Minggu, 20 Mei 2018

Angin Jonegoro

Buku “angin jenogoro” kumpulan kehidupan di Bojonegoro


radiosbifm.com Sampai saat ini Bojonegoro di kenal luas sebagai Kota Minyak, tidak di pungkiri brand ini karena terkait eksplorasi Migas di Wilayah Bojonegoro. ada pula di kenal sebagai Daerah yang rawan Banjir. ini karena setiap tahunnya menjadi langganan banjir dari luapan aliran Bengawan solo. di luar itu sebenarnya masih cukup banyak potensi yang belum di ketahui oleh dunia luar.
Nah baru-baru ini telah di terbitkan buku dengan judul “angin jenogoro”. sebuah buku yang menghadirkan feuters Bojonegoro dari potensi wisata, usaha, kesenian dll. dan semua di susun rapi dan mudah di mengerti. dua penulis itu yakni Nanang Fahrudin dan Muhamad ahmad yakub.
Buku setebal 120 halaman ini di salin dari catatan-catatan jurnalistik mereka berdua. “kami susun sesuai dengan apa yang pernah kami tulis di media kami dulu. karena sayang bila tidak di di baca lagi. maka kami berinisiatif untuk membuat buku ini” ungkap Nanang yang dulu pernah menjadi wartawan Sindo ini. beda lagi yakub yang sampai saat ini masih menjadi kuli tinta di Media Indonesia “ada kebahagiaan bila bisa berbagi informasi, misal tentang liputan saya mengenai pembangkit Listrik tenaga Surya (PLTS) di Kecamatan Bubulan. medan yang berat dan biaya terlalu mahal bila memasang listrik. tapi warga ada inisiatif membuat PLTS. inilah yang ingin kita buka pandangan tentang Bojonegoro” ujarnya.
terungkap niat tulus mereka berdua ketika dialog interaktif di radio Sbi fm kemarin (kamis/3/12/2015). niatan menerbitkan buku ini bukanlah untuk mencari keuntungan dalam financial. tetapi cenderung ke literasi yakni budaya baca yang ada di kota Bojonegoro. walaupun minim modal mereka berduapun akan tetap menulis dan menerbitkan buku-buku yang menginspirasi. “kami akan tetap menulis, walau apapun yang terjadi. harapan kami semua orang tahu bahwa masih banyak potensi Bojonegoro. seperti kebun salak, blimbing, jambu dan lain-lain. karena di balik itu ada keterkaitan dengan hal yang unik lainnya” tambah pria yang mempunyai taman baca mandiri di rumah ini.
dalam kesempatan siang itu juga di sampaikan nanang, bahwa buku angin jenogoro baru sebagian kecil yang mengangkat tentang Bojonegoro. dan kedepan bisa muncul pula buku-buku lain tentang Bojonegoro. “buku ini baru terbit beberapa minggu lalu, dan baru ada 50 eksemplar. dan ini juga sebagai hadiah kami untuk hari jadi Kota Bojonegoro ke 388” tambah pria pecinta vespa ini. (iwan)

bila ingin hubungi : 085730448414

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sengketa Pilpres 2024 di Ajukan di Mahkamah Konstitusi

  Foto Hanya Pemanis 😁 With Prof. Dr. Arief Hidayat , SH, M.S. salah satu Hakim Mahkamah Konstitusi RI Dalil permohonan kecurangan pilpres ...