Self
Support untuk Negeriku tercinta Indonesia
Bagian 1
Bicara Masalah pendidikan
Sekarang begitu
bergejolak budaya barat yang sudah mulai meracuni pola Pikir, bahkan sudah menjadi suatu hal
yang biasa dikalangan masyarakat Indonesia saat ini, tingkah laku seorang muslim yang bernuansa
kekanak – kanakan alias kurang dewasa
didalam menghadapi dan menyikapi kehidupan yang menglobalisasi, coba kita perhatikan apa yang terjadi? Kita sudah tidak memperdulikan anak
– anak kita kelak supaya mendapatkan kesuksesan didunia serta diakhirat, sekarang kebanyakan para orang tua befikiran,
yang prakmatis alias didunia saja, yang
terpenting mempunyai gengsi
didepan, kayalah, terkenallah, dipuji –
pujilah, apakah itu yang terpenting bagi kita, kasihan anak – anak kita, yang
belum memahami akan hal - hal yang seharusnya, tidak perlu dan tidak hadir
dikehidupan anak kemudian menjadi ada, sekarang anak- anak sd saja sudah harus
mengetahui dunia game, dan dunia internet,
yang seharusnya tidak perlu ada tetapi menjadi ada, itulah perkembangan
zaman yang mengharuskan kita senantiasa memaksa diri mengikutinya, demikian
itulah yang terjadi saat ini. Coba mari kita bersama renungkan para orang tua,
maupun calon orang tua, kapan kita berfikiran untuk anak, agar memiliki
motivasi untuk kehidupan yang ia hadapi,
memiliki daya dorong untuk berbuat,
memiliki sebuah karya dan memiliki prestasi serta skil - skil yang bisa,
ia gunakan dikemudian harinya, inilah yang seharusnya menjadi beban utama
bagi pendidik pertama para orang tua,
yang berada dirumah, akan tetapi kenapa
menjadi sebaliknya pendididkan dirumah menjadi dinomor duakan, bahkan
sekarang orang tua mayoritas sibuk sendiri dengan pekerjaannya, sibuk
dengan dunia kerjanya sendiri, tanpa
harus berfikir mengglobal, serta berfikir kontributif buat banyak orang, wal
hasil anak - anak yang dulunya tunduk dan patuh, serta mengetahui yang baik-
baik saja, justru sekarang ini berlomba mengikuti
trend perubahan, akhirnya anak – anak mengedepankan sahwat/ nafsu yang bersifat
sementara dan berjangka pendek, demikianlah sedikit ulasan yang berkaitan
dengan penddidikan didalam negeri kita, jika kita mau menengok didunia nanjauh
disana saudara- saudara kita, anak -
anak palestina, jika mereka sudah berangkat dipagi hari mereka sudah mempunyai
keyakinana bahwa apabila “saya tidak
kembali disore hari, saya tidak apa – apa itu artinya mereka memahami betul,
hidupku saja milik Allah apalagi matiku, demikian itulah mereka mememliki
prinsip yang patut kita jadikan contoh,
namun apa yang terjadi saat ini, anak masih berumuran sd saja berangkat
dipagi hari, pulang dimalam hari, wal hasil dirumah dimarahi dan dipukuli tanpa
memandang bulu disitu ada sisi pendidikannya,
tidak tahu menahu, yang ada hanyalah nafsu saja, ini sedikit ulasan bagi
saya kenapa kita tidak pernah memperhatikan, hal - hal yang berkaitan dengan
perkembangan anak, bagaimana kita
melakukan pendekatan yang manusiawi, terutama dengan sang buah hati, paling
tidak dengan kita mengetahui hal – hal
yang paling ia cintai, kita bisa memfasilitasinya, kemudian dengan
begitu sianak akan terus mengasah dan mengasah bakat dia, sehingga dia
mempunyai kepercayaan diri atas bakat yang dia miliki, disamping itu dia juga
akan bangga, dan akhirnya dia berani berekpresi sehingga membuahkan hasil, tanpa kita sadari dia akan mengacu kepada prestasi
dan prestasi, demikian yang harus dan
patut kita perhatikan betul sebagai
seorang pendidik yang pertama dirumah kita masing – masing boleh jadi sang ibu,
boleh jadi sang ayah, dimana ada waktu luang bisa digunakan untuk mengasah
pendekatan sosisal kepada sang buah hati, ini saja yang dapat saya sampaikan
semoga bisa menjadi bekal bagi kita didunia maupun diakhirat kelak, sekali lagi
agar diperhatikan betul skil yang akan
menjadi pacuan sang anak kedepan dengan kita memperhatikan anak – anak kita,
setelah memepersiapkan bibit kader bangsa yang berkualitas dan siap bersaing
didunia competitor, teruslah kita
berupaya untuk lebih baik dan lebih baik dalam mendidik dan membimbing anak
kita, berbakti dan membuahkan hasil bagi diri sendiri maupun bangsa, inilah yang menjadi pacuan kita bersama,
rosulullah sudah mengajarkan kita,
bagaimana sikap kita didalam menyikapi dan membibing serta mengarahkan sang buah hati
dari semenjak lahir, hingga kembali keliang lahat, kita bisa baca berbagai macam
buku tentang Rosulullah, demikian saya harap bisa sedikit menjadi renungan kita
bersama. Terkhusus para Kawula orang tua dan calon orang tua.
“
Attori qotu Ahammu Minal Maaddah”
Wal
Mudarrisu Ahammu minattoriqoh”
“Wa
Ruuhul Mudarrisu Ahammu Min mudarris Nafsuhu”
BAB 2
Hari Kesehatan Nasional
Alhamdulillah
bangsa indonesia sampai detik ini, sudah
melewati beberapa hari istimewa dari berbagai hari yang mempunyai pengaruh
kepada NKRI, begitulah indonesia mempunyai hari - hari yang memang patut untuk
direnungkan, karena para pendahulu lah yang telah menghantar kita sampai detik
ini bisa bernafas dengan lega dari penjajahan, secara de jure memang kita sudah
merdeka, akan tetapi secara de facto kita belum, karena banyak yang bisa kita
lihat, dikasat mata ada glory, gospel, gold,
tetapi memang disana sini pasti masih banyak kekurangan, secara tepatnya
pasti kita tidak mau mengatakan bahwasannya negara kita telah terlepas dari
penjajahan, memang perlu kita koreksi bersama apa kekurangan kita maka dari itu,
mari dengan beranikan bersama melangkah, merapatkan barisan, insya Allah negara
kita akan semakin sehat sejahtera secara moral, maupun material, memang itu
tidak mudah, tetapi dengan kita merapatkan barisan pasti kita bisa, indonesia
untuk maju, kemaren ada siaran dari tayangan televisi bahwasannya ada beberapa
tokoh indonesia yang memiliki pengaruh, salah satunya adalah Pak Dahlan iskan
mantan ketua PLN dan sekarang menjabat menjadi Menteri BUMN, ketika beliau
diwawancarai dan ditanya tentang ndonesia dipenghujung wawancara itu disebuah acara stasiun
televisi, dua Kalimat saja untuk indonesia? beliau kemudian menjawab dengan
optimis INDONESIA MAJU, luar biasa hati ini tersentak, bagaimana tidak? bahwa
indonesia ini masih memiliki jiwa- jiwa yang memang sedang merintis dan terus
berusaha dengan berbagai elemen
masyarakat, memacu untuk terus maju di zaman yang serba teka- teki ini,
perasaanku akhirnya ikut terhenyut dalam keoptimisan bangsa kita, maka demi
memperingaiti hari kesehatan nasional ada beberapa daerah yang memang memanfaat
momentumm ini, untuk dijadikan ajang dari pada pergulatan sosialisai kepada
masyarakat, seperti pendonoran darah, kemudian acara jalan santai dan penelitian
kesehatan, atau bisa juga kita sebut penelitian penyakit, kemudian
penangulangan penyakit kanker dan beberapa perlombaan yang ikut memeriahkan
peringatan hari kesehatan indonesia yang ke 48 demikian yang memang harus kita
pacu bersama supaya indonesia menuju kepada kesejahteraan dan sehat secara
moril maupun materil. Untuk kita para pemuda indonesia apa yang harus kita
lakukan untuk mendukung beberapa program kerja, sudah pastinya mendukung apa
yang saat ini sedang terjadi, dimedia massa pembahasan masalah rokok, bagaimana tidak, dibeberapa
dinding - dinding sekolahan sudah ditulisi kawasan bebas merokok , akan tetapi
tetap saja pasti masih ada yang melanggar, memang ada yang sudah terlaksana,
dari beberapa lembaga yang menerapkan dan mendisiplinkan serta mengkondisikan
secara tepat dari jangka lampau dulu, harpannya dapat mencegah wabah rokok,
tetapi pelangaran pada akhir - akhir ini, masih bisa terjadi, sudah lama hal
ini di kebumikan, namun ada beberapa oknum yang tetap melabrak tata tertip yang
sudah dicanangkan itu, coba kita
berfikir sejenak, bisa ngak kita ini senang ketika membeli rokok dengan harga
20 ribu bisa nga’? sebenarnya hati nurani ini mengatakan sebuah apresiasi
didalam lubu hati yang paling dalam? Tolong jawab dengan hati kecil anda? pasti
tentunya jawabannya, (tidak) menghisap asap koq malah membuat senang, banyak orang menghindari asap dijalan-
jalan, justru ini menghirup atau alias
mencari sendiri aneh, bukankah banyak
dijalan - jalan raya orang berubah menjadi poweranjer alias memakai masker
supaya tidak sembarangan menghirup asap yang tidak sehat, coba bisa dilihat
sendiri ya, ada asap kendaraan ada asap rokok, ada asap orang bakar - bakar macem - macem aneka
makanan dan asap - asap yang lainnya
kompor lah dan asap - asap para pedagang, asap pabrik, coba kita lihat sendiri,
kita kan tidak pernah menyadari bung, begitu kita ini menyumbang berjuta –
juta, asap. analoginya kita ini meruntuhkan kesehatan kita sendiri, belum lagi
kita malah tidak membela diri, bukannya
kita menangulanginya, bisa kita lihat bukan teman - teman, bagaimana kita bisa
menjadikan negeri ini menjadi sehat kalau seandainya kita, kaum muda masih
enggan untuk mengetahui hal - hal seperti ini, dengan adanya
keprihatinan dari berbagai sektor individu maupun kelompok, ada yang sulit -
sulit mencanangkan tanaman seribu pohon,
ada yang setiap hari mencoba untuk menanam pohon satu demi satu, ada juga yang
serta merta dengan tidak berfikir panjang senantiasa menebang pohon dengan
tidak memeperhatikan evek alamnya, evek kemanusiannya dan masih banyak lagi
yang lainnya...... demikian terimaksaih.
“
Mensana en corporesano”
“ Al
Aqlussalimu fil jismis salami”
Akal
yang sehat terdapat pada tubuh yang sehat
BAB 3
Perjuangan butuhkan Pengorbanan.
ketika
shubuh datang, senandung adzan pun kita
dengar dengan sahut di atas langit, akhirnya aku pun menysusul adzan itu dengan
upaya pergi ke masjid di depan rumahku, dengan suara, yang tidak terlalu
lantang alias masih cepreng, dengan denyuh- denyuh yang aku mampu, ku keluarkan suara yang
paling merdu, akhirnya pada suatu saat diantara adzan dengan iqomah aku
menunggu kedatangan sang Ayah yang biasanya menjadi Imam kita selaku para
jama’ah, di masjid tersebut, setelah sholat shubuh kita pun berdo’a, selesai
berdo’a terjadilah percakapan antara Ayah dan diriku “yah, nanti kapan kita
menjenguk kakak di pondok, ya? ” katanya ibu nanti minggu ini, oh gitu
ya” yah, kapan aku nyusul seperti kakak ya, yah?. Memang kamu sudah
punya keputusan nanti setelah lulus sd
kamu mau lanjut kan pendidikan kamu dimana? Dengan Hangat dan semangat shubuh
aku menjawab iya yah” aku mau nyusul kakak, kayaknya enak banget belajar
dipondok, dengan nuansa islam dan kebersamaan dimana - mana, dari daerah mana
pun kita bisa mengetahui keunikan mereka, dan lain lain, lah yah, itu yang aku
gambarkan sementara ini yah” iya tutur ayahku, berdo’a saja insyaAllah kamu
bisa menyusul kakak mu yang sekarang menjalani pendidikan di pondok pesantren,
akhirnya setelah percakapan itu berkutik seputar masalah pendidikanku kelak,
tidak lama kemudian kita berdua pun sampai dirumah, sesampainya dirumah aku pun
memegang Al-qur’an begitulah kebiasaan, yang ayahku kerjakan pada saat itu,
Akhirnya aku pun mengikutinya, dengan cara mengikuti sekolah ngaji tentunya di
Desa sekitar rumahku, disana aku belajar cara menulis, cara membaca, cara
menghafal, Tajwid dan masih banyak lagi yang lainnya yang berkaitan tentang Tpa
pada saat itu, silih berganti waktu akhirnya tibalah saatnya kita sekeluarga
menjenguk sang kakak, Ayah kebetulan pada saat itu belum memiliki Mobil,
akhirnya ayah berupaya meminjam Mobil dari adiknya, selepas Mobil ada didepan
rumah, tidak seperti biasanya yang menjenguk itu ibu dan ayah ditambah aku
paling, kali ini yang menjenguk, nenek, bibi, paman, ditambah dengan adikku
juga, tidak lupa bekal makanan dan oleh - oleh untuk kakakku pun
dipersiapkan, akhirnya semakin siang
terik matahari, jam menandakan jam 9 akhirnya dengan seksama membaca
Bismillahirrohmanirrohim “ semoga kita semua sampai tujuan, Tutur ayahku kepada
kita yang duduk di belakang, semoga sampai dan ngak mabuk tentunya tuturku,
setelah berjam - jam kita habiskan diperjalanan, akhirnya kita sampai juga
dipondok pesantren yang kakakku belajar didalamnya, kita mencari transit
dikawasan pondok yang tersedia luas, setelah dapat kita tunggu sebentar meminta
bagian informasi untuk diumumkan bahwasanya sang ananda “Amar mendapat
panggilan kedatangan orang tuanya, silih menit berganti menit, Amar kakakku ini
tidak muncul –muncul, akhirnya kita kerahkan santri yang sebaya dengan dia
untuk ikut serta membantu memanggilkan dan mencarikan keberdaan Amar untuk
memberi kabar bahwasanya keluarga nya datang ke pondok, beberapa menit kemudian
kakakku pun muncul, Alhamdulillah
tuturku dan saudara - saudaraku, kamu itu Mar, dicariin dipaggil ngak
kedengaran apa.? Maaf tuturnya aku sedang mencuci “oh gituh” aku menyahutnya.
Akhirnya setelah kakakku, Amar bercium salam dengan orang tua dan keluarga,
akhirnya dia menikmati hidangan yang diperuntukkan untuk dirinya, tidak lama
hanya 15 menit, waktu asharpun datang kamipun juga sudah berupaya untuk
memberes - bereskan dan belum sempat mengobrol
panjang dan menikmati hidangannya, akhirnya sudah tiba waktunya dia
harus berpisah sejenak dan nanti “
jangan lupa kembali setelah sholat dan ngaji ya.” Tutur bibi’ ku, akhirnya
setelah dia berusaha meninggalkan kita dia merapikan dulu sarungnya yang ngak
karuan dia memakainya dengan ditambah ikat pinggang dan baju yang sudah agak
kelihatan dekil ditambah dengan papan nama yang melenceng, miring. Maklum dia
masih kelas satu bisa dipanggil. Santri baru, begitulah kami menganggapnya
setelah merapikan bajunya dan sarung sebentar,
dia Cium tangan kembali seakan dia ngak banyak mikir karena sudah adzan
berkumandang “Nah disini lah aku mulai terketuk, hatiku melihat para santri.
Secara serentak meninggalkan berbagai aktivitas berbondong - Bondong menuju
Rumah Allah alias Masjid, disinilah aku mulai berfikir, dan menalar YaAllah koq
kayaknya seru banget ya, harmonis sekali ya, seakan – akan mereka tidak ada
beban menuju masjid dengan asyik, yang pergi sebelum Adzan mereka ngobrol
santai sambil jalan, dan ketika sudah adzan mereka, semua para santri ada yang
berlari dan ada juga yang jalan cepat, semua
di laksanakan dengan bersama – sama, serasa kompak dan para ustadz juga tidak
lupa untuk sigap mengambil langkah untuk memberhentikan santri – santri yang
ketinggalan, dan ada juga yang merapikan shaf didalam Masjid, aku mulai
membayangkan Wah”coba aku pakai sarung trus pakai sabuk, pakai papan nama pergi
ke masjid sambil tertawa dalam hati dan berbungah membayangkan, kemudian aku
berucap kepada ibuku, bu’ nanti aku juga seperti ini ya. Iya berdo’a saja
semoga bisa nyusul kakakmu, Amien, iya bu’ serasa aku sudah menjadi santri
saja.Tanpa aku berfikir panjang aku juga menyusul kakaku yang baru saja pergi
kemasjid meskipun aku pakai celana, bersama dengan ayah dan paman juga, ibuku
dan bibi’ serta nenek bersiap sholat juga di ruang yang kita transit. Akhirnya
kami pun laksanakan sholat ashar, setelah sholat kita lakukan berdo’a dan
dzikir sebentar, setelah itu tidak lupa kami pun yang didalam masjid juga
ikutan membaca al qur’an sejenak setelah itu kita bertemu kembali. Di tempat
transit kita, pertama tadi. Setelah waktu dan aktivitas pondok renggang dan
dapat dimanfaat untuk bertemu kembali, dengan sang kakak, aku pun langsung
samperin kakak saya dengan pertanyaan gimana mas mondok enak ngak? iya enak, katanya, nanti aku nyusul, ya..iya.
“kamu pasti bisa tutur kakakku, orang Kakak Dulu itu kurang persiapan aja
sampai sekarang masih bisa bertahan, akhirnya aku “menjawab dengan beberapa
kali menatap mata kakakku iya Kak”aku pasti bisa ya..! orang kamu belajar di
Tpa belajar ngaji sama Orang tua, gimana kamu masak ngak bisa. Setelah singkat
percakapan, akhirnya kakakku mulai melanjutkan percakapan seruan pengalaman dan
aktivitas di pondok diseringkan dalam forum keluarga, serta ibuku dan bibi’
serta nenek juga ikut serta bercengkerama keadaan dikampung halaman saat ini
bagaimana. Setelah singkat waktu benar- benar singkat waktunya, aku berharap
serta sekeluarga berharap bisa menjadikan kakakku lebih semangat belajarnya,
akhirnya, sudah saat nya kita berpamitan dari pondok ini” berlinanglah air mata
orang tua ibuku dan Kakakku mereka mereka saling mengungkap rasa rindu dan
ibuku tidak lupa memberi motivasi agar tetep kuat nan bisa gapai cita- citamu,
tutur kepada sang kakak sambil mencium tangan dan saling berlinang air mata,
semoga ini dapat mengobati rasa rindu dan kangen keluarga sehingga kakak tidak
usah berfikir keluarga yang enggak - enggak cukup do’ain aja, akhirnya tiba
saat nya kita semua sudah naik mobil dan melambaikan tangan kita semua kepada
kakaku dan saling berlinang air mata kita, kalaupun aku hanya bergetar hati dan
menahan rasa ingin menyusul, akhirnya Tergapailah cita-citaku. Saat ini. Ini
semua tidak lepas dari kakakku telah dahulu memberi contoh, ibuku ayahku dan
seluruh kerabat yang telah berupaya menyubangkan Kepedulian nya kepada keluargaku,
ini semua tentunya tidak lepas dari pengorbanan dari berbagai pihak, Sehingga
mendapat apa yang diangan - angankan olehku. Saat ini terimakasih YaAllah
engaku telah izinkan aku untuk menjadi santri saat ini, terimakasih ibu dan
ayah serta seluruh kerabatku yang tidak lupa terus memberi dukungan dan harapan
kepada kita sekeluarga.
“
tidak ada sebuah kemajuan tanpa sebuah pengorbanan “ apapun bentuknya itu:
organisasi, muassasah, kelompok individu dan lain sebagainya “ ( ust Syukri)
BAB 4 DIAJARI
YANG NGAK BENER DARI KECIL
Diajari mencari
Kambing Hitam, Amar anak berumur 2,5 tahun
dia berjalan menuju rumah sauadaranya dibelakang, jarak antara rumahnya
dengan saudaranya cukup dekat, hanya
dipisahkan dengan jalan, dia melintasi Jalannan yang cukup sepi dan sempit
itu, karena dia tergesa gesa mengejar
bola yang sebelumnya dia buat main – main, ditengah jalanan yang sepi akan
kendaraan, tanpa dia sadari akhirnya tersandung dan Terjatuh, kemudian merengek
dengan suara keras tanpa henti hingga akhirnya Sang ibu mencari -cari, dan
menemukannya, ibu Amar itu menjemputnya
dengan sapaan dan kasih sayang sang ibu, diangkat lah Amar ini dan dikasih tahu
sama ibunya “sudah nak sudah kodoknya sudah lari , ini juga Jalannya
Nakal”, kemudian setelah tangisannya reda
akhirnya dia kembali bermain. hal seperti diatas tanpa disadari berdampak pada peristiwa
berikut ini, yang mungkin kita angap biasa ditengah kaum terpelajar saat ini,
ketika Andi ini pergi kesebuah sekolahan
SD yang jaraknya lumayan jauh dari
tempat tinggalnya sekitar 5 km, seperti biasanya Andi menunggu bis yang melintasi perkampungan yang
akan menuju ke SD sekolahan dia, kebetulan ketika sampai di sekolahan Sd nya sudah jam 07. 30 WIB
melewati disiplin jam masuk sekolahan yang seharusnya jam 07.00, WIB akhirnya
setelah sampai di Sd nya dia langsung disambut dengan gurunya Pak Ali yang
terkenal akan kedisiplinnya di sekolahan, tanpa bosa- basi pak Ali bertanya “ kenapa kamu terlambat? ” dengan
suara lantang , kemudian Andi menjawab dengan memandang Pak Ali tanpa ada rasa
salah sedikitpun, ini pak, “bisnya lambat jalannya”, Lagian pak, pasti masih ada yang terlambat,
tidak cuman saya aja, Model seperti ini tanpa kita sadari telah membuat Anak
Bangsa dan Anak, cucu kita tidak berlaku
jujur, Padahal tinggal berkata seadanya saja, jutru itulah yang akan mendidik.
“
Keteladanan adalah contoh konret yang akan mendatangkan dampak yang positif”
“
liu tammima Makarimal Aklak”
BAB 5 Refleksi Menyambut 1 Muharram 1434
H
Selasa jelang hari Rabu dan kamis malam
guna menyambut datangnya 1 muharram 1434
H
Subhanallah
sungguh luar biasa karunia mu yang engkau limpahkan kepada hamba - hambamu yang
dhoif dan memiliki begitu banyak kekurangan, tetapi kami yakin dengan berbagai
dinamika kehidupan engkau akan menuntun hamba - hambamu ini yang dhoif dan
banyak salah, tanpa pengarahan darimu ya robb. Demikian aku harus berusaha
dengan semaximal kekuatan yang ada untuk tetap berada dijalanmu yang Lurus, aku
harus mengunakan waktu demi waktu, untuk kemaslahatan kemanusian dan diri ku
sendiri, untuk menyambut datangnya tahun baru umat islam, kita perlu persiapkan
1 muharram 1434 H, sungguh dinamika kehidupan yang sangat luar biasa, yang
tidak pernah kita perhatikan. begitu cepat roda kehidupan ini berputar dari
pagi menuju sore, dari malam menuju siang dari detik kemenit dari menit ke jam
dari jam kehari dan dari hari keminggu dan dari minggu ke bulan dari bulan ke
tahun sugguh sebuah dinamika kehidupan
yang sangat cepat bila kita umat manusia tidak memiliki daya analisa dan
memanfaatkan waktu emas didunia ini, untuk kehidupan yang lebih abadi amat
sangatlah merugi bukan, maka mari kita semua kita siapkan hati, kita siapkan
pikiran jiwa dan raga demi menyambut bulan yang agung, tanpa harus ada unsur
unsur yang bersifat kemusyrikan dan lain sebagainya.. yang bersifat menolak
sifat keAgungannya.
“
Man kaana Yaumuhu Misla amsihi fahuwa Khosirun”
“
waman kaana yaumuhu khoirun min amsihi fahuwa Robihun”
“
wman kaana yumuhu sarron/ sun min amsihi fahuwa mal’uun”
BAB 6 SAYYIDUL
AYYAM (Rajanya Hari )
Sekarang hari
jum’at..dimana kita ketemu rajanya Hari, dimana hari penuh istimewa dan dimana
hari dikabulnya do’a, dimana kita harus sholat jum’at dan mendegarkan khutbah,
subhanallah, penuh dengan suasana yang harmonis dan karisma yang sangat mulia,
mari kita kedepankankan Hati, Alhamdulilahirrobilalamin saat itu aku berada
dikampus, hari selasa tepatnya tanggal 27 Muharram 1434 dan 14 desember 2012
sudah semakin mendekati waktu uas tapi kali ini aku ingin cerita untuk kejadian
kemaren dan paginya, begini ceritanya kemaren aku duduk disamping emperen
masjid guna mengadakan pengetikan tulisan apapun itu mengalir seraya berdakwah
mengalir lewat pesan - pesan tulisan, okeh kemaren sore juga itu aku mengajar
tpa di masjid deket kos – kosanku, kira - kira terletak 200 meter lah akhirnya,
ketika aku mengajar luar biasa anak - anak apresiasinya, mereka menghafal bareng dengan ku bab juz
amma demikian lah yang aku lakukan dengan anak - anak tetapi sebenarnya disela
- sela yang namanya sebuah pengajaran kepada anak - anak sudah pastinya banyak
yang tidak anteng atau bisa dikatakan tenang - tenang saja, bagaimana tidak seperti itu dunia anak - anak
adalah dunia seneng - seneng dan dunia bermain demikianlah kurang lebihnya dan
disitu pulalah peran orang tua sangat dibutuhkan bukan? demikian akhirnya
ketika sudah berjalan mengajar beberapa surat dari juz amma akhirnya aku cerita
tentang gempa yang berada di jogja, mereka
yang berada dijogja tidak bisa belajar seperti kalian mereka ingin belajar
tetapi keadaan lah yang membuat mereka tidak bisa untuk belajar tpa, mereka
agak tercengang mendengarkan sedikit ceritaku yang aku ambil dari buku bacaan
yang dihadiahkan kepadaku saat ada suatu forum pertanyaan dalam sebuah acara
book fair dengan demikian aku akan mulai pelajaran kembali dengan suasana yang
agak tenang akhirnya tidak terasa waktu sudah mendekati habisnya pengajaran al
qur’an saya mendapat instruksi sudah mas, dari rekan pengajar tpa juga, karena suasana yang dingin bertiup angin
ditambah dengan awan yang mendengung akhirnya pengajara hari ini kita sudahi
dengan bersama sama membaca hamdalah “alhamdulillahirrobialamin”akhirnya akupun
juga beranjak dari masjid untuk menuju ke kos dan sebelum aku menuju kekos -
kosan aku menuju sebuah rumah yang didepan rumah itu dijual beberapa lauk pauk
dan minuman akhirnya aku pun membelinya dengan keadaan maksud untuk persiapan
buka puasa sekian ceritanya.
“
biasakanlah untuk berbuat baik”
“At
the fist you make habit at the last Habis make you”
BAB 7 NGAJI (
Ngatur JIWA)
Alhamdulillah Pagi Ahad ini bisa Ngaji Di masjid Alhikmah tepatnya
kalau saya tidak salah, sungguh pengalaman demi pengalaman yang mengesankan,
terlewati mengesankan dibenakku, ketika aku sampai dimasjid, aku tidak
langsung masuk melainkan mencari koran terlebih dahulu karena sudah lama tidak
membaca dan melihat koran terutama sasaran saya adalah republka karena
berhubung masih tutup dan habis adanya jawa pos saya beli saja jawa pos habis
itu saya tetap nyari sesusai acara ngaji selesai hasilnya saya mendapat koran
jum'at kemaren tak apalah semua nya ilmu dan informasi yang perl digali,
kemudian aku ngaji ni ngaji tak seperti biasanya koq rame kebetulan saya itu
mengaji baaru dua kalinya ini sebelumnya yang perdana itu sepi cuma 2 baris
yang putra sedang yang putri kira 2 3 baris sekarang subhanallah bisa sampae
luar luar duduknya Alhamdulillah, seru kayaknnya mengikuti tuturku baru masuk
masjid karena suasannya hening dengan suara pembicara yang sedikit mengelegar,
ditelinga, dengan ajian kajian keislaman, yang menarik dan unik lagi tidak
berat dikalangan masyarakat, muhammadiyah khususnya karena tepatnya ini
dikomplek muhammadiyah, kemudian beberapa materi yang saya petik 3 cara rosul
mengamalakan agama 1. dengan hanya mengaharap rahmaNYA, dan senantiasa
mengaharap RIdloNYA, 2. yakin akan adanya Hari PEmbalasan, 3.dengan Banyak
banyak mengingat Allah, setelah kita mengamalkan itu semua, maka akan ada
respon dari diri kita akan kebenaran yang kita kerjaan itu,
akan timbul
1. Amanah "rasa tanggung Jawab"
2. Siddiq "bener"
3. Fatonah " Cerdas: Menjahui larangan mengerjakan Perintah
4. Tabligh " menyampaikan " amar ma'ruf nahi
mungkar"
Dalam lanjutan kajian pagi ini diterangkan akan kelebihan seorang ibu.
-
lebiih sayang mana anak itu
deketan ibu apa bapak, jelasnya ibu, belum lagi kalau seandainya ibu itu pergi
kemasjid, semua kelauarga insyaAllah menjadi ahlul masjid, zaman rosul cari
masjid dimana? skrg? Kita tinggal singgah.
-
Diterangakan juga akan
kebenaran Agama, yakin tapi tidak dilaksanakan ibarat " minum air itu
tahu, akan menyegarkan kalau diminum,
yakin tapi ngak diminum sama saja...semua perlu proses dan
dikerjakan" demikian juga agama,!
, - tuturan selanjutnya
sekarang ada " tobe generasi yang Baik " budi pekerti, pendidikan
karakter " sebenarnya simple kerjakan saja ajaran Agama Selesai.",
tidak perlu –perlu pendidikan karakter dan lain sebagainya,
-
Ada juga sebuah persoalan
Meninggal atau mati itu urut, apa antri,?
Urut kata jama’ah, urut tapi urut absennya Allah, kita ngak tahu tapi kalau
kita tahu bisa was was”
-
ada Juga para kaum kafir
dalam bahasanya yang sangat pinter sekali " kalau kalian beribadah jangan
sampe' ketahuan orang lain lah, mau bagaimana.?
ini dia , yang akan berujung pada tidak ada yang ibadah nanti
kedepannya Masya'allah.
“pemimpin
tidak pernah terlahir dari premature- tahu tahu jadi pemimpin”
“
setiap kita Adalah pemimpin dan kita akan dimintai pertanggung jawaban atas
kepemimpinan kita”
BAB 8
Tabligh Akbar
Hari
sabtu tanggal 10 MUHARRAM 1434 H/ 24 November 2012 M
Alhamdulillah
aku hari ini sungguh sangat bersyukur sekali bisa mengikuti kajian atau tabligh
akbar bersama dengan yusuf mansur yang pertama yang berkaitan dengan fadhillah atau keutamaan membaca dan mengajar
al qur’an , inij yang bertempat di colomadu di jl adi sumarmo di tempat di
timur SMPN 1 colomadu dan tempatnya itu
akan digunakan untuk pabrik atau percetakan al qur’an kedepannya Amien semoga
bisa terwujud dan sedang pproses saya lihat baru sudah ada tiang tiang besi
yang berdiri kemudian ddan itu sudah ada yang menanggung dari seoorang
pengusaha wan muda solo yang akan membiayai sampai selsai pembangunannya
berkisar kalau ane ngak salah denger 10 M dan kajian yang kedua di UNS
univesitas sebelas maret dan ini sangat agak membingungakan ketika perjalanan
pengumamannya ade tapi pamlet didepan koq ngak ada ya.. he he akhirnya saya
masuk dan tanya tanya dimana tempatya akhirnya saya tanya tanya akhirnya
ketemunya diatas yakni di gor, alhamduillah kata temen temen yang digor agak
kepanasan saya mah kagak perasaan akhirnya pertama kali masuk lansung dimulai
ini tabligh akbarnya dan kemudian barulah di mulai oelh seseorang untuk memulai
dengan tilawah dan pembaca membaca Al waqih dari pertama sampai terakhir dan
juga masih dibantu dikit dikit ole yusuf mansurnya. Akhirnya dimulai acara ini dengan tema 1434, more colorful with qur’an” sekian
“harus
punya cita- cita, biar hasrat berjalan terus”
“
amlil Insaani maa, tamanna”
“
falillahil akhirotu wal uula”
BAB 9 Indonesia
KU
-Bangun tidur anda minum apa
?apa Aqua ? (74% sahamnya milik Danone perusahaan Perancis) atau Teh Sariwangi
(100% saham milik Unilever Inggris.) Minum susu SGM (milik Sari Husada yg 82%
sahamnya dikuasai Numico Belanda).
-Lalu mandi SABUN pakai Lux dan Pepsodent (Unilever, Inggris).
-Sarapan ? Berasnya beras impor dari Thailand (BULOG pun impor), gulanya jg impor (Gulaku - Malaysia) .
-Mau santai habis makan, rokoknya Sampoerna (97% saham milik Philip Morris Amerika).
-Lalu mandi SABUN pakai Lux dan Pepsodent (Unilever, Inggris).
-Sarapan ? Berasnya beras impor dari Thailand (BULOG pun impor), gulanya jg impor (Gulaku - Malaysia) .
-Mau santai habis makan, rokoknya Sampoerna (97% saham milik Philip Morris Amerika).
-Keluar rumah naik motor/mobil buatan Jepang, Cina, India,
Eropa tinggal pilih.
-Sampai kantor nyalain AC buatan Jepang, Korea, Cina.
-Pakai komputer, hp (operator Indosat, XL, Telkomsel semuanya
milik asing; Qatar, Singapura, Malaysia).
-Mau belanja ? Ke Carrefour, punya Perancis. Kalo gitu ke Alfamart (75% sahamnya Carrefour).Bagaimana
dengan Giant?Ini punya
Dairy Farm International, Malaysia yg juga Hero.
-Malam2 iseng ke CircleK dari Amerika.
-Ambil uang di ATM BCA, Danamon, BII, Bank Niaga ah semuanya sudah milik asing walaupun namanya masih Indonesia.
-Bangun rumah pake semen Tiga Roda Indocement sekarang milik Heidelberg (Jerman) (61,70%). Semen Gresik milik Cemex Meksiko, Semen Cibinong punyanya Holcim (Swiss).
Masih banyak lagi kalo
mau diterusin.
By the way, BB atau HP anda- pun buatan luar
"CUMA KORUPTOR aja yg Asli Produk Indonesia..!!!
-Sampai kantor nyalain AC buatan Jepang, Korea, Cina.
-Pakai komputer, hp (operator Indosat, XL, Telkomsel semuanya
milik asing; Qatar, Singapura, Malaysia).
-Mau belanja ? Ke Carrefour, punya Perancis. Kalo gitu ke Alfamart (75% sahamnya Carrefour).Bagaimana
dengan Giant?Ini punya
Dairy Farm International, Malaysia yg juga Hero.
-Malam2 iseng ke CircleK dari Amerika.
-Ambil uang di ATM BCA, Danamon, BII, Bank Niaga ah semuanya sudah milik asing walaupun namanya masih Indonesia.
-Bangun rumah pake semen Tiga Roda Indocement sekarang milik Heidelberg (Jerman) (61,70%). Semen Gresik milik Cemex Meksiko, Semen Cibinong punyanya Holcim (Swiss).
Masih banyak lagi kalo
mau diterusin.
By the way, BB atau HP anda- pun buatan luar
"CUMA KORUPTOR aja yg Asli Produk Indonesia..!!!
“ konsep syukur memang
membutuhkan disiplin”
“ usyikum, usyikum waiyyaya”
BAB
10 Berbuatlah Wahai para Pemuda
Orang
berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman,
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang,
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti kerabat dan kawan,
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang,
- Syair Imam Syafi’i -
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang,
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti kerabat dan kawan,
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang,
- Syair Imam Syafi’i -
Bermimpilah
tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin
pergi. Jadilah seperti yang kamu inginkan, karena kamu hanya memiliki satu
kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan.
“lestarikan
yang baik dari yang lama dan ciptakan yang baru yang lebih baik.”
Melompatlah
jauh dan melakukan nya dengan jiwa yang besar karena tidak mungkin jurang yang
besar bisa dileati dengan lopatan kecil kecil...it’s right (kutipan dari FB
teman IL 85)
Sebab Allah telah memberi
segala untuk menjadi luar biasa. (kutipan buku No Excuse!)
Rasulullah
SAW bersabda : "Dua kaki seorang hamba tidak akan beranjak pada hari
kiamat hingga dia ditanyakan tentang empat hal: masa mudanya untuk apa dia
gunakan, umurnya dalam apa dia habiskan, hartanya dari mana dia dapatkan dan
untuk apa dia infakkan serta tentang ilmunya apa yang dia lakukan
dengannya."
(HR. Thabrani)
(HR. Thabrani)
Harta
paling berharga adalah sabar
Teman paling setia adalah amal
Ibadah paling indah adalah ikhlas
Teman paling setia adalah amal
Ibadah paling indah adalah ikhlas
Harga
diri paling tinggi adalah iman
“ I’maluu fasarallahu
warasulahu amalakum”
BAB 11 Hikmah berbasis Progresif
Negara republik Indonesia
Suara
Rakyat dalam kebangkitan indonesia,Vs. ragam indonesia
Radar
Solo jum’at 17 agustus 2012
Karanganyar
pidato kenegaraan presiden susilo bambang yudoyono (SBY) yang dibacakan dalam
paripurna istemewa dalam rangka HUT RI
Ke 67. Menuai dari kritik dari anggoa dprd karanganyar. Terutama dari politisi partai oposisi.
Ketua Dprd karanganyar sumanto yang berasal dari
Pdip menilai pidato kenegaraan presiden tersebut tidak lagi mengadung visi dan
misi baru. Pidato itudinilai tidak memiliki tujuan mendasar demi menciptakan
sebuah tatanan indonesia baru. “pidatonya begitu-begitu saja, masih sama
seperti tahn tahun lalu,” usai mengikuti jalannya paripurna istimewa kemaren
siang(16/8) misalnya terkait dengan pemberantsan kasusi, dinilai sudah menjadi
isu biasa yang selama ini memang kerap diusung oleh setiap pemimpin. Tdak ada
pandangan lebih khusus, misalnya bagaimana seharusnya korupsi itu benar benar
dibersihkan.”Dalam isu itu, apa yang disampaikan juga masih ajeg-ajeg saja,”
paparnya.
Sumanto
berpendapat, dalam pidato kenegaraan tersebut harusnya lebih dijelaskan
mengenai pokok -pokok permasalahan
masyarakat dilevel bawah. Seperti pada
kelompok petani atau buruh yang selama ini masih kurang tersentuh. Terkait
masalah buruh, presiden sempat menyinggung soal UU badan penyelenggaraan
jaminan sosial(BPJS). “itu kan UU sudah ditetapkan di DPRI RI dan akan segera
direalisasikan pada tahun 2014. Jadi apa yang disampaikan tadi hanyalah
penegasan saja.”Tukasnya.Wakil ketua DPRD juliatmono.Mmengeturakan pendapat
berbeda. Menurutnya, apa yang telah disampaikan presiden dalam pidato
kenegaraannya
Kemaren
sudah cukup tepat demi membangkitkanepercayaan diri bangsa saat ini. “apa yang
disampaikan itu merupakan cita-cita bangsa. Kalau-pun masih belum sesuai dengan
kenyataan saat ini, maka itu menjadi
tanggung jawab dari semua komponen bangsa.”paparnya
Juliatmono
menilai tanggung jawab dan tantangan yang dihadapi oleh presiden dalam
memiimpinn sementara komponen bangsa
seolah –olah hanya menanti datangnyasebuah keajaiban yang diciptakan oleh
presiden.”impian masyarakat tentang sebuah tata negara yang lebih baik memang
belum tercapai sejak selepas masa refomasi lalu tuturnya.
“
“
step by step, haalan , fa haalan ila haddittamam”
BAB 12 Pizza Hut berbagi bersama dipanti Asuhan
Buka
Puasa bersama dan santunan digelar serentak di 261 outlet diindonesia
Pizza
Hut, restoran dining pizza terbesar diindonesia yang berdiri sejak tahun 1984
serta menjunjung tinggi nilai nilai perusahaan yaitu integritas, keunggulan,
pertumbuhan usaha dan keuntugan, kembali menggelar, program berbagi bersama di
panti asuhan, yang dilaksanakan secara serentak diseluruh jaringannya yang
berjumlah 261 outlet.
Program
berbagi bersama merupakan bagian dari program corporate social
responsibility (CSR) PT. Sarimelati kencana yang menaungi Pizza Hut dan PHD
500600 ini, ditunjukan bagi anak anak yatim piatu yang berlokasi disekitar
komunitas restoran. Program yang telah dimulai sejak tahun 2011 lalu
ini.Digelar bertepatan dengan bulan suci ramadhan dalam format buka puasa
bersama, ceramah rohani, hiuran islami dan sholat tarawih bersama.
Seputar
penyelenggaraan program berbagi bersama dalam format buka puasa dan santunan
kepada anak anak panti asuhan ini, Mr. Stephen McCarthy – presiden Director PT.
Sarimelati kencana merasa gembira dapat meneruskan tradisi untuk berbagi
kebahagian dengan anak-anak panti asuhan.Seperti dijelaskannya, buka puasa
bersama anak anak yatim merupakan bagian dari programkepedulian pizza Hut dan
PHD 5000600. Untuk tahun 2012 ini, sebanyak 17,390 anak yatim piatu dari 261
panti asuhan akan berbagi keceriaan dengan dengan tim pizza Hut dan PHD 500060.
“setidaknya kehadiran kami ditengah tengah anak anak yang kurang beruntung ini
, mampu memberikan kenyamanan dan kebahagiaan ditengah kondisi tak memiliki
orang tua, meskipun hanya sesaat. Pizza Hut akan terus berkomitmen untuk
memberikan kepedulian kepada anak-anak yatim piatu agar mereka menjadi generasi
penerus yang membanggakan”. Terang Mr. Stephen McCarthy lebih lanjut. Setiap
tahunnya PT. Sarimelati kencana melalui Pizza Hut dan PHD 500600 berkomitmen
untuk selalu meningkatkan kepedulian terhadap anak –anak yatim piatu yang berada disekitar komuitas restoran
dengan meningkatkan dengan meningkatkan jumlah anak yatim piatu dalam program
‘berbagi bersama’ ini.”puji syukur tahun ini kami menambah sekitar 2,300 anak
yatim piatu yang dapat menikmati keceriaan dan
kebersamaan tim Pizza Hut dan PHD
500600. Tentunya kami selalu berusaha memberikan perhatian kepada semakin
banyaknya anak anak yatim piatu agar semakin banyak anak yang dicintai oleh
pizza Hut”, tutup Mr. Stphen McCarthy
“ Refleksi surat
Al’maun,”
“khoirunnasi anfauhum linnasi”
BAB 12 CELOTEHAN
Anak Anak membawa Hikmah
sebelumnya aku mau cerita lagi ya..
boleh engak? InsyaAllah Boleh ya… kalau
ada baiknya Ambil, kalau tidak buang jauh – jauh, begini ceritanya, flashback untuk kejadian tadi pagi aku
berangkat tidak seperti biasanya aku pergi jam 6. 30 pagi sebenarnya juga sudah
pernah jam 6 an pergi ke kampus waktu itu memang kesepakatan untuk mengadakan
sebuah halaqoh dipagi hari jam 6 guna adakan shering, akhirnya aku pun berusaha untuk
merealisasikannya untuk beberapa minggu saja akhirnya, aku pun tidak menindak
lanjuti dengan beriringan waktuyang begitu cepat tak mengenal siapapun akhirnya
aku sambung lagi perkataanku, pada pagi hari tadi aku berangkat pagi betul
dengan begitu berharap bisa sholat di
kampus dan melihat face book karena sudah lama tidak mendengarkan beberapa
celotehan para temen - temen khususnya dari gontor pondok saya dulu akhirnya
aku pun mulai aktivitas dengan menuju masjid sesampainya di masjid aku pun
berusaha untuk langsung menaruh tas dan akhirnya aku teringat kalau aku masih
punya wudlu karena aku tadi berangkat dengan keadaan yang sudah memiliki wudlu
akhirnya aku pun langsung hendak melakukan sholat, hari ini aku memang
mempunyai planning memang untuk telpon orang tua tetapi ketika aku hendak sholat
ada telpon masuk ternyata ibuku, akhirnya aku ngobrol dengan begitu khidmat dan
beberapa kalimat yang inspiratif yang aku garis bawahi bersama dengan ibuku
yang aku cintai, percakapan yang aku lakukan demikianberikut ini, gimana ibuk
kabarnyanya sehat sehat aja kata tutur beliau dengan suara yang aku merindunya
selalu, dan ingin membahagiakannya dan
lanjutan dari beberapa percakanku
yakni akhirya aku bertutur aku sekarangg sudah dikampus loh buk lah
wesuk temen pengen jadi dosen toh hehe boten dengan beberapa percakapan bahasa
yang menurut saya itu adalah wujud dari pada pesantunan, niatku pergi dipagi hari supaya aku bisa
sholat dhuha dulu buk demikian aku tuturkan kemudian mengebrolkan masalah adik
saya kemaren malam aku main keassalam buk yang book fairnya tetapi nah waktu
itu aku tidak langsung keassalam aku main kerumahnya mbak atik dulu, akhirnya
beliaunya ngak ada akhirnya ada mbak atik yang membantu beliau dalam
kesehariannya memang selain aku ingin menjalin silaturahmi aku juga ingin
mencari ilmu dan supaya bisa dianter juga gituh keassalam untuk melihat book
fair walhasil keadaannya tidak yang seperti biasanya dengan keadaan beberapa
pegawai sedang menyibukkan diri , untuk membangun kos kosann yang berada
dilantai dua, dan aku bisa sampai di rumahnya
mbak atik bukan hal yang mmudah, aku dari pertama nya sudah minta tolong bagi
siapa yang mau lewat hypermat solo akhirnya ada dan akhirnya aku pun bonceng
dia temen di satu kelas, sebelum aku membocengnya dan langsung menuju tepat
yang dikehendaki aku menuju tempat kos ku dulu guna mengambil helm yang nanti berakibat fatal
kalau tidak membawa bisa jadi kena tilang sedangkan aku tidak membawa uang
demikian aku prihatin akan kejadiaan yang tidak - tidak akhirnya sebenarnya aku
itu bertujuan untuk langsung turun di hypermat tetapi ada beberapa hal yang
memang aku perhatikan kalau aku langsung menuju assalam hypermatlansung apa
gimana dengan beberapa perhitungan pikiran ku saat itu, akhirnya aku minta untuk supaya kalau ke
rumah saudaraku aja ya. Bos tuturku kepada temen yang senantiasa mengantarkan
aku akhirnyaaku pun diantar
sampai kerumah saudaraku akhirnya sesampainya aku ucap tank’a bos okeh, akhirnya aku pun sepanjang
perjalanan akau bertanya tanya dengan temanku yang membonceng, kamu kemaren sekolah dimana kataku? aku dulu mah pak tutur di padaku sekolah di
MAN, ya sedikit sedikit tahu tentang Agma lah ngak begitu kaget, mungkin temen
temen yang lainnya agak kaget ya yang dari smk dll. Tutur tambah pada percakapan
kami berdua, akhirnya setelah aku sudah sampai,
mulailah aku berbincang dengan mbak tk selaku saudaranya mbak atik lah,
kalau mas dul gimana?, dia juga lagi nganter mbah jami kemaren ke Rumah
di jawa tengah blora, oh begituh toh dengan demikian aku berkesimpulan utuk jalan kaki akhirnya, aku
pun sudah memulai untuk membayangkan dan
sambil menunggu waktu adzan ashar, yang disekitar prosses perjalanan dari rumah
menuju assalam hypermat akhirnya aku pun jalan kaki , tetapi sebelumnya ada
sebuah kisah bahwa kemaren mas dul mengayunkan kaki dengan menggunaan sepeda
othel subhanallah saya terteguk punya
hati akhirnya aku pun menyimpulkan bahwa aku harus mengikuit pelatihan yang
berada di Assalam book fair karena disana Ada ilmu, akhirnya aku pun melangkah
langkah dengan perlahan dan,langkah demi langkah aku ayunkan dengan mengenakan
helm dan payung yang dipinjemin dan helm yang aku punya anti sipasi kalau hujan
ternyata betul rintik - rintik hujan, aku punya keyakinan, pasti nanti ada
orang yang akan menolong saya untuk menuju kos - kosan subhanallah ternyata
setelah sholat isya’ sudah setengah
sorean aku diassalam, setelah sholat ada orang yang kayaknya aku
mengenalnya eh ternyata betul dia itu
adalah temen sekelah kakakku, akhirnya aku panggil woe, ane minta tolong
donk, akhirnya singkat cerita, beliau
menolong saya dengan membuat janji bahwa nanti kita ketemu jam 8.30 dimasjid
ini okeh aku mau melihat seminar disesi yang malam, selanjutnya, akhirnya aku
mengikutinya dengan mendekati pembicara sekian, singkat ceritanya, “ tuturku”
karena book fair akan segera tutup aku bertekad
untuk mengambil yang baik - baik sebisa mungkin. Sekian
“ jasmerah”
BAB
13 : Khataman resepsi Perpisahan
Siswa Akhir KMI 2011 atau bisa disebut
dengan Perpisahan santri senior dari Pondok
Hati, serasa membahana
saat mereview ulang, perjalanan menuju pondok, hingga akhir perjalanan dari
Pondok tercinta yakni Pondok pesanterku Gontor
yang bertempat di Ponorogo, banyak memori perjalanan yang tak bisa
terlupakan begitu saja, semuanya penuh dengan goresan makna dan pelajaran, ini
akan menjadi sebuah sejarah yang sarat dengan Hikmah dan pembelajaran dari
mulai perjuangan masuk pondok pesantren, seluruh jiwa dan raga ini terasa
bergetar, serasa keluarga juga bergetar, tanpa ada yang tenang adem ayem dan
anteng, dengan sebuah keadaan yang memang baru dalam perjalanan hidup keluarga
kami, pertama kalinya mendatangi pondok pesantren gontor hati serasa bergetar
dengan menyimak berbagai macam ungkapan selamat datang dipondok pesantren
gontor silih, berganti dengan istilah bahasa Arab, Ahlan wasahlan biqudumikum
ilahadzal ma’had assarif, perjuangan demi perjuangan selaku seoarang calon
santri, dengan mencari informasi, beradaptasi, menempa diri dengan dinamika
pondok yang serba dinamik , penuh dengan keramaian orang dimana – mana, berbeda
jauh dengan biasanya dirumah, yang sepih dari keramaian, sekarang dimana - mana
terjadi diskusi dan musyawarah antar orang tua dan Anak - anaknya guna mencari
informasi yang tepat untuk segala masalah yang berkaitan dengan pendaftaran
para calon santri hingga pada titik akhir ujian dan pengumuman kelulusan.
rintihan mata Air tersedu sedu ketika usai
menunaikan sholat berjamaah sholat lima waktu, teringat masa - masa dimana aku
dirumah membantu – bantu kesibukan orant tua sekarang sudah tidak ada lagi
kesibukan untuk membantu - bantu, sekarang yang ada dihadapanku aku harus lulus
ujian dan menjadi santri beneran bukan calon santri lagi, strategi dan pola
pendidikan ku ikuti dengan seiring perjalanan waktu yang terus mengalir aku tak
henti – henti untuk melantunkan do’a dan juga harapan supaya Allah mempermudah
langkah langkah dan belajarku hingga tercapai cita citaku yang mulia yakni
menjadi santri gontor , beberapa perjuangan yang ku inget yakni saat dimana aku
belum bisa menulis bahasa Arab dengan benar, pelajaran ini bernama IMLA’ atau
kalau ada seorang ustadz membacakan satu kata istilah Arab kita harus
menulisnya dengan benar, nah ini yang menjadi tantangku pada saat itu, aku
belum bisa sampai bener – bener bisa, dan mudah mengerjakan ketika ustadz
membaca dilain temen - temenku sudah bisa, aku masih belum bisa, akhirnya
dengan berbagai upaya aku berniat untuk bisa, dengan mendatangi wali kelas
dikamarnya suwaktu malam hari, hingga upaya yang diusahakan oleh wali kelasku dengan cara mebangunkan para calon santri
untuk sholat lail termasuk aku, sewaaktu - waktu ku juga pernah mandi
jam
12 malam dan setelah mandi ku pergi kemasjid bukan untuk sholat malam dimasjid
melaikan aku sholat didepan masjid, yakni tempat kita para calon santri bemain
bola, dengan desah angin malam, kita
sholat di lapangan hijau, gelap yang
menyelimuti badan dan juga, disekeliling lapangan,begitu pula para calon santri
yang lainnya juga menunaikan sholay malam pada waktu yang bersamaan
sehingga agk ramai meski tidak ramai - ramai sekali, dengan merintih dihadapan
sang khaliq kita memohon untuk mendengar do’a - do’a kita, usai sholat
dilapangan hijau aku menuju depan masjid yakni teras masjid guna belajar, Pelajaran imla’ yang belum aku
bisa dengan membuka- buka buku yang kugunakan ketika diruang kelas, aku
memandangi dengan teliti banyak salah saat aku menulisnya tanpa aku
sadari,selain aku baca - baca ulang,
aku juga menulis - nulis sendiri dengan cara otodidak
dengan melihat al – qur’an kemudian membacanya dan menulisnya, dengan demikian
aku terus lanjutkna hingga berjalan beberapa hari,hingaa tiba waktunya aku
menghadapi Ujian kelulusan sebagai loncatan menjadi, santri asli alias beneran,
akhirnya tidak terasa pelajaran bahasa Indonesia aku lewati, berhtung aku
lewati, tajwid aku lewati, hingga tiba masa pelajaran IMLA’ tidak ku duga
ternyata aku bisa mengerjakan tanpa aku sadari ini jari terus mengores - gores
diatas kertas lembaran jawaban, sungguh aku tak sadar, koq aku bisa menulis
yaAllah terima kasih atas bantuan yang telah engkau turunkan semasa ujian, aku
sungguh tidak menyadari, koq aku bisa, akhirnya aku bersyukur bener - bener
bersyukur sambil berheran - heran kepada diriku sendiri koq aku bisa, ya,
sudahlah semoga yang ku kerjakan dapat mengahantar aku menuju kepada yang
diharapkan oleh orang tuaku dan juga diriku pribadi, jelang menunggu hasil dari
kelulusan para calon santri semakin
khusyuk berdo’a, memohon agar
mendapatkan kelulusan ataupun mendapatkan yang terbaik, akhirnya usai berhari -
hari menanti sebuah keputusan pengumuman kelulusan seluruh calon santri, dari
berbagai daerah, para wali santri
berduyung - duyung menyaksikan Yudisium yang diadakan dibelakang terop, para santri duduk dengan mengenakan peci
serta berpakaian kemeja putih dengan mengenakan sepatu fantopel tidak lupa
dengan mengenakan nomor urut ujian yang telah disematkan oleh pantia penerimaan
calon santri baru sekaligus panitia ujian kelulusan, sebelum kita para calon
santri mendengar kan keputusan kelulusan hasil ujian, pak kyai dan juga pak
direktur KMI mejelaskan berbagai kebijakan dan penjelasan lingkup dunia pesantren
dan juga keputusan yang akan diterima harap diterima dengan lapang dada, karena ini murni dari jerih payah anak - anak
ibu bapak sendiri bukan ada embel -
embel dan unsur, apa –apa, maka dengan kita memahami bebera patah kata dari pak
kyiai dan juga pak direktur kita sedikit
merasa legowo dan mendapatkan pencerahan, akan tetapi tetap saja, suasana
hening beserta tegang dan harapan akan kelulusan tetap mengiringi hati dan ruh
yang sedang getar mengaharap dan menanti, hingga tiba akhirnya sebuah penantian
yang kita tunggu – tunggu aku sungguh tak kuasa melihat nomer yang aku kenakan
ketika itu seingatku nomorku 563 an, aku sungguh menanti agak lama memang dari
mulai nomor 1 hingga 760 an, keringat keluar, deg degan pasti, cucuran air mata
keluar dengan memegang nomor yang ku pegang hingga kertas berisikan nomor itu
basah karena air mata yang menetes diatas kertas nomorku, sekaligus keringat
yang keluar dari tangan hingga terkeremes kertas beserta nomornya, sungguh hingga akhirnya nomor – nomor yang
sudah dibaca, semakin mendekati, dengan nomor yang aku miliki, Sungguh aku tidak sadarkan diri setengah
sedih seneng diluar kesadaran nomorku disebut gelombang satu, aku langsung
sebut “ALHAMDULILLAH” didalam hati ya Allah semakin deras air mata yang keluar hingga ku mengusapnya
dan aku langsung lari menuju BAPENTA (bagian penerimaan tamu) disanalah ibuku
menunggu bersama pamanku hingga akhirnya aku menemuni ibuku dijalan, aku
langsung memeluknya tanpa henti ku ditanya gimana gimana?
campur dengan bahasa jawa pyie pyie? jawabku gih gih bu’ aku lulus, aku
lulus, masyaAllah Alhamdulillah ya sudah kesana kemasjd ikut sama temen - temen
yang sedang sujud syukur, aku langsung bergegas menuju masjid suasana saat itu
sungguh penuh dengan aura dan gelora mengaharukan ada yang menangis senang ada
yang menagis, ada yang nangis karena
bersyukur, ada juga menangis, sedih karena belum mendapat kan kesepatan untuk
menjadi santri asli alias belum lulus, dan
harus menjalani calon santri selama setengah tahun tanpa kehilangan
kesempatan untuk setara atau seangkatan, dengan teman – teman yang sudah
terlebih dahulu lulus, tanpa harus tertinggal kelas, aku mantapkan hati di
masjid dengan berbagai ungkapan yang aku lotaran ke pada Allah , ucapan syukur,
tahmid keluar dari mulutku, terimakasih yaAllah, engkau sudah kabulkan
permintaan ku, hingga akhirnya, usai dari masjid aku kembali ke tempat dimana
ibuku menunggu , aku disana mulai bercerita tentang bagaimana tentang keadaan
Yudisium atau pengumumannya tadi, sungguh menyedihkan dan tegang , bu.. aku
merasa kan hawa dan atmosfir yang berselubung do’a dan juga harapan yang besar,
hingga tiba masanya disamping kanan kiri depan belakang berucap Alhamdulillah
dan mulai mengosongkan bangku – bangku yang tadinya masih penuh, aku mulai berharap
dengan kencengan tanpa tengok kanan dan kiri
melihat nomorku sendiri takut terlewati, sambil berdo’a berharap
yaAllah, yaAllah , YaAllah, kumohon, ucapan batin yang terpendam amat jauh, aku
lanjutkan cengkrama ku dengan ibuku seputar, bagaimana proses selanjutnya
setelah penerimaannya ini, aku tuturkan
pada ibuku “ ya sudah nanti tinggal masuk pelajaran dan kelas dibagi kembali
pembelajaran seperti biasanya adapun
yang belum lulus boleh mengikuti proses belajar mengajar dalam rangka menanti ujian ditengah semester dan
mendengarkan pengumaman kelulusan kembali digelombang yang kedua”, singkat
cerita aku langsung menuju pondok Gontor 1 di ponorogo, melewati beberapa
prosedur hingga tiba masa aku menempati Asrama Anak – anak baru semuanya, aku
bangga terhadap diriku dan juga teman -
temanku yang sudah berjuang semaximal munkin serta sekuat tenaga demi bersama
sama mencapai cita - cita mereka dan disertai dengan harapan para orang tuanya, tiba saatnya aku
dan juga seluruh santri baru mengetahui siapa saja orang - orang yang mendapat
amanah untuk mengurus kita diasrama selama 24 jam meskipun kami nantinya aka
tidur tetep terus akan diawasi begitulah system kita dipondokku kala itu, yang
pertama kali dikenalkan adalah Al – akh
Ali kedua Akbar kaban yang ketiga anshori , dari biodata yang saya tangkap Al
akh ali berasa dari Jakarta, Al akh Akbar kaban berasal dari Jakarta pula konon
katanya beliau ini adalah anaknya menteri kehutanan, setahu saya saat itu
adalah MS KABAN ayah beliau, kemudian Al
ack ansori dari semarang, kemudian yang aku ketahui lagi masalah, pengurus
kader adik kelas yakni al ack Baston dari Magelang meskipun beliau itu kelas
empat KMI setaraf dengan kelas 1 SMA, tapi badannya besar , sama juga Al ack
Budi yang berasal dari Madiun,kala pemilihan dan juga pengetahuan kita tentang
para pengurus sudah sekilas kita kenal mulailah berjalan pendidikan dan
pengajaran dipondok pesantren kami, meskipun demikian ada beberapa hal yang
unik semasa kami masih menjadi santri yakni tentang ketua asrama kita Al ack
Akbar Kaban yang anaknya menteri Kehutanan, semasa kami mengobrol dengan sebaya
teman – teman “kalau bapaknya datang kepondok, sepondok dbuat ribut untuk menyambut kedatangan Bapak beliau
sekaligus, belum membuat pagar betis, dll.
wahh, kalau bapak / ayah kita - kita datang kayaknya ngak segitunya, he
he.
Tidak terasa waktu terus
berjalan akhirnya massaku di kelas satu KMI terlewati penuh dengan dinamika
yang masih seputar asrama, kelas dan
pengenalan dunia pesantren itu sendiri, usai aku menjalani kehidupanku dibangku
kelas satu dengan sedih, senang susah, semangat, optimis, bercampur mengikuti
irama dinamika pondok saat itu benar - benar telah membuat nilai tambah dalam
warna kehidupanku, pada saat itu, kelas satu KMI (sebaya dengan satu SMP
diluar) telah terlewati, akhirnya liburanpun menyongsong santri baru yang baru
menjadi santri satu tahun benar – benar menjadi momentum yang sangat ditunggu - tunggu oleh santri baru tetapi
pada saat itu meskipun kita telah menghadapi ujian dan pulang kita tidak lepas
dari harapan dan do’a - do’a yang terus kita lantunkan supaya mendapatkan hasil
dari pada kenaikan kelas 2 KMI seperti yang diharapkan oleh kita dan orang tua
kita , semoga lantunan ku ini di ijabah
oleh Allah waktu berlibur 40 hari lamanya 10 hari sebelum puasa dan sampai hari
raya ketupat, sepanjang memasuki Ramadhan diawal, memang dada beserta hati ini, serasa
terombang ambing antara YAAllah lulusin saya ya,,,diantara do’aku gelisah pasti
ada tapi tampaknya ibuku, serasa optimis
“karena kamu, tutur padaku sudah
berusaha dengan semaximal munkin iyakan?” Iya bu.. tuturku pada saat itu, tidak menjadi masalah bagiku juga setelah
mendengarn beberapa wejangan dari ibuku hasil yang bagaimana pun, aku akan terima, tutur dalam lubukku insyaAllah,
akhirnya tiba masanya ada suara motor yang berhenti didepan rumah dengan warna
orange bajunya pun orange ternyata yang kita tunggu tunggu akhirnya datang juga
, pak pos, mulailah bertanya pak pos apa benar ini rumahnya ,,,pak Muhammad Ali
susanto, karena alamat yang tertulis
adalah atas nama ayahku saat itu beserikut alamat rumahku, dengan agak serius
diikuti perasaan menyebut - nyebut
memohon ke pada Allah agar engkau luluskan Hambamu ini,, dengan bacaan bismillah akhirnya aku buka setelah aku buka,
ternyata dan ternyata Hasilnya…dari atas
aku baca surat tersebut hingga ada lembaran kedua ada yang bercetakkan tebal,
bertuliskan DINYATAKAN LULUS
PERTIMBANGAN, Ucapku langsung dalam hati dan mulutku dengan suara nyaring ku
dengar sediri Alhamdulillah, Alhamdulillah, tiada yang pantas kata melainkan kalimat Alhamdulillah, berapa banyak orang
yang tidak mendapatkan pendidikan yang patut aku keluarkan dari mulutku ini kecuali
kalimat tahmid dan ucapan rasa syukur, aku sudah tidak sabaran pengen kabarkan
hal ini kepada ibuku yang sudah berusaha dan bersusah payah untuk terus
menyuport diriku yang lemah ini pada saat itu ketika pertama – tama dipondok
pesantren, demikian juga ayahku ,
berhubung keduanya memang dalam keadaan
keluar rumah, ibuku mengajar hingga datang nanti seusai sholat dhuhur
sedang ayahku nanti malam biasanya setelah maghrib, sedangkan saat ini baru jam
delapan pagi, “tidak apalah aku akan sabar menunggu”, begitulah qolbuku
bersuara, meskipun demikian aku tidak tinggal diam aku langsung mengambil air
wudhlu dengan bergegas untuk tunaikan sholat dhuha dua hingga enam raka’at usai
sholat, aku bersihkan rumah, usai mengerjakan pekerjaan rumah dan menjaga
toko, waktu yang ada sambil penantian ibu dari sekolahan, aku gunakan untuk membaca buku sambil menjaga
toko dihadapan televisi, selain aku berharap nantinya ibuku senang, semoga beliau juga merasa lega dengan hasil
yang selama ini kedua orang tua usahakan,
untuk menyekolahkan anak – anaknya dipesantren sungguh aku sangat
bersyukur dan beruntung memiliki orang tua yang hebat dan patut aku jadikan
tokohku dan guru besarku. Waktu terus berjalan hingga ahirnya tibalah ibuku di
rumah dan aku langsung mengabarinya, tentang hasil ujian dan kelulusanku,
sambil aku memberikan suratnya “ OH kataibuku Alhamdulillah semoga tambah
sukses, ia bu’ jawabku, tidak terasa ayahku pun juga demikian, ketika aku kabarkan tentang kelulusanku, maka
tidak jauh dari apresiasi yang seperti ibuku contohkan diawal, semoga tambah
sukses tuturnya”
Sekian mohon maaf apabila
ada tuturkata yang tidak berkenan.Billahi taufq walhidayah wassalamualaikum
warohmatullahi wabarokatuh.
BERBICARA TENTANG DIRIKU SENDIRI DAN
SEJAUH MANA SAYA MEMILIKI SEMANGAT
WARTAWAN.
Alhamdulillah
Aku dilahirkan diprovinsi jawa timur tepatnya di Bojonegoro, Aku begitu
termotivasi dengan beberapa hal yang terkait dengan diriku contoh kecil semisal
dari sisi tanggal lahir ku saja, aku sudah mulai termotivasi ketika melihat
tokoh - tokoh Indonesia seperti Pak Harto mantan presiden kita kedua dan
juga Jokowi, mantan wali kota solo yang
sekarang menjabat sebagai gubernur Jakarta, kemudian juga presiden kita ketiga juga demikian Habibie,
mereka mereka itu lahir di bulan yang sama dengan ku, ya semoga saja nanti sama
juga suksesnya Amien bahkan melebihi beliau – beliu yang diatas, itulah yang
sejenak yang momotivasi diriku, aku
lulusan SDN sumberarum Kec Ngraho di
Kab. Bojonegoro kemudian aku melanjutkan studi jenjang SMP dan Juga SMA di pondok
pesantren Modern Gontor . selama enam tahun aku mengeyam pendidikan didalam
pondok sama halnya Ahmad fuadi penulis negeri lima menara yang
menuliskan ksah perjalanannya masuk pondok pesantren gontor hingga saat ini
dapat mewujudkan cita- citanya masing – masing, aku juga termotivasi dari komunitas dipondok ku itu, meskipun aku
tidak satu instansi dari penulis negeri lima menara tetapi instansiku ketika
dipondok juga berseberangan dengan instansi yang dulunya Ahmad fuadi belajar
menulis didalamya dinamakan ITQAN (ilmy tarbawy qur’ani). Sedangkan tempatku
belajar instansi yang bertempat disampingnya
bernama FP2WS (forum pengembangan
potensi dan wawasan santri) disitulah aku mengetahui dunia ilmiah diskusi,
tulis menulis dan lain sebagainya, kalau
Ahmad fuadi dia ITQAN (ilmy tarbawy qur’ani) meskipun demikian, didalam negeri lima menara itu juga terdapat
Alumni FP2WS yang sekarang sudah sukses,
didalam novel lima menara dia bernama asli Adnin Armas, kemudian selama
didalam FP2ws aku juga lumayan active di bidang tulis - menulis mekipun tidak
terlalu sering karena memang sewaktu santri harus bener bener membagi tenaga,
waktu, pikiran dan perasaan dikala itu masih dalam forum kajian, dan juga
sebagai moderator di beberapa acara
seminar – seminar yang ada dipondok, dan Halaqoh – halaqoh kecil yang , lumayan
mengenang, karena banyak waktu ku habiskan didunia kreativitas ilmiyah, selama
duduk dibagku kelas lima setaraf dengan kelas
dua SMA, aku sudah dikader, dan
ketika menginjak kelas enam melanjutkan
dan mengajari sebisa mungkin yang aku bisa didunia debat, diskusi, pidato,
kemudian tulis - menulis, mading, dan lain sebagainya, setelah dunia jurnalis
ku habiskan ketika santri beranjak ke
pengajar alias ustadz aku mengabdi sebagai guru di gontor Tiga, sekaligus
megurusi pabrik teh dan roti tidak lama kemudian, selang beberapa minggu aku
pindah ke perpustakaan dan disanalah mulai aku galangkan kekuatan untuk
menerapkan ilmu yang sudah aku dapat semasa santri, hidup didunia mading dan
diskusi, cerdas cermat, kajian, seminar aku aktivkan kembali semaximal aku
bisa, selang beberapa bulan aku menduduki posisi perpustakaan aku menuju
penangung jawab sebagai staf photo copy disana beberapa pengalaman menarik juga
aku dapatkan dari mulai memphoto copy , hingga terbelah tangan karena menjilid
– jilid makalah dan buku, sebagai pernak-
pernik photo copy, usai dari
pondok aku sekarang menjadi mahasiswa IAIN yang sampai hari Ini aku masih
senantiasa manfaatkan untuk bermanfaat bagi orang lain sebisa mungkin dengan cara
aku mengajar TPA meskipun tidak terus terusan dan juga mengajar mbah atau nenek
kos, yang mau belajar, dan juga
les sekaligus menjadi ketua kelas yang juga sebisa mungkin bermanfaat dan berkontribusi, beserta
tertep tidak lupa kewajiban sebagai mahasiswa tetep belajar, sekian untuk
singkat profil dan juga keinginnanku, nantinya ingin seperti kiprahnya, Pak
Dahlan iskan, bener - bener hebat beliau usai membaca bukunya, tentang
beliau,aku serasa tertampar dengan
cerita perjuangannya didunia jurnalistik, salam sukses. Solopos.
Adapun
Curikulum Vitae Saya :
Nama
: Ahmad Zia Khakim
TTL :
Bojonegoro , 18 juni 1994
Jenis
kelamin :Laki – laki
Status :
Belum kawin
Agama
: Islam
NO
HP : 085730448414
(active)
No
REKENING : 6185-01-010352-53-6 BRI,
Atas Nama AMINATUN, ibu saya.
Twitter : Ahmad Zia Khakim
FB :
Ahmmad Zia Khakim
Blog : ziamotivatormuslimdunia17th
Profesi
: Mahasiswa
Owners OMAH BBM ( BACA
BUKU DAN MENULIS) Di Bojonegoro
Riwayat
Pendidikan ;
TK Kalirejo
SDN
Sumberarum 03
PONDOK
PESANTREN DARUSSALAM GONTOR
(
Islamic Traning Teacher Collage)
INSTITUT
STUDI ISLAM DARUSSALAM ( ISID)
INSTITUT
AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA ( IAIN SURAKARTA)
PENGALAMAN
BERORGANISASI :
Sd
ketua kelas
Menjadi
kader FP2WS ( forum pengembangan potensi
dan wawasan santri )
Ketua
kelas siswa akhir KMI
Menjadi
ketua Diskusi UMUM peserta 800 - 1000
Menjadi
staf di beberapa momentum seperti BAZAR, Seminar dll.
Sekjen
IMM Komisariat Djazman Alkindi
Sekjen
HMJ syari’ah
Berpengalaman
:
Staf
café di pondok
Staf
jurnalis sebagai peliput berita ketika UJIAN berlangsung
Menjadi
staf trayek.
Menjadi
kader Bazar kakak tingkat dan juga staf photo copy
Mengikuti
perlombaan Debat interaktif antar kampus,
Mengikuti
perlombaan beberapa macam di dunia tulis menulis
Mengikuti
perlomban baca Puisi
Menjadi
juri TPA didunia Puisi
Menjadi
staf pabrik roti dan juga teh
Menjadi
staf PERPUSTAKAAN dipondok
Menjadi
staf Photo copy dipondok
Mengikuti
KMD, dan KML.
Menjadi
panitia KML ( kursus mahir lanjutan)
IMM
( Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah)
DAMI
( Dakwah Admistrasi Management ikatan)
BMM
( Baret Merah Mini)
Panitia
Muktamar 50 th IMM ( setengah Abad)
Prestasi
:
1. Peserta terbaik Putra di DKM (diklat
kepemimpinan IAIN)
2. Mengikuti perlobaan KTM (kalau tidak
salah no 2. Se kampus ISID)
3. Mengikuti perlombaan POSPEDA tenis meja
4. Mengikuti perlombaan DEBAT 3 bahasa
saya mendapat yang bahasa Indonesia ada, arab, inggris dan bahasa indoensia
5. Mengikuti perlombaan menulis puisi dan
juga kata mutiara di internet tidak tahu bener dan tidaknya. Saya membuat dan
mengirimnya
6. Khutbah menggunakan bahasa Arab dan
bahasa Indonesia ada English nya sedikit
– sedikit
7. Mengikuti dauroh tadribiyah dan
muqobalah Universitas islam Madinah
8. Mengikuti LKMO IMM
9. Mengikuti DAMI ( Dakwah administrasi
management Ikatan) IMM
10. Mengikut BMM ( Baret merah mini) IMM
Adapun tempat yang pernah aku jelajahi
antara lain: seneng tour, juga
1.
Boscha
(teropong bintang terbesar seasia tenggara ) di lembang bandung
2.
Ke
Jam matahari di bandung juga
3.
Ke museum
radya pustaka solo
4.
Museum
Merapi di yogyakarta
5.
Ke
GBK, senayan Wisuda akbar hafalan al- Qur’an
6.
Menjelajahi
kota serang / banten / tangerang kurang tahu pastinya yakni ke masjid AL’a’dzom
di tangerang masjid terbesar setangerang, kemudian menara putih banten,
kemudian ke Rumah Baca Golagong,
Dan
lain lainnya. Kiranya belum dsebut mohon maaf sebesar besarnya harapanny
CV
singkat ini dapat menj

adi
gambaran pribadi saya terimakasih.
(
kata Mutiara)
Alhamdulillah hujan rintik rintik dengan megendarai sepeda
motor kencang memang berkendaraan sedangkan hujan rintik perlahan, memang
demikian, tetapi hujan menghujam ke kulit hingga pori pori akhirnya menjadi
tersentak akan semangat yang membangkit, dari pada kehujanan lebih baik hujan
hujan, he2 ini menarik loh sobat kita, akan merasakan damai.
HANYA ENGKAU
SAJALAH SANDARAN KAMI
Kepadamu, lah tangan ini
menegadah.
Mengharap Ridhlomu.
Memohon seutuhnya, berdo’a,
bersujud,..
Kepadamulah kami berserah..
Kepada siapa lagi kami ini, harus
meminta, mengeluh, kalau bukan kepadamu
Hanya padamu lah kami ini
kembali..
Maafkan kami yang telah aniyaya
diri kami sendiri,
Kalau lah bukan Karena ampunanmu,
kasih sayangmu, cintamu, Rahmatmu
Kami adalah termasuk orang –
orang merugi,
Kami yang lemah, tiada daya
upaya,
Hanya kepadamulah diri ini
berharap,
Terimalah Amalan – amalan kami
selama ini
YaAllah,.. Ya Allah, terimakasih
ya… Atas nikmat yang engkau berikan …
Wassalam….
(kata
Mutiara)
-
Bergeraklah maka, kamu akan medapatkan
keberkahan.
-
Larilah dan lihatlah sekelilingmu maka, tumbuhan
dan jalan – jalan , rerumputan bahkan sampah seakan ingin berdialog juga dan
berbicara dengan kita lihatlah aku dan rawatlah aku, lindungilah aku dan
peliharalah aku” sungguh berjuta kenikmatan tak terhitung yang kita miliki kita
telah dipercaya, bagaimana dengan diri kita sendiri?
-
Make your experient is other and other than
before and than other persen, and better than before ofcourse.
-
Berfikir Keras dan bekerja keras , berdo’a
keras, bersabar keras, berikhtiar keras.
-
Inovasi dan kreativitas sangat membantu dalam
kehidupan kita dan orang lain
-
Adikku sedang mencari lap bingung dimana lapnya,
kata ortuku” emang lap bisa datang sendiri
TADARUS…
Siang hari, ku menyebut Asmamu Allah
Malam hari, ku bertadarus
…berdzikir padamu..
Jauhkan dan bersihkan Lisanku ini
dari api neraka
Dengan bacaan Bismillah..kuarungi
samudera kehidupan
Ku pahami denyuh – denyuh
kehidupan dengan perlahan.
KuAgungkan Asmamu dengan Firmanmu
Ku fahami dan amalkan untuk
akhiratku kelak,.
Dengan segala, kerendahan Hati,
lindungilah diri hamba, .
Jagalah diri hamba, selamatkanlah
diri hamba,
Siang, malam kutak berhenti
berharap dan meminta
Meskipun aku tahu begitu banyak
dosa yang tak terhitung,
Laksana darah yang berlumuran
disekujur tubuh,
Ampuni kami – kami..ampuni diri
hamba,
ASSalamualaika…ya Habiballah, wa
Ya ashabarrosulillah…
By : Amarullah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar