Jumat, 11 November 2016

http://semuabisaumrohinsyaallah.blogspot.co.id/

Kala itu dapat pesan dari bapak, le, kamu saya bayari depe buat berangkat umroh ya..tertegun saat itu seketika, karna bapak saat itu keadaanya baru memikirkan ekonomi keluarga yang begitu banyak tapi justru kalimat yang keluar dari mulut bapak, adalah kalimat ukhrowi. Yang membuatku terharu seketika itu juga aku ikut mengamini didalam hati, bapak tidak lantas diam tapi berusaha memberi pemahaman kepadaku bahwa apa sih untungnya memikirkan dunia terus menerus, tiada habisnya saatnya kita berfikir untuk akhirat, bapak yakin suatu saat meskipun belum lunas untuk berangkat pasti suatu saat ada rezeki yang bisa membuatmu lunas, maka niatkan untuk berangkat umroh ya nak. Tutur bapak padaku, saya tentu terharu dengan suasana seperti ini bukan sembarang orang tua yang mampu memiliki keinginan untuk mendorong anaknya yang masih kuliah didorong untuk berangkat umroh tentu fenomena langka di dijagad raya ini. Mungkin malaikat pun ikut tercengang dengan fenomena ini, sungguh luar biasa semoga terwujud kira - kira malaikat berdiskusi seperti itu. Kali ini aku hanya termenung dengan kalimat yang baru saja dilontarkan oleh orang tuaku entah akan jadi kenyataan atau hanya sekedar janji – janji saja yang hanya ingin membahagiakan anaknya, tapi aku yakin bapak pasti serius ingin memberangkatkan anak – anaknya ke baitullah meskipun belum haji tapi umroh dulu sebari memberi memberi cerita bagaimana Nabiyuna Muhammad beliau melaksanakan umroh terlebih dahulu sebelum kemudian melakukan haji, pembelajaran untuk kita hamba yang lemah, tentu itu membuatku semakin yakin bahwa Allah pasti berkehendak tapi apalah daya uang jutaan tentu bapak belum pegang sayapun juga belum pegang , saya hanya anak kos – kosan yang hari – harinya berusaha untuk hemat hidup dan bersahaja bertahan hiduppun  saya alami dari hari ke hari tentu bukan sesuatu yang biasa ini merupakan perjuangan untuk level mahasiswa yang tidak punya kemewahan harta yang melimpah berbeda dengan mereka – mereka yang orang tuanya sudah megah rumahnya kendaraanya mentereng sampai tiap keluarga mememang kendaraan, kalau dibandingkan tentu jauh dengan mereka yang hidup dipedesaan kerjaanya tentu kesawah matun, bantu bercocok tanam kadang kala musti menggembala kambing , sapi kemudian sejenis hewan – hewan ternak yang lain, ayam, bebek dll. Sungguh penuh kesabaran dan kesahajaan tentu bukan suatu hal yang mudah hidup dilingkungan modernis yang penuh kebutuhan dan keinginan, siapa yang tak ingin seperti mahasiswa pada umumnya yang pegang motor bahkan memegang mobil sendiri, kadang – kadang justru berpacaran, kuliah bukan prioritas utama, apalagi ibadah sampai memikirkan umroh ataupun haji, yang ada hidup hedonisme, kapitalitik, pragmatis, apatis, alih – alih eforia kesenangan sesaat yang lupa dunia akhirat, kajian – kajian di berbagai masjid tentu banyak, tapi segelintir mahasiswa yang mau memperdalam ilmu agamanya, yang lainnya tetap pada kesibukan duniawi dan kesibukan sesaat yang menyenangkan tanpa esensi  memperjuangkan kehidupan yang bernilai ibadah entah sampai kapan pemuda – pemudi dinegeri ini akan punya pandangan yang berbeda terkait hidup yang fana ini, hidup yang hanya sebentar ini, tugas kita tentu beribadah menuntut ilmu, mencari pengalaman, memperbanyak teman dan ukhuwah, menjalin silaturahim kesebanyak – banyaknya kawan, sampai kapanpun kita tentu akan membutuhkan saudara kita, maka mari kita sama – sama ingatkan teman – teman kita, rekan – rekan kita agar kembali menuntut ilmu dan beribadah, syukur – syurkur meniatkan diri untuk memberangkatkan umroh dan haji orang tua bahkan sekawan – kawan nya diberangkatkan.
Wasssalamualaikum wr.wb.
Ahmad zia Khakim
#lebihdarisekedarnikmatnyaberibadah
#semuabisaumroh
#besttravelservice




P: Mantapjaya 
E: ziakhakim@gmail.com

Sengketa Pilpres 2024 di Ajukan di Mahkamah Konstitusi

  Foto Hanya Pemanis 😁 With Prof. Dr. Arief Hidayat , SH, M.S. salah satu Hakim Mahkamah Konstitusi RI Dalil permohonan kecurangan pilpres ...