IMM Djazman Al kindi dan Demokrasi Kampus IAIN Surakarta 2015
Dini,
hari BEM IAIN Surakarta Mengadakan Pemilwa Hasil dari serangkaian pemilwa
dimenangkan oleh pasangan nomor 2 dengan demikian bisa dinyatakan kabinet baru
akan segera mengisi exekuitf mahasiswa, wjah demokrasi kampus akan segera
terlihat pasca setelah kabinet yang baru ini bekerja, IMM sebagai organisasi mahasiswa yang masih konsisten
terhadap isu – isu kemahasiswaan tidak boleh gentar terhadap eforia demokrasi
kita harus tetap mengawal penyelenggaraan dan terlibat aktif dalam dinamika
kampus yang serba kompleks, tidak menyurutkan langkah IMM meskipun sempat dua
kandidat DPM dari Tarbiyah dan Ekonomi belum mencapai harapan yang di inginkan,
IMM harus bisa menjadi Organisasi yang konsisten menjalankan dakwahnya amar
ma’ruf nahi munkar, semangat tajdid semangat pebaharuan yang dahulu pernah
digelorakan oleh Muhammad Abdh, oleh Jalaluddin Al Afgani sehingga mempengaruhi
Ahmad dahlan sebagai perwujudan Muhammadiyah, Modernis – reformis itulah watak
pergerakan MUhammadiyah, sebagai hasil muktamar 47 dimakassar Muhammadiyah
mengusung tema “ Gerakan Pencerahan menuju Indonesia berkermajuan” Apa makna
dari Indonesia berkemajuan, apa makna dari gerakan pencerahan, hemat penulis,
gerakan pencerahan adalah sematan sejak dahulu muhammadiyah selalu menyinari,
menerangi, mencerdaskan, membebaskan, seorang tokoh revolusi dariiran “ Ali
syariati dengan rousn fikrnya Teologi pembebasan, namun muhammadiyah yang
berwatak moderat, dan wasatiyah, tidak kekanan dan tidak kekiri bisa
dinisbatkan sebagai gerakan yang tengah, sehingga mampu menyesuaikan pada
tantangan zaman, adapun makna pencerahan juga dekat sekali dengan bagaimana kita mencerahkan diri kita, sebelum
kita mencerahkan orang lain, begitu pula yang diajarkan Muhammad darwis ketika
di kauman dia berupaya mencerdaskan dirinya sendiri, sehingga mampu dipahami
oleh orang lain, Islam berkemajuan apa makna dari berkemajuan, dan bagaimana
ciri – ciri dari maju, maju disini adalah pemikirannya, maju pola pikirnya,
maju semangatnya, dan ada keinginan untuk lebih baik dan lebih baik lagi dari
hari hari sebelumnya beroerientasi pada masa depan bukan masa lalu, [1]
sehingga muhammadiyah tida seperti museum yang menceritakan masa depan,
begitulah pengibaratan pak Jusuf kalla ketika meresmikan salah satu gedung di
UIN Jakarta, semangat Immawan dan immawati harus melebihi bapak – bapak
muhammadiyah dan ibu – ibu Asyiah, karena ditangan kitalah kemudian kelak
tambuk kepemimpinan selanjutnya nasib bangsa kita ditentukan oleh para
pemudanya hari ini, dahulu para pemuda Muhammadiyah cukup berkiprah dalam
pentas kebangsaan seperti ki bagus hadi kusomo, salah satu peletak dasar
Pancasila, soekarno yang bergabung di MUhammadiyah ketika dibengkulu dan hingga
akhirnya diperistri oleh fatmawati dia sendiri juga terlibat aktiv di kegiatan
Aisyiah, dan masih banyak lagi, sejarah telah mencatat kontribusi muhammadiyah,
tidak bisa dikelakkan , terpuruknya negeri ini menjadi tanggung jawab
muhammadiyah, rusaknya moral negeri ini , juga ditentukan dari sebera jauhnya
Muhammadiyah peduli, didalam bukunya kuntowijoyo muhammadiyah tetap konsisten
pada gerakan social dan keagamaan sehingga muhammadiyah tidak boleh kehilangan
Ruh sebagai oraganisasi yang komitmen, sebagai edaran terakhir, saya ingin
seluruh elemen mahasiswa peduli terhadap permasalahan negeri ini, kita tidak
boleh apatis, dan ogah memberikan aspirasi karena dengan begitu mahasiswa mampu
menjadi penyambung lidah rakyat, bukankah seperti itu, isu – isu nasional cukup
membuat kita kenyng terhadap permasalahan negeri ini , belum lagi isu – isu transnasional,
isu ekonomi yang terus menggerogoti negeri ini juga menjadi perhatian
tersendiri bagi kaum muda.Abad Perjuangan IMMAwan dan IMMAwati Djazki.
[1]
DAM ciputat Immawan zia pemateri oleh Hajriyanto M Thohari Mantan Wakil ketua
MPR
Ditulis hari kamis, 10 Desember 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar