mata kita, kalaupun aku hanya bergetar hati dan menahan rasa ingin menyusul, akhirnya Tergapailah cita-citaku. Saat ini. Ini semua tidak lepas dari kakakku telah dahulu memberi contoh, ibuku ayahku dan seluruh kerabat yang telah berupaya menyubangkan Kepedulian nya kepada keluargaku, ini semua tentunya tidak lepas dari pengorbanan dari berbagai pihak, Sehingga mendapat apa yang diangan - angankan olehku. Saat ini terimakasih YaAllah engaku telah izinkan aku untuk menjadi santri saat ini, terimakasih ibu dan ayah serta seluruh kerabatku yang tidak lupa terus memberi dukungan dan harapan kepada kita sekeluarga.


“ tidak ada sebuah kemajuan tanpa sebuah pengorbanan “ apapun bentuknya itu: organisasi, muassasah, kelompok individu dan lain sebagainya “ ( ust Syukri)






BAB 4 DIAJARI YANG NGAK BENER DARI KECIL
Diajari mencari Kambing Hitam, Amar anak berumur 2,5 tahun  dia berjalan menuju  rumah  sauadaranya dibelakang, jarak antara rumahnya dengan saudaranya  cukup dekat, hanya dipisahkan dengan jalan, dia melintasi Jalannan yang cukup sepi dan sempit itu,  karena dia tergesa gesa mengejar bola yang sebelumnya dia buat main – main, ditengah jalanan yang sepi akan kendaraan, tanpa dia sadari akhirnya tersandung dan Terjatuh, kemudian merengek dengan suara keras tanpa henti hingga akhirnya Sang ibu mencari -cari, dan menemukannya, ibu Amar  itu menjemputnya dengan sapaan dan kasih sayang sang ibu, diangkat lah Amar ini dan dikasih tahu sama ibunya “sudah nak sudah kodoknya sudah lari , ini juga Jalannya Nakal”,  kemudian setelah tangisannya reda akhirnya dia kembali bermain. hal seperti diatas  tanpa disadari berdampak pada peristiwa berikut ini, yang mungkin kita angap biasa ditengah kaum terpelajar saat ini, ketika Andi  ini pergi kesebuah sekolahan SD  yang jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggalnya sekitar 5 km, seperti biasanya Andi  menunggu bis yang melintasi perkampungan yang akan menuju ke SD sekolahan dia, kebetulan ketika sampai  di sekolahan Sd nya sudah jam 07. 30 WIB melewati disiplin jam masuk sekolahan yang seharusnya jam 07.00, WIB akhirnya setelah sampai di Sd nya dia langsung disambut dengan gurunya Pak Ali yang terkenal akan kedisiplinnya di sekolahan, tanpa bosa- basi pak Ali  bertanya “ kenapa kamu terlambat? ” dengan suara lantang , kemudian Andi menjawab dengan memandang Pak Ali tanpa ada rasa salah sedikitpun, ini pak, “bisnya lambat jalannya”,  Lagian pak, pasti masih ada yang terlambat, tidak cuman saya aja, Model seperti ini tanpa kita sadari telah membuat Anak Bangsa  dan Anak, cucu kita tidak berlaku jujur, Padahal tinggal berkata seadanya saja, jutru itulah yang akan mendidik.

“ Keteladanan adalah contoh konret yang akan mendatangkan dampak yang positif”
“ liu tammima Makarimal Aklak”






BAB 5 Refleksi Menyambut 1 Muharram 1434 H
Selasa jelang hari Rabu dan kamis malam guna menyambut datangnya  1 muharram 1434 H
Subhanallah sungguh luar biasa karunia mu yang engkau limpahkan kepada hamba - hambamu yang dhoif dan memiliki begitu banyak kekurangan, tetapi kami yakin dengan berbagai dinamika kehidupan engkau akan menuntun hamba - hambamu ini yang dhoif dan banyak salah, tanpa pengarahan darimu ya robb. Demikian aku harus berusaha dengan semaximal kekuatan yang ada untuk tetap berada dijalanmu yang Lurus, aku harus mengunakan waktu demi waktu, untuk kemaslahatan kemanusian dan diri ku sendiri, untuk menyambut datangnya tahun baru umat islam, kita perlu persiapkan 1 muharram 1434 H, sungguh dinamika kehidupan yang sangat luar biasa, yang tidak pernah kita perhatikan. begitu cepat roda kehidupan ini berputar dari pagi menuju sore, dari malam menuju siang dari detik kemenit dari menit ke jam dari jam kehari dan dari hari keminggu dan dari minggu ke bulan dari bulan ke tahun sugguh sebuah dinamika kehidupan  yang sangat cepat bila kita umat manusia tidak memiliki daya analisa dan memanfaatkan waktu emas didunia ini, untuk kehidupan yang lebih abadi amat sangatlah merugi bukan, maka mari kita semua kita siapkan hati, kita siapkan pikiran jiwa dan raga demi menyambut bulan yang agung, tanpa harus ada unsur unsur yang bersifat kemusyrikan dan lain sebagainya.. yang bersifat menolak sifat keAgungannya.


“ Man kaana Yaumuhu Misla amsihi fahuwa Khosirun”
“ waman kaana yaumuhu khoirun min amsihi fahuwa Robihun”
“ wman kaana yumuhu sarron/ sun min amsihi fahuwa mal’uun”









BAB 6 SAYYIDUL AYYAM (Rajanya Hari )
Sekarang hari jum’at..dimana kita ketemu rajanya Hari, dimana hari penuh istimewa dan dimana hari dikabulnya do’a, dimana kita harus sholat jum’at dan mendegarkan khutbah, subhanallah, penuh dengan suasana yang harmonis dan karisma yang sangat mulia, mari kita kedepankankan Hati, Alhamdulilahirrobilalamin saat itu aku berada dikampus, hari selasa tepatnya tanggal 27 Muharram 1434 dan 14 desember 2012 sudah semakin mendekati waktu uas tapi kali ini aku ingin cerita untuk kejadian kemaren dan paginya, begini ceritanya kemaren aku duduk disamping emperen masjid guna mengadakan pengetikan tulisan apapun itu mengalir seraya berdakwah mengalir lewat pesan - pesan tulisan, okeh kemaren sore juga itu aku mengajar tpa di masjid deket kos – kosanku, kira - kira terletak 200 meter lah akhirnya, ketika aku mengajar luar biasa anak - anak apresiasinya,  mereka menghafal bareng dengan ku bab juz amma demikian lah yang aku lakukan dengan anak - anak tetapi sebenarnya disela - sela yang namanya sebuah pengajaran kepada anak - anak sudah pastinya banyak yang tidak anteng atau bisa dikatakan tenang - tenang saja,  bagaimana tidak seperti itu dunia anak - anak adalah dunia seneng - seneng dan dunia bermain demikianlah kurang lebihnya dan disitu pulalah peran orang tua sangat dibutuhkan bukan? demikian akhirnya ketika sudah berjalan mengajar beberapa surat dari juz amma akhirnya aku cerita tentang gempa yang berada di jogja,  mereka yang berada dijogja tidak bisa belajar seperti kalian mereka ingin belajar tetapi keadaan lah yang membuat mereka tidak bisa untuk belajar tpa, mereka agak tercengang mendengarkan sedikit ceritaku yang aku ambil dari buku bacaan yang dihadiahkan kepadaku saat ada suatu forum pertanyaan dalam sebuah acara book fair dengan demikian aku akan mulai pelajaran kembali dengan suasana yang agak tenang akhirnya tidak terasa waktu sudah mendekati habisnya pengajaran al qur’an saya mendapat instruksi sudah mas, dari rekan pengajar tpa juga,  karena suasana yang dingin bertiup angin ditambah dengan awan yang mendengung akhirnya pengajara hari ini kita sudahi dengan bersama sama membaca hamdalah “alhamdulillahirrobialamin”akhirnya akupun juga beranjak dari masjid untuk menuju ke kos dan sebelum aku menuju kekos - kosan aku menuju sebuah rumah yang didepan rumah itu dijual beberapa lauk pauk dan minuman akhirnya aku pun membelinya dengan keadaan maksud untuk persiapan buka puasa sekian ceritanya.
                                    “ biasakanlah untuk berbuat baik”
“At the fist you make habit at the last Habis make you”

BAB 7 NGAJI ( Ngatur JIWA)
Alhamdulillah Pagi Ahad ini bisa Ngaji Di masjid Alhikmah tepatnya kalau saya tidak salah, sungguh pengalaman demi pengalaman yang mengesankan, terlewati mengesankan dibenakku,  ketika aku sampai dimasjid, aku tidak langsung masuk melainkan mencari koran terlebih dahulu karena sudah lama tidak membaca dan melihat koran terutama sasaran saya adalah republka karena berhubung masih tutup dan habis adanya jawa pos saya beli saja jawa pos habis itu saya tetap nyari sesusai acara ngaji selesai hasilnya saya mendapat koran jum'at kemaren tak apalah semua nya ilmu dan informasi yang perl digali, kemudian aku ngaji ni ngaji tak seperti biasanya koq rame kebetulan saya itu mengaji baaru dua kalinya ini sebelumnya yang perdana itu sepi cuma 2 baris yang putra sedang yang putri kira 2 3 baris sekarang subhanallah bisa sampae luar luar duduknya Alhamdulillah, seru kayaknnya mengikuti tuturku baru masuk masjid karena suasannya hening dengan suara pembicara yang sedikit mengelegar, ditelinga, dengan ajian kajian keislaman, yang menarik dan unik lagi tidak berat dikalangan masyarakat, muhammadiyah khususnya karena tepatnya ini dikomplek muhammadiyah, kemudian beberapa materi yang saya petik 3 cara rosul mengamalakan agama 1. dengan hanya mengaharap rahmaNYA, dan senantiasa mengaharap RIdloNYA, 2. yakin akan adanya Hari PEmbalasan, 3.dengan Banyak banyak mengingat Allah, setelah kita mengamalkan itu semua, maka akan ada respon dari diri kita akan kebenaran yang kita kerjaan itu,
akan timbul
1. Amanah "rasa tanggung Jawab"
2. Siddiq "bener"
3. Fatonah " Cerdas: Menjahui larangan mengerjakan Perintah
4. Tabligh " menyampaikan " amar ma'ruf nahi mungkar"
Dalam lanjutan kajian pagi ini diterangkan akan kelebihan seorang ibu.
-          lebiih sayang mana anak itu deketan ibu apa bapak, jelasnya ibu, belum lagi kalau seandainya ibu itu pergi kemasjid, semua kelauarga insyaAllah menjadi ahlul masjid, zaman rosul cari masjid dimana? skrg? Kita tinggal singgah.
-          Diterangakan juga akan kebenaran Agama, yakin tapi tidak dilaksanakan ibarat " minum air itu tahu, akan menyegarkan kalau diminum,  yakin tapi ngak diminum sama saja...semua perlu  proses dan dikerjakan" demikian juga agama,!


,      - tuturan selanjutnya sekarang ada " tobe generasi yang Baik " budi pekerti, pendidikan karakter " sebenarnya simple kerjakan saja ajaran Agama Selesai.", tidak perlu –perlu pendidikan karakter dan lain sebagainya,
-          Ada juga sebuah persoalan Meninggal  atau mati itu urut, apa antri,? Urut kata jama’ah, urut tapi urut absennya Allah, kita ngak tahu tapi kalau kita tahu bisa was was”
-          ada Juga para kaum kafir dalam bahasanya yang sangat pinter sekali " kalau kalian beribadah jangan sampe' ketahuan orang lain lah, mau bagaimana.?
ini dia , yang akan berujung pada tidak ada yang ibadah nanti kedepannya Masya'allah.

“pemimpin tidak pernah terlahir dari premature- tahu tahu jadi pemimpin”
“ setiap kita Adalah pemimpin dan kita akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinan kita”
















BAB 8 Tabligh Akbar
Hari sabtu tanggal 10 MUHARRAM 1434 H/ 24 November 2012 M
Alhamdulillah aku hari ini sungguh sangat bersyukur sekali bisa mengikuti kajian atau tabligh akbar bersama dengan yusuf mansur yang pertama yang berkaitan dengan  fadhillah atau keutamaan membaca dan mengajar al qur’an , inij yang bertempat di colomadu di jl adi sumarmo di tempat di timur  SMPN 1 colomadu dan tempatnya itu akan digunakan untuk pabrik atau percetakan al qur’an kedepannya Amien semoga bisa terwujud dan sedang pproses saya lihat baru sudah ada tiang tiang besi yang berdiri kemudian ddan itu sudah ada yang menanggung dari seoorang pengusaha wan muda solo yang akan membiayai sampai selsai pembangunannya berkisar kalau ane ngak salah denger 10 M dan kajian yang kedua di UNS univesitas sebelas maret dan ini sangat agak membingungakan ketika perjalanan pengumamannya ade tapi pamlet didepan koq ngak ada ya.. he he akhirnya saya masuk dan tanya tanya dimana tempatya akhirnya saya tanya tanya akhirnya ketemunya diatas yakni di gor, alhamduillah kata temen temen yang digor agak kepanasan saya mah kagak perasaan akhirnya pertama kali masuk lansung dimulai ini tabligh akbarnya dan kemudian barulah di mulai oelh seseorang untuk memulai dengan tilawah dan pembaca membaca Al waqih dari pertama sampai terakhir dan juga masih dibantu dikit dikit ole yusuf mansurnya. Akhirnya  dimulai acara ini dengan tema  1434, more colorful with qur’an” sekian

“harus punya cita- cita, biar hasrat berjalan terus”
“ amlil Insaani maa, tamanna”
“ falillahil akhirotu wal uula”












BAB 9 Indonesia KU
-Bangun tidur anda minum apa ?apa Aqua ? (74% sahamnya milik Danone perusahaan Perancis) atau Teh Sariwangi (100% saham milik Unilever Inggris.) Minum susu SGM (milik Sari Husada yg 82% sahamnya dikuasai Numico Belanda).
-Lalu mandi SABUN pakai Lux dan Pepsodent (Unilever, Inggris).
-Sarapan ? Berasnya beras impor dari Thailand (BULOG pun impor), gulanya jg impor (Gulaku - Malaysia) .
-Mau santai habis makan, rokoknya Sampoerna (97% saham milik Philip Morris Amerika).
-Keluar rumah naik motor/mobil buatan Jepang, Cina, India, Eropa tinggal pilih.
-Sampai kantor nyalain AC buatan Jepang, Korea, Cina.
-Pakai komputer, hp (operator Indosat, XL, Telkomsel semuanya
milik asing; Qatar, Singapura, Malaysia).
-Mau belanja ? Ke Carrefour, punya Perancis. Kalo gitu ke Alfamart (75% sahamnya Carrefour).Bagaimana
dengan Giant?Ini punya
Dairy Farm International, Malaysia yg juga Hero.
-Malam2 iseng ke CircleK dari Amerika.
-Ambil uang di ATM BCA, Danamon, BII, Bank Niaga ah semuanya sudah milik asing walaupun namanya masih Indonesia.
-Bangun rumah pake semen Tiga Roda Indocement sekarang milik Heidelberg (Jerman) (61,70%). Semen Gresik milik Cemex Meksiko, Semen Cibinong punyanya Holcim (Swiss).
Masih banyak lagi kalo
mau diterusin.
By the way, BB atau HP anda- pun buatan luar
"CUMA KORUPTOR aja yg Asli Produk Indonesia..!!!

“ konsep syukur memang membutuhkan disiplin”
“ usyikum, usyikum waiyyaya”



                                                BAB 10 Berbuatlah Wahai para Pemuda
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman,
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang,
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti kerabat dan kawan,
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang,
- Syair Imam Syafi’i -
Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi. Jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.

“lestarikan yang baik dari yang lama dan ciptakan yang baru yang lebih baik.”
Melompatlah jauh dan melakukan nya dengan jiwa yang besar karena tidak mungkin jurang yang besar bisa dileati dengan lopatan kecil kecil...it’s right (kutipan dari FB teman IL 85)
Sebab Allah telah memberi segala untuk menjadi luar biasa. (kutipan buku No Excuse!)
Rasulullah SAW bersabda : "Dua kaki seorang hamba tidak akan beranjak pada hari kiamat hingga dia ditanyakan tentang empat hal: masa mudanya untuk apa dia gunakan, umurnya dalam apa dia habiskan, hartanya dari mana dia dapatkan dan untuk apa dia infakkan serta tentang ilmunya apa yang dia lakukan dengannya."

(HR. Thabrani)
Harta paling berharga adalah sabar
Teman paling setia adalah amal
Ibadah paling indah adalah ikhlas
Harga diri paling tinggi adalah iman



I’maluu fasarallahu warasulahu amalakum”








BAB 11 Hikmah berbasis Progresif Negara republik Indonesia
Suara Rakyat dalam kebangkitan indonesia,Vs. ragam indonesia
Radar Solo jum’at 17 agustus 2012
Karanganyar pidato kenegaraan presiden susilo bambang yudoyono (SBY) yang dibacakan dalam paripurna istemewa  dalam rangka HUT RI Ke 67. Menuai dari kritik dari anggoa dprd karanganyar. Terutama dari  politisi partai oposisi.
Ketua  Dprd karanganyar sumanto yang berasal dari Pdip menilai pidato kenegaraan presiden tersebut tidak lagi mengadung visi dan misi baru. Pidato itudinilai tidak memiliki tujuan mendasar demi menciptakan sebuah tatanan indonesia baru. “pidatonya begitu-begitu saja, masih sama seperti tahn tahun lalu,” usai mengikuti jalannya paripurna istimewa kemaren siang(16/8) misalnya terkait dengan pemberantsan kasusi, dinilai sudah menjadi isu biasa yang selama ini memang kerap diusung oleh setiap pemimpin. Tdak ada pandangan lebih khusus, misalnya bagaimana seharusnya korupsi itu benar benar dibersihkan.”Dalam isu itu, apa yang disampaikan juga masih ajeg-ajeg saja,” paparnya.
Sumanto berpendapat, dalam pidato kenegaraan tersebut harusnya lebih dijelaskan mengenai pokok -pokok  permasalahan masyarakat  dilevel bawah. Seperti pada kelompok petani atau buruh yang selama ini masih kurang tersentuh. Terkait masalah buruh, presiden sempat menyinggung soal UU badan penyelenggaraan jaminan sosial(BPJS). “itu kan UU sudah ditetapkan di DPRI RI dan akan segera direalisasikan pada tahun 2014. Jadi apa yang disampaikan tadi hanyalah penegasan saja.”Tukasnya.Wakil ketua DPRD juliatmono.Mmengeturakan pendapat berbeda. Menurutnya, apa yang telah disampaikan presiden dalam pidato kenegaraannya 
Kemaren sudah cukup tepat demi membangkitkanepercayaan diri bangsa saat ini. “apa yang disampaikan itu merupakan cita-cita bangsa. Kalau-pun masih belum sesuai dengan kenyataan saat ini, maka itu menjadi  tanggung jawab dari semua komponen bangsa.”paparnya
Juliatmono menilai tanggung jawab dan tantangan yang dihadapi oleh presiden dalam memiimpinn  sementara komponen bangsa seolah –olah hanya menanti datangnyasebuah keajaiban yang diciptakan oleh presiden.”impian masyarakat tentang sebuah tata negara yang lebih baik memang belum tercapai sejak selepas masa refomasi lalu tuturnya.
                       
“ step by step, haalan , fa haalan ila haddittamam”




BAB 12 Pizza Hut berbagi  bersama dipanti Asuhan
Buka Puasa bersama dan santunan digelar serentak di 261 outlet diindonesia
Pizza Hut, restoran dining pizza terbesar diindonesia yang berdiri sejak tahun 1984 serta menjunjung tinggi nilai nilai perusahaan yaitu integritas, keunggulan, pertumbuhan usaha dan keuntugan, kembali menggelar, program berbagi bersama di panti asuhan, yang dilaksanakan secara serentak diseluruh jaringannya yang berjumlah 261 outlet.
Program berbagi  bersama merupakan  bagian dari program corporate social responsibility (CSR) PT. Sarimelati kencana yang menaungi Pizza Hut dan PHD 500600 ini, ditunjukan bagi anak anak yatim piatu yang berlokasi disekitar komunitas restoran. Program yang telah dimulai sejak tahun 2011 lalu ini.Digelar bertepatan dengan bulan suci ramadhan dalam format buka puasa bersama, ceramah rohani, hiuran islami dan sholat tarawih bersama.
Seputar penyelenggaraan program berbagi bersama dalam format buka puasa dan santunan kepada anak anak panti asuhan ini, Mr. Stephen McCarthy – presiden Director PT. Sarimelati kencana merasa gembira dapat meneruskan tradisi untuk berbagi kebahagian dengan anak-anak panti asuhan.Seperti dijelaskannya, buka puasa bersama anak anak yatim merupakan bagian dari programkepedulian pizza Hut dan PHD 5000600. Untuk tahun 2012 ini, sebanyak 17,390 anak yatim piatu dari 261 panti asuhan akan berbagi keceriaan dengan dengan tim pizza Hut dan PHD 500060. “setidaknya kehadiran kami ditengah tengah anak anak yang kurang beruntung ini , mampu memberikan kenyamanan dan kebahagiaan ditengah kondisi tak memiliki orang tua, meskipun hanya sesaat. Pizza Hut akan terus berkomitmen untuk memberikan kepedulian kepada anak-anak yatim piatu agar mereka menjadi generasi penerus yang membanggakan”. Terang Mr. Stephen McCarthy lebih lanjut. Setiap tahunnya PT. Sarimelati kencana melalui Pizza Hut dan PHD 500600 berkomitmen untuk selalu meningkatkan kepedulian terhadap anak –anak yatim  piatu yang berada disekitar komuitas restoran dengan meningkatkan dengan meningkatkan jumlah anak yatim piatu dalam program ‘berbagi bersama’ ini.”puji syukur tahun ini kami menambah sekitar 2,300 anak yatim piatu yang dapat menikmati keceriaan dan  kebersamaan  tim Pizza Hut dan PHD 500600. Tentunya kami selalu berusaha memberikan perhatian kepada semakin banyaknya anak anak yatim piatu agar semakin banyak anak yang dicintai oleh pizza Hut”, tutup Mr. Stphen McCarthy
“ Refleksi surat Al’maun,”
 “khoirunnasi anfauhum linnasi”







BAB 12 CELOTEHAN Anak Anak membawa Hikmah

sebelumnya aku mau cerita lagi ya.. boleh  engak? InsyaAllah Boleh ya… kalau ada baiknya Ambil, kalau tidak buang jauh – jauh, begini ceritanya,  flashback untuk kejadian tadi pagi aku berangkat tidak seperti biasanya aku pergi jam 6. 30 pagi sebenarnya juga sudah pernah jam 6 an pergi ke kampus waktu itu memang kesepakatan untuk mengadakan sebuah halaqoh dipagi hari jam 6 guna adakan shering,  akhirnya aku pun berusaha untuk merealisasikannya untuk beberapa minggu saja akhirnya, aku pun tidak menindak lanjuti dengan beriringan waktuyang begitu cepat tak mengenal siapapun akhirnya aku sambung lagi perkataanku, pada pagi hari tadi aku berangkat pagi betul dengan begitu  berharap bisa sholat di kampus dan melihat face book karena sudah lama tidak mendengarkan beberapa celotehan para temen - temen khususnya dari gontor pondok saya dulu akhirnya aku pun mulai aktivitas dengan menuju masjid sesampainya di masjid aku pun berusaha untuk langsung menaruh tas dan akhirnya aku teringat kalau aku masih punya wudlu karena aku tadi berangkat dengan keadaan yang sudah memiliki wudlu akhirnya aku pun langsung hendak melakukan sholat, hari ini aku memang mempunyai planning memang untuk telpon orang tua tetapi ketika aku hendak sholat ada telpon masuk ternyata ibuku, akhirnya aku ngobrol dengan begitu khidmat dan beberapa kalimat yang inspiratif yang aku garis bawahi bersama dengan ibuku yang aku cintai, percakapan yang aku lakukan demikianberikut ini, gimana ibuk kabarnyanya sehat sehat aja kata tutur beliau dengan suara yang aku merindunya selalu, dan ingin membahagiakannya dan  lanjutan dari beberapa percakanku  yakni akhirya aku bertutur aku sekarangg sudah dikampus loh buk lah wesuk temen pengen jadi dosen toh hehe boten dengan beberapa percakapan bahasa yang menurut saya itu adalah wujud dari pada pesantunan,  niatku pergi dipagi hari supaya aku bisa sholat dhuha dulu buk demikian aku tuturkan kemudian mengebrolkan masalah adik saya kemaren malam aku main keassalam buk yang book fairnya tetapi nah waktu itu aku tidak langsung keassalam aku main kerumahnya mbak atik dulu, akhirnya beliaunya ngak ada akhirnya ada mbak atik yang membantu beliau dalam kesehariannya memang selain aku ingin menjalin silaturahmi aku juga ingin mencari ilmu dan supaya bisa dianter juga gituh keassalam untuk melihat book fair walhasil keadaannya tidak yang seperti biasanya dengan keadaan beberapa pegawai sedang menyibukkan diri , untuk membangun kos kosann yang berada dilantai dua,  dan aku bisa sampai di rumahnya mbak atik bukan hal yang mmudah, aku dari pertama nya sudah minta tolong bagi siapa yang mau lewat hypermat solo akhirnya ada dan akhirnya aku pun bonceng dia temen di satu kelas, sebelum aku membocengnya dan langsung menuju tepat yang dikehendaki aku menuju tempat kos ku dulu guna  mengambil helm yang nanti berakibat fatal kalau tidak membawa bisa jadi kena tilang sedangkan aku tidak membawa uang demikian aku prihatin akan kejadiaan yang tidak - tidak akhirnya sebenarnya aku itu bertujuan untuk langsung turun di hypermat tetapi ada beberapa hal yang memang aku perhatikan kalau aku langsung menuju assalam hypermatlansung apa gimana dengan beberapa perhitungan pikiran ku saat itu,  akhirnya aku minta untuk supaya kalau ke rumah saudaraku aja ya. Bos tuturku kepada temen yang senantiasa mengantarkan aku akhirnyaaku pun diantar sampai kerumah saudaraku akhirnya sesampainya aku ucap tank’a  bos okeh, akhirnya aku pun sepanjang perjalanan akau bertanya tanya dengan temanku yang membonceng,  kamu kemaren sekolah dimana kataku?  aku dulu mah pak tutur di padaku sekolah di MAN, ya sedikit sedikit tahu tentang Agma lah ngak begitu kaget, mungkin temen temen yang lainnya agak kaget ya yang dari smk dll. Tutur tambah pada percakapan kami berdua, akhirnya setelah aku sudah sampai,  mulailah aku berbincang dengan mbak tk selaku saudaranya mbak atik  lah,  kalau mas dul gimana?, dia juga lagi nganter mbah jami kemaren ke Rumah di jawa tengah blora, oh begituh toh dengan demikian aku  berkesimpulan utuk jalan kaki akhirnya, aku pun sudah memulai  untuk membayangkan dan sambil menunggu waktu adzan ashar, yang disekitar prosses perjalanan dari rumah menuju assalam hypermat akhirnya aku pun jalan kaki , tetapi sebelumnya ada sebuah kisah bahwa kemaren mas dul mengayunkan kaki dengan menggunaan sepeda othel subhanallah  saya terteguk punya hati akhirnya aku pun menyimpulkan bahwa aku harus mengikuit pelatihan yang berada di Assalam book fair karena disana Ada ilmu, akhirnya aku pun melangkah langkah dengan perlahan dan,langkah demi langkah aku ayunkan dengan mengenakan helm dan payung yang dipinjemin dan helm yang aku punya anti sipasi kalau hujan ternyata betul rintik - rintik hujan, aku punya keyakinan, pasti nanti ada orang yang akan menolong saya untuk menuju kos - kosan subhanallah ternyata setelah sholat isya’  sudah setengah sorean aku diassalam, setelah sholat ada orang yang kayaknya aku mengenalnya  eh ternyata betul dia itu adalah temen sekelah kakakku, akhirnya aku panggil woe, ane minta tolong donk,  akhirnya singkat cerita, beliau menolong saya dengan membuat janji bahwa nanti kita ketemu jam 8.30 dimasjid ini okeh aku mau melihat seminar disesi yang malam, selanjutnya, akhirnya aku mengikutinya dengan mendekati pembicara sekian, singkat ceritanya, “ tuturku” karena book fair akan segera tutup aku bertekad  untuk mengambil yang baik - baik sebisa mungkin. Sekian

“ jasmerah”

BAB 13 :         Khataman resepsi Perpisahan Siswa Akhir KMI 2011 atau bisa disebut  dengan Perpisahan santri senior dari Pondok
Hati, serasa membahana saat mereview ulang, perjalanan menuju pondok, hingga akhir perjalanan dari Pondok tercinta yakni Pondok pesanterku Gontor  yang bertempat di Ponorogo, banyak memori perjalanan yang tak bisa terlupakan begitu saja, semuanya penuh dengan goresan makna dan pelajaran, ini akan menjadi sebuah sejarah yang sarat dengan Hikmah dan pembelajaran dari mulai perjuangan masuk pondok pesantren, seluruh jiwa dan raga ini terasa bergetar, serasa keluarga juga bergetar, tanpa ada yang tenang adem ayem dan anteng, dengan sebuah keadaan yang memang baru dalam perjalanan hidup keluarga kami, pertama kalinya mendatangi pondok pesantren gontor hati serasa bergetar dengan menyimak berbagai macam ungkapan selamat datang dipondok pesantren gontor silih, berganti dengan istilah bahasa Arab, Ahlan wasahlan biqudumikum ilahadzal ma’had assarif, perjuangan demi perjuangan selaku seoarang calon santri, dengan mencari informasi, beradaptasi, menempa diri dengan dinamika pondok yang serba dinamik , penuh dengan keramaian orang dimana – mana, berbeda jauh dengan biasanya dirumah, yang sepih dari keramaian, sekarang dimana - mana terjadi diskusi dan musyawarah antar orang tua dan Anak - anaknya guna mencari informasi yang tepat untuk segala masalah yang berkaitan dengan pendaftaran para calon santri hingga pada titik akhir ujian dan pengumuman kelulusan.
 rintihan mata Air tersedu sedu ketika usai menunaikan sholat berjamaah sholat lima waktu, teringat masa - masa dimana aku dirumah membantu – bantu kesibukan orant tua sekarang sudah tidak ada lagi kesibukan untuk membantu - bantu, sekarang yang ada dihadapanku aku harus lulus ujian dan menjadi santri beneran bukan calon santri lagi, strategi dan pola pendidikan ku ikuti dengan seiring perjalanan waktu yang terus mengalir aku tak henti – henti untuk melantunkan do’a dan juga harapan supaya Allah mempermudah langkah langkah dan belajarku hingga tercapai cita citaku yang mulia yakni menjadi santri gontor , beberapa perjuangan yang ku inget yakni saat dimana aku belum bisa menulis bahasa Arab dengan benar, pelajaran ini bernama IMLA’ atau kalau ada seorang ustadz membacakan satu kata istilah Arab kita harus menulisnya dengan benar, nah ini yang menjadi tantangku pada saat itu, aku belum bisa sampai bener – bener bisa, dan mudah mengerjakan ketika ustadz membaca dilain temen - temenku sudah bisa, aku masih belum bisa, akhirnya dengan berbagai upaya aku berniat untuk bisa, dengan mendatangi wali kelas dikamarnya suwaktu malam hari, hingga upaya yang diusahakan oleh wali kelasku  dengan cara mebangunkan para calon santri untuk sholat lail termasuk aku, sewaaktu - waktu ku juga pernah mandi


jam 12 malam dan setelah mandi ku pergi kemasjid bukan untuk sholat malam dimasjid melaikan aku sholat didepan masjid, yakni tempat kita para calon santri bemain bola, dengan desah angin malam,  kita sholat di lapangan hijau,  gelap yang menyelimuti badan dan juga, disekeliling lapangan,begitu pula para calon  santri  yang lainnya juga menunaikan sholay malam pada waktu yang bersamaan sehingga agk ramai meski tidak ramai - ramai sekali, dengan merintih dihadapan sang khaliq kita memohon untuk mendengar do’a - do’a kita, usai sholat dilapangan hijau aku menuju depan masjid yakni teras masjid  guna belajar, Pelajaran imla’ yang belum aku bisa dengan membuka- buka buku yang kugunakan ketika diruang kelas, aku memandangi dengan teliti banyak salah saat aku menulisnya tanpa aku sadari,selain aku baca - baca ulang,  aku  juga  menulis - nulis sendiri dengan cara otodidak dengan melihat al – qur’an kemudian membacanya dan menulisnya, dengan demikian aku terus lanjutkna hingga berjalan beberapa hari,hingaa tiba waktunya aku menghadapi Ujian kelulusan sebagai loncatan menjadi, santri asli alias beneran, akhirnya tidak terasa pelajaran bahasa Indonesia aku lewati, berhtung aku lewati, tajwid aku lewati, hingga tiba masa pelajaran IMLA’ tidak ku duga ternyata aku bisa mengerjakan tanpa aku sadari ini jari terus mengores - gores diatas kertas lembaran jawaban, sungguh aku tak sadar, koq aku bisa menulis yaAllah terima kasih atas bantuan yang telah engkau turunkan semasa ujian, aku sungguh tidak menyadari, koq aku bisa, akhirnya aku bersyukur bener - bener bersyukur sambil berheran - heran kepada diriku sendiri koq aku bisa, ya, sudahlah semoga yang ku kerjakan dapat mengahantar aku menuju kepada yang diharapkan oleh orang tuaku dan juga diriku pribadi, jelang menunggu hasil dari kelulusan para calon santri  semakin khusyuk berdo’a,  memohon agar mendapatkan kelulusan ataupun mendapatkan yang terbaik, akhirnya usai berhari - hari menanti sebuah keputusan pengumuman kelulusan seluruh calon santri, dari berbagai daerah,  para wali santri berduyung - duyung menyaksikan Yudisium yang diadakan dibelakang terop,  para santri duduk dengan mengenakan peci serta berpakaian kemeja putih dengan mengenakan sepatu fantopel tidak lupa dengan mengenakan nomor urut ujian yang telah disematkan oleh pantia penerimaan calon santri baru sekaligus panitia ujian kelulusan, sebelum kita para calon santri mendengar kan keputusan kelulusan hasil ujian, pak kyai dan juga pak direktur KMI mejelaskan berbagai kebijakan dan penjelasan lingkup dunia pesantren dan juga keputusan yang akan diterima harap diterima dengan lapang dada,  karena ini murni dari jerih payah anak - anak ibu bapak sendiri  bukan ada embel - embel dan unsur, apa –apa, maka dengan kita memahami bebera patah kata dari pak kyiai dan  juga pak direktur kita sedikit merasa legowo dan mendapatkan pencerahan, akan tetapi tetap saja, suasana hening beserta tegang dan harapan akan kelulusan tetap mengiringi hati dan ruh yang sedang getar mengaharap dan menanti, hingga tiba akhirnya sebuah penantian yang kita tunggu – tunggu aku sungguh tak kuasa melihat nomer yang aku kenakan ketika itu seingatku nomorku 563 an, aku sungguh menanti agak lama memang dari mulai nomor 1 hingga 760 an, keringat keluar, deg degan pasti, cucuran air mata keluar dengan memegang nomor yang ku pegang hingga kertas berisikan nomor itu basah karena air mata yang menetes diatas kertas nomorku, sekaligus keringat yang keluar dari tangan hingga terkeremes kertas beserta nomornya,  sungguh hingga akhirnya nomor – nomor yang sudah dibaca, semakin mendekati, dengan nomor yang aku miliki,  Sungguh aku tidak sadarkan diri setengah sedih seneng diluar kesadaran nomorku disebut gelombang satu, aku langsung sebut “ALHAMDULILLAH” didalam hati ya Allah semakin deras  air mata yang keluar hingga ku mengusapnya dan aku langsung lari menuju BAPENTA (bagian penerimaan tamu) disanalah ibuku menunggu bersama pamanku hingga akhirnya aku menemuni ibuku dijalan, aku langsung memeluknya tanpa henti ku ditanya gimana  gimana?  campur dengan bahasa jawa pyie pyie? jawabku gih gih bu’ aku lulus, aku lulus, masyaAllah Alhamdulillah ya sudah kesana kemasjd ikut sama temen - temen yang sedang sujud syukur, aku langsung bergegas menuju masjid suasana saat itu sungguh penuh dengan aura dan gelora mengaharukan ada yang menangis senang ada yang menagis,  ada yang nangis karena bersyukur, ada juga menangis, sedih karena belum mendapat kan kesepatan untuk menjadi santri asli alias belum lulus, dan  harus menjalani calon santri selama setengah tahun tanpa kehilangan kesempatan untuk setara atau seangkatan, dengan teman – teman yang sudah terlebih dahulu lulus, tanpa harus tertinggal kelas, aku mantapkan hati di masjid dengan berbagai ungkapan yang aku lotaran ke pada Allah , ucapan syukur, tahmid keluar dari mulutku, terimakasih yaAllah, engkau sudah kabulkan permintaan ku, hingga akhirnya, usai dari masjid aku kembali ke tempat dimana ibuku menunggu , aku disana mulai bercerita tentang bagaimana tentang keadaan Yudisium atau pengumumannya tadi, sungguh menyedihkan dan tegang , bu.. aku merasa kan hawa dan atmosfir yang berselubung do’a dan juga harapan yang besar, hingga tiba masanya disamping kanan kiri depan belakang berucap Alhamdulillah dan mulai mengosongkan bangku – bangku yang tadinya masih penuh, aku mulai berharap dengan kencengan tanpa tengok kanan dan kiri  melihat nomorku sendiri takut terlewati, sambil berdo’a berharap yaAllah, yaAllah , YaAllah, kumohon, ucapan batin yang terpendam amat jauh, aku lanjutkan cengkrama ku dengan ibuku seputar, bagaimana proses selanjutnya setelah penerimaannya ini,  aku tuturkan pada ibuku “ ya sudah nanti tinggal masuk pelajaran dan kelas dibagi kembali pembelajaran seperti biasanya  adapun yang belum lulus boleh mengikuti proses belajar mengajar dalam rangka  menanti ujian ditengah semester dan mendengarkan pengumaman kelulusan kembali digelombang yang kedua”, singkat cerita aku langsung menuju pondok Gontor 1 di ponorogo, melewati beberapa prosedur hingga tiba masa aku menempati Asrama Anak – anak baru semuanya, aku bangga terhadap diriku dan juga  teman - temanku yang sudah berjuang semaximal munkin serta sekuat tenaga demi bersama sama mencapai cita - cita mereka dan disertai dengan  harapan para orang tuanya, tiba saatnya aku dan juga seluruh santri baru mengetahui siapa saja orang - orang yang mendapat amanah untuk mengurus kita diasrama selama 24 jam meskipun kami nantinya aka tidur tetep terus akan diawasi begitulah system kita dipondokku kala itu, yang pertama kali dikenalkan adalah  Al – akh Ali kedua Akbar kaban yang ketiga anshori , dari biodata yang saya tangkap Al akh ali berasa dari Jakarta, Al akh Akbar kaban berasal dari Jakarta pula konon katanya beliau ini adalah anaknya menteri kehutanan, setahu saya saat itu adalah MS KABAN ayah beliau, kemudian  Al ack ansori dari semarang, kemudian yang aku ketahui lagi masalah, pengurus kader adik kelas yakni al ack Baston dari Magelang meskipun beliau itu kelas empat KMI setaraf dengan kelas 1 SMA, tapi badannya besar , sama juga Al ack Budi yang berasal dari Madiun,kala pemilihan dan juga pengetahuan kita tentang para pengurus sudah sekilas kita kenal mulailah berjalan pendidikan dan pengajaran dipondok pesantren kami, meskipun demikian ada beberapa hal yang unik semasa kami masih menjadi santri yakni tentang ketua asrama kita Al ack Akbar Kaban yang anaknya menteri Kehutanan, semasa kami mengobrol dengan sebaya teman – teman  “kalau bapaknya  datang kepondok, sepondok dbuat  ribut untuk menyambut kedatangan Bapak beliau sekaligus, belum membuat pagar betis, dll.  wahh, kalau bapak / ayah kita - kita datang kayaknya ngak segitunya, he he.
Tidak terasa waktu terus berjalan akhirnya massaku di kelas satu KMI terlewati penuh dengan dinamika yang  masih seputar asrama, kelas dan pengenalan dunia pesantren itu sendiri, usai aku menjalani kehidupanku dibangku kelas satu dengan sedih, senang susah, semangat, optimis, bercampur mengikuti irama dinamika pondok saat itu benar - benar telah membuat nilai tambah dalam warna kehidupanku, pada saat itu, kelas satu KMI (sebaya dengan satu SMP diluar) telah terlewati, akhirnya liburanpun menyongsong santri baru yang baru menjadi santri satu tahun benar – benar menjadi momentum yang sangat  ditunggu - tunggu oleh santri baru tetapi pada saat itu meskipun kita telah menghadapi ujian dan pulang kita tidak lepas dari harapan dan do’a - do’a yang terus kita lantunkan supaya mendapatkan hasil dari pada kenaikan kelas 2 KMI seperti yang diharapkan oleh kita dan orang tua kita , semoga  lantunan ku ini di ijabah oleh Allah waktu berlibur 40 hari lamanya 10 hari sebelum puasa dan sampai hari raya ketupat, sepanjang memasuki Ramadhan diawal,  memang dada beserta hati ini, serasa terombang ambing antara YAAllah lulusin saya ya,,,diantara do’aku gelisah pasti ada tapi tampaknya ibuku,  serasa optimis “karena kamu,  tutur padaku sudah berusaha dengan semaximal munkin iyakan?” Iya bu.. tuturku pada saat itu,  tidak menjadi masalah bagiku juga setelah mendengarn beberapa wejangan dari ibuku hasil yang bagaimana pun,  aku akan terima, tutur dalam lubukku insyaAllah, akhirnya tiba masanya ada suara motor yang berhenti didepan rumah dengan warna orange bajunya pun orange ternyata yang kita tunggu tunggu akhirnya datang juga , pak pos, mulailah bertanya pak pos apa benar ini rumahnya ,,,pak Muhammad Ali susanto,  karena alamat yang tertulis adalah atas nama ayahku saat itu beserikut alamat rumahku, dengan agak serius diikuti perasaan menyebut -  nyebut memohon ke pada Allah agar engkau luluskan Hambamu ini,, dengan bacaan  bismillah akhirnya aku buka setelah aku buka, ternyata  dan ternyata Hasilnya…dari atas aku baca surat tersebut hingga ada lembaran kedua ada yang bercetakkan tebal, bertuliskan DINYATAKAN  LULUS PERTIMBANGAN, Ucapku langsung dalam hati dan mulutku dengan suara nyaring ku dengar sediri Alhamdulillah, Alhamdulillah, tiada yang pantas  kata melainkan  kalimat Alhamdulillah, berapa banyak orang yang tidak mendapatkan pendidikan yang patut aku keluarkan dari mulutku ini kecuali kalimat tahmid dan ucapan rasa syukur, aku sudah tidak sabaran pengen kabarkan hal ini kepada ibuku yang sudah berusaha dan bersusah payah untuk terus menyuport diriku yang lemah ini pada saat itu ketika pertama – tama dipondok pesantren, demikian juga ayahku ,  berhubung keduanya memang dalam keadaan  keluar rumah, ibuku mengajar hingga datang nanti seusai sholat dhuhur sedang ayahku nanti malam biasanya setelah maghrib, sedangkan saat ini baru jam delapan pagi, “tidak apalah aku akan sabar menunggu”, begitulah qolbuku bersuara, meskipun demikian aku tidak tinggal diam aku langsung mengambil air wudhlu dengan bergegas untuk tunaikan sholat dhuha dua hingga enam raka’at usai sholat,  aku bersihkan rumah,  usai mengerjakan pekerjaan rumah dan menjaga toko, waktu yang ada sambil penantian ibu dari sekolahan,  aku gunakan untuk membaca buku sambil menjaga toko dihadapan televisi, selain aku berharap nantinya ibuku senang,  semoga beliau juga merasa lega dengan hasil yang selama ini kedua orang tua usahakan,  untuk menyekolahkan anak – anaknya dipesantren sungguh aku sangat bersyukur dan beruntung memiliki orang tua yang hebat dan patut aku jadikan tokohku dan guru besarku. Waktu terus berjalan hingga ahirnya tibalah ibuku di rumah dan aku langsung mengabarinya, tentang hasil ujian dan kelulusanku, sambil aku memberikan suratnya “ OH kataibuku Alhamdulillah semoga tambah sukses, ia bu’ jawabku, tidak terasa ayahku pun juga demikian,  ketika aku kabarkan tentang kelulusanku, maka tidak jauh dari apresiasi yang seperti ibuku contohkan diawal, semoga tambah sukses tuturnya”
Sekian mohon maaf apabila ada tuturkata yang tidak berkenan.Billahi taufq walhidayah wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.



























BERBICARA TENTANG DIRIKU SENDIRI DAN SEJAUH MANA SAYA MEMILIKI SEMANGAT  WARTAWAN.
Alhamdulillah Aku dilahirkan diprovinsi jawa timur tepatnya di Bojonegoro, Aku begitu termotivasi dengan beberapa hal yang terkait dengan diriku contoh kecil semisal dari sisi tanggal lahir ku saja, aku sudah mulai termotivasi ketika melihat tokoh - tokoh Indonesia seperti Pak Harto mantan presiden kita kedua dan juga  Jokowi, mantan wali kota solo yang sekarang menjabat sebagai gubernur Jakarta, kemudian juga  presiden kita ketiga juga demikian Habibie, mereka mereka itu lahir di bulan yang sama dengan ku, ya semoga saja nanti sama juga suksesnya Amien bahkan melebihi beliau – beliu yang diatas, itulah yang sejenak yang  momotivasi diriku, aku lulusan SDN sumberarum Kec Ngraho  di Kab. Bojonegoro kemudian aku melanjutkan studi jenjang SMP dan Juga SMA di pondok pesantren Modern Gontor . selama enam tahun aku mengeyam pendidikan didalam pondok sama halnya  Ahmad  fuadi penulis negeri lima menara yang menuliskan ksah perjalanannya masuk pondok pesantren gontor hingga saat ini dapat mewujudkan cita- citanya masing – masing, aku juga termotivasi  dari komunitas dipondok ku itu, meskipun aku tidak satu instansi dari penulis negeri lima menara tetapi instansiku ketika dipondok juga berseberangan dengan instansi yang dulunya Ahmad fuadi belajar menulis didalamya dinamakan ITQAN (ilmy tarbawy qur’ani). Sedangkan tempatku belajar instansi yang bertempat disampingnya  bernama  FP2WS (forum pengembangan potensi dan wawasan santri) disitulah aku mengetahui dunia ilmiah diskusi, tulis menulis dan lain sebagainya,  kalau Ahmad fuadi dia ITQAN (ilmy tarbawy qur’ani) meskipun demikian,  didalam negeri lima menara itu juga terdapat Alumni FP2WS yang sekarang sudah sukses,  didalam novel lima menara dia bernama asli Adnin Armas, kemudian selama didalam FP2ws aku juga lumayan active di bidang tulis - menulis mekipun tidak terlalu sering karena memang sewaktu santri harus bener bener membagi tenaga, waktu, pikiran dan perasaan dikala itu masih dalam forum kajian, dan juga sebagai  moderator di beberapa acara seminar – seminar yang ada dipondok, dan Halaqoh – halaqoh kecil yang , lumayan mengenang, karena banyak waktu ku habiskan didunia kreativitas ilmiyah, selama duduk dibagku kelas lima setaraf dengan kelas  dua SMA, aku sudah dikader,  dan ketika menginjak  kelas enam melanjutkan dan mengajari sebisa mungkin yang aku bisa didunia debat, diskusi, pidato, kemudian tulis - menulis, mading, dan lain sebagainya, setelah dunia jurnalis ku  habiskan ketika santri beranjak ke pengajar alias ustadz aku mengabdi sebagai guru di gontor Tiga, sekaligus megurusi pabrik teh dan roti tidak lama kemudian, selang beberapa minggu aku pindah ke perpustakaan dan disanalah mulai aku galangkan kekuatan untuk menerapkan ilmu yang sudah aku dapat semasa santri, hidup didunia mading dan diskusi, cerdas cermat, kajian, seminar aku aktivkan kembali semaximal aku bisa, selang beberapa bulan aku menduduki posisi perpustakaan aku menuju penangung jawab sebagai staf photo copy disana beberapa pengalaman menarik juga aku dapatkan dari mulai memphoto copy , hingga terbelah tangan karena menjilid – jilid makalah dan buku, sebagai pernak-  pernik photo copy,  usai dari pondok aku sekarang menjadi mahasiswa IAIN yang sampai hari Ini aku masih senantiasa manfaatkan untuk bermanfaat bagi orang lain sebisa mungkin dengan cara aku mengajar TPA meskipun tidak terus terusan dan juga mengajar mbah atau  nenek  kos,  yang mau belajar, dan juga les sekaligus menjadi ketua kelas yang juga sebisa  mungkin bermanfaat dan berkontribusi, beserta tertep tidak lupa kewajiban sebagai mahasiswa tetep belajar, sekian untuk singkat profil dan juga keinginnanku, nantinya ingin seperti kiprahnya, Pak Dahlan iskan, bener - bener hebat beliau usai membaca bukunya, tentang beliau,aku serasa  tertampar dengan cerita perjuangannya didunia jurnalistik, salam sukses. Solopos.

Adapun Curikulum Vitae Saya :
Nama                         : Ahmad Zia Khakim
TTL                 : Bojonegoro , 18 juni 1994
Jenis kelamin            :Laki – laki
Status                         : Belum kawin
Agama                       : Islam
NO HP                       : 085730448414 (active)
                       
No REKENING        : 6185-01-010352-53-6  BRI,  Atas Nama AMINATUN, ibu saya.

Twitter                       : Ahmad Zia Khakim
FB                               : Ahmmad Zia Khakim
Blog                : ziamotivatormuslimdunia17th
Profesi                        : Mahasiswa
                        Owners OMAH BBM ( BACA BUKU DAN MENULIS) Di Bojonegoro   
Riwayat Pendidikan ;
TK  Kalirejo
SDN Sumberarum 03
PONDOK PESANTREN DARUSSALAM GONTOR
( Islamic Traning Teacher Collage)
INSTITUT STUDI ISLAM DARUSSALAM ( ISID)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA ( IAIN SURAKARTA)

PENGALAMAN BERORGANISASI :
Sd ketua kelas
Menjadi kader FP2WS  ( forum pengembangan potensi dan wawasan santri )
Ketua kelas siswa akhir KMI
Menjadi ketua Diskusi UMUM peserta 800 - 1000
Menjadi staf di beberapa momentum seperti BAZAR, Seminar dll.
Sekjen IMM Komisariat Djazman Alkindi
Sekjen HMJ syari’ah
Berpengalaman :
Staf café di pondok
Staf jurnalis sebagai peliput berita ketika UJIAN berlangsung
Menjadi staf trayek.
Menjadi kader Bazar kakak tingkat dan juga staf photo copy
Mengikuti perlombaan Debat interaktif antar kampus,
Mengikuti perlombaan beberapa macam di dunia tulis menulis
Mengikuti perlomban baca Puisi
Menjadi juri TPA didunia Puisi
Menjadi staf pabrik roti dan juga teh
Menjadi staf PERPUSTAKAAN dipondok
Menjadi staf Photo copy dipondok
Mengikuti KMD, dan KML.
Menjadi panitia KML ( kursus mahir lanjutan)
IMM ( Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah)
DAMI ( Dakwah Admistrasi Management ikatan)
BMM ( Baret Merah Mini)
Panitia Muktamar  50 th IMM ( setengah Abad)
Prestasi :
1.      Peserta terbaik Putra di DKM (diklat kepemimpinan IAIN)
2.      Mengikuti perlobaan KTM (kalau tidak salah no 2. Se kampus ISID)
3.      Mengikuti perlombaan POSPEDA tenis meja
4.      Mengikuti perlombaan DEBAT 3 bahasa saya mendapat yang bahasa Indonesia ada, arab, inggris dan bahasa indoensia
5.      Mengikuti perlombaan menulis puisi dan juga kata mutiara di internet tidak tahu bener dan tidaknya. Saya membuat dan mengirimnya
6.      Khutbah menggunakan bahasa Arab dan bahasa Indonesia  ada English nya sedikit – sedikit
7.      Mengikuti dauroh tadribiyah dan muqobalah Universitas islam Madinah
8.      Mengikuti LKMO IMM
9.      Mengikuti DAMI ( Dakwah administrasi management Ikatan) IMM
10.  Mengikut  BMM ( Baret merah mini) IMM


Adapun tempat yang pernah aku jelajahi antara lain: seneng tour, juga
1.      Boscha (teropong bintang terbesar seasia tenggara ) di lembang bandung
2.      Ke Jam matahari di bandung juga
3.      Ke museum radya pustaka solo
4.      Museum Merapi di yogyakarta
5.      Ke GBK, senayan Wisuda akbar hafalan al- Qur’an
6.      Menjelajahi kota serang / banten / tangerang kurang tahu pastinya yakni ke masjid AL’a’dzom di tangerang masjid terbesar setangerang, kemudian menara putih banten, kemudian ke Rumah Baca Golagong,
Dan lain lainnya. Kiranya belum dsebut mohon maaf sebesar besarnya harapanny
CV singkat ini dapat menj
adi gambaran pribadi saya terimakasih.



















                                                                                ( kata Mutiara)

Alhamdulillah hujan rintik rintik dengan megendarai sepeda motor kencang memang berkendaraan sedangkan hujan rintik perlahan, memang demikian, tetapi hujan menghujam ke kulit hingga pori pori akhirnya menjadi tersentak akan semangat yang membangkit, dari pada kehujanan lebih baik hujan hujan, he2 ini menarik loh sobat kita, akan merasakan damai.





HANYA ENGKAU SAJALAH SANDARAN KAMI
Kepadamu, lah tangan ini menegadah.
Mengharap Ridhlomu.
Memohon seutuhnya, berdo’a, bersujud,..
Kepadamulah kami berserah..
Kepada siapa lagi kami ini, harus meminta, mengeluh, kalau bukan kepadamu
Hanya padamu lah kami ini kembali..
Maafkan kami yang telah aniyaya diri kami sendiri,
Kalau lah bukan Karena ampunanmu, kasih sayangmu, cintamu, Rahmatmu
Kami adalah termasuk orang – orang merugi,
Kami yang lemah, tiada daya upaya,
Hanya kepadamulah diri ini berharap,
Terimalah Amalan – amalan kami selama ini
YaAllah,.. Ya Allah, terimakasih ya… Atas nikmat yang engkau berikan …
Wassalam….




                                                                (kata Mutiara)
-          Bergeraklah maka, kamu akan medapatkan keberkahan.
-          Larilah dan lihatlah sekelilingmu maka, tumbuhan dan jalan – jalan , rerumputan bahkan sampah seakan ingin berdialog juga dan berbicara dengan kita lihatlah aku dan rawatlah aku, lindungilah aku dan peliharalah aku” sungguh berjuta kenikmatan tak terhitung yang kita miliki kita telah dipercaya, bagaimana dengan diri kita sendiri?
-          Make your experient is other and other than before and than other persen, and better than before ofcourse.
-          Berfikir Keras dan bekerja keras , berdo’a keras, bersabar keras, berikhtiar keras.
-          Inovasi dan kreativitas sangat membantu dalam kehidupan kita dan orang lain
-          Adikku sedang mencari lap bingung dimana lapnya, kata ortuku” emang lap bisa datang sendiri


TADARUS…
Siang hari, ku menyebut  Asmamu Allah
Malam hari, ku bertadarus …berdzikir padamu..
Jauhkan dan bersihkan Lisanku ini dari api neraka

Dengan bacaan Bismillah..kuarungi samudera kehidupan
Ku pahami denyuh – denyuh kehidupan dengan perlahan.
KuAgungkan Asmamu dengan Firmanmu
Ku fahami dan amalkan untuk akhiratku kelak,.
Dengan segala, kerendahan Hati, lindungilah diri hamba, .
Jagalah diri hamba, selamatkanlah diri hamba,

Siang, malam kutak berhenti berharap dan meminta
Meskipun aku tahu begitu banyak dosa yang tak terhitung,
Laksana darah yang berlumuran disekujur tubuh,
Ampuni kami – kami..ampuni diri hamba,
ASSalamualaika…ya Habiballah, wa Ya ashabarrosulillah…

By : Amarullah.



Sengketa Pilpres 2024 di Ajukan di Mahkamah Konstitusi

  Foto Hanya Pemanis 😁 With Prof. Dr. Arief Hidayat , SH, M.S. salah satu Hakim Mahkamah Konstitusi RI Dalil permohonan kecurangan pilpres ...