Rabu, 09 Desember 2015

Oleh _ oleh Dam Ciputat



IMM Djazman Al kindi dan Demokrasi Kampus IAIN Surakarta 2015
Dini, hari BEM IAIN Surakarta Mengadakan Pemilwa Hasil dari serangkaian pemilwa dimenangkan oleh pasangan nomor 2 dengan demikian bisa dinyatakan kabinet baru akan segera mengisi exekuitf mahasiswa, wjah demokrasi kampus akan segera terlihat pasca setelah kabinet yang baru ini bekerja, IMM sebagai  organisasi mahasiswa yang masih konsisten terhadap isu – isu kemahasiswaan tidak boleh gentar terhadap eforia demokrasi kita harus tetap mengawal penyelenggaraan dan terlibat aktif dalam dinamika kampus yang serba kompleks, tidak menyurutkan langkah IMM meskipun sempat dua kandidat DPM dari Tarbiyah dan Ekonomi belum mencapai harapan yang di inginkan, IMM harus bisa menjadi Organisasi yang konsisten menjalankan dakwahnya amar ma’ruf nahi munkar, semangat tajdid semangat pebaharuan yang dahulu pernah digelorakan oleh Muhammad Abdh, oleh Jalaluddin Al Afgani sehingga mempengaruhi Ahmad dahlan sebagai perwujudan Muhammadiyah, Modernis – reformis itulah watak pergerakan MUhammadiyah, sebagai hasil muktamar 47 dimakassar Muhammadiyah mengusung tema “ Gerakan Pencerahan menuju Indonesia berkermajuan” Apa makna dari Indonesia berkemajuan, apa makna dari gerakan pencerahan, hemat penulis, gerakan pencerahan adalah sematan sejak dahulu muhammadiyah selalu menyinari, menerangi, mencerdaskan, membebaskan, seorang tokoh revolusi dariiran “ Ali syariati dengan rousn fikrnya Teologi pembebasan, namun muhammadiyah yang berwatak moderat, dan wasatiyah, tidak kekanan dan tidak kekiri bisa dinisbatkan sebagai gerakan yang tengah, sehingga mampu menyesuaikan pada tantangan zaman, adapun makna pencerahan juga dekat sekali dengan  bagaimana kita mencerahkan diri kita, sebelum kita mencerahkan orang lain, begitu pula yang diajarkan Muhammad darwis ketika di kauman dia berupaya mencerdaskan dirinya sendiri, sehingga mampu dipahami oleh orang lain, Islam berkemajuan apa makna dari berkemajuan, dan bagaimana ciri – ciri dari maju, maju disini adalah pemikirannya, maju pola pikirnya, maju semangatnya, dan ada keinginan untuk lebih baik dan lebih baik lagi dari hari hari sebelumnya beroerientasi pada masa depan bukan masa lalu, [1] sehingga muhammadiyah tida seperti museum yang menceritakan masa depan, begitulah pengibaratan pak Jusuf kalla ketika meresmikan salah satu gedung di UIN Jakarta, semangat Immawan dan immawati harus melebihi bapak – bapak muhammadiyah dan ibu – ibu Asyiah, karena ditangan kitalah kemudian kelak tambuk kepemimpinan selanjutnya nasib bangsa kita ditentukan oleh para pemudanya hari ini, dahulu para pemuda Muhammadiyah cukup berkiprah dalam pentas kebangsaan seperti ki bagus hadi kusomo, salah satu peletak dasar Pancasila, soekarno yang bergabung di MUhammadiyah ketika dibengkulu dan hingga akhirnya diperistri oleh fatmawati dia sendiri juga terlibat aktiv di kegiatan Aisyiah, dan masih banyak lagi, sejarah telah mencatat kontribusi muhammadiyah, tidak bisa dikelakkan , terpuruknya negeri ini menjadi tanggung jawab muhammadiyah, rusaknya moral negeri ini , juga ditentukan dari sebera jauhnya Muhammadiyah peduli, didalam bukunya kuntowijoyo muhammadiyah tetap konsisten pada gerakan social dan keagamaan sehingga muhammadiyah tidak boleh kehilangan Ruh sebagai oraganisasi yang komitmen, sebagai edaran terakhir, saya ingin seluruh elemen mahasiswa peduli terhadap permasalahan negeri ini, kita tidak boleh apatis, dan ogah memberikan aspirasi karena dengan begitu mahasiswa mampu menjadi penyambung lidah rakyat, bukankah seperti itu, isu – isu nasional cukup membuat kita kenyng terhadap permasalahan negeri ini , belum lagi isu – isu transnasional, isu ekonomi yang terus menggerogoti negeri ini juga menjadi perhatian tersendiri bagi kaum muda.Abad Perjuangan IMMAwan dan IMMAwati Djazki.


[1] DAM ciputat Immawan zia pemateri oleh Hajriyanto M Thohari Mantan Wakil ketua MPR
Ditulis hari kamis, 10 Desember 2015

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sengketa Pilpres 2024 di Ajukan di Mahkamah Konstitusi

  Foto Hanya Pemanis 😁 With Prof. Dr. Arief Hidayat , SH, M.S. salah satu Hakim Mahkamah Konstitusi RI Dalil permohonan kecurangan pilpres ...