Rabu, 09 Desember 2015

Kesekian kalinya Naskahku ditolak,,,hahahah pantang Menyerah, MENDUNIA DENGAN MENULIS DAN MEMBACA

Redaksi DIVA Press <sekred.divapress@gmail.com>

Dec 2 (8 days ago)


to me
   
Translate message
Turn off for: Indonesian
Salam sejahtera, semoga kita selalu berada dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa. Amin.
Dengan ini, kami memberitahukan bahwa naskah Anda yang berjudul “Refleksi Keindonesiaan” tidak lolos seleksi.
Dan, hal ini telah kami putuskan melalui mekanisme dan prosedur sebagaimana mestinya. Demikian pemberitahuan ini kami buat, semoga menjadi maklum.
Tetap berkarya, dan kami  tunggu karya-karya Anda selanjutnya.
Terima kasih

Hormat kami


Munnal Hani’ah
Sekretaris Redaksi DIVA Press


Note:
Sebagai tambahan informasi, berikut ini kami lampirkan tata cara mengirimkan penawaran naskah kepada kami, Penerbit DIVA Press:
1.   Jika naskah yang dikirimkan adalah naskah fiksi (novel/teenlit), penulis wajib melengkapi naskah tersebut dengan “sinopsis” yang dibuat dalam file terpisah dari isi naskah.
2.   Jika naskah yang dikirimkan adalah naskah nonfiksi (buku agama/buku anak/buku pelajaran, dan sebagainya), penulis wajib melengkapi naskah tersebut dengan “daftar isi” serta “uraian keunggulan” naskah yang ditawarkan dalam file yang terpisah dari isi naskah.
3.   Judul email diisi dengan format: penawaran naskah + judul naskah (kode naskah).
Misalnya:
Ke       : redaksi_divapress@yahoo.com
Judul   : penawaran naskah I Found My Heart (Teen)
4.   Jika naskah dikirim via pos atau diantar sendiri, silakan tulis judul dan kode naskah di sudut amplop sebelah kanan.
Misalnya:
Judul   : penawaran naskah Tuntunan Dzikir Sepanjang Hari (Ag)
5.   Kode naskah:
a.   (U)       :  untuk naskah buku umum, misalnya buku pelajaran umum, buku psikotes, buku traveling, dan sebagainya.
b.   (Ag)     :  untuk naskah buku agama Islam, misalnya buku tentang tata cara shalat, buku tentang manfaat puasa, buku wacana keislaman, dan sebagainya.
c.   (An)    :  untuk naskah buku anak, misalnya belajar membaca untuk anak, belajar membaca al-Qur’an untuk anak, belajar menggambar dan mewarnai, dan sebagainya.
d.   (Teen) :  untuk naskah buku remaja dan novel teenlit.
e.   (Nv)     :  untuk naskah novel selain novel remaja/teenlit.

Oleh _ oleh Dam Ciputat



IMM Djazman Al kindi dan Demokrasi Kampus IAIN Surakarta 2015
Dini, hari BEM IAIN Surakarta Mengadakan Pemilwa Hasil dari serangkaian pemilwa dimenangkan oleh pasangan nomor 2 dengan demikian bisa dinyatakan kabinet baru akan segera mengisi exekuitf mahasiswa, wjah demokrasi kampus akan segera terlihat pasca setelah kabinet yang baru ini bekerja, IMM sebagai  organisasi mahasiswa yang masih konsisten terhadap isu – isu kemahasiswaan tidak boleh gentar terhadap eforia demokrasi kita harus tetap mengawal penyelenggaraan dan terlibat aktif dalam dinamika kampus yang serba kompleks, tidak menyurutkan langkah IMM meskipun sempat dua kandidat DPM dari Tarbiyah dan Ekonomi belum mencapai harapan yang di inginkan, IMM harus bisa menjadi Organisasi yang konsisten menjalankan dakwahnya amar ma’ruf nahi munkar, semangat tajdid semangat pebaharuan yang dahulu pernah digelorakan oleh Muhammad Abdh, oleh Jalaluddin Al Afgani sehingga mempengaruhi Ahmad dahlan sebagai perwujudan Muhammadiyah, Modernis – reformis itulah watak pergerakan MUhammadiyah, sebagai hasil muktamar 47 dimakassar Muhammadiyah mengusung tema “ Gerakan Pencerahan menuju Indonesia berkermajuan” Apa makna dari Indonesia berkemajuan, apa makna dari gerakan pencerahan, hemat penulis, gerakan pencerahan adalah sematan sejak dahulu muhammadiyah selalu menyinari, menerangi, mencerdaskan, membebaskan, seorang tokoh revolusi dariiran “ Ali syariati dengan rousn fikrnya Teologi pembebasan, namun muhammadiyah yang berwatak moderat, dan wasatiyah, tidak kekanan dan tidak kekiri bisa dinisbatkan sebagai gerakan yang tengah, sehingga mampu menyesuaikan pada tantangan zaman, adapun makna pencerahan juga dekat sekali dengan  bagaimana kita mencerahkan diri kita, sebelum kita mencerahkan orang lain, begitu pula yang diajarkan Muhammad darwis ketika di kauman dia berupaya mencerdaskan dirinya sendiri, sehingga mampu dipahami oleh orang lain, Islam berkemajuan apa makna dari berkemajuan, dan bagaimana ciri – ciri dari maju, maju disini adalah pemikirannya, maju pola pikirnya, maju semangatnya, dan ada keinginan untuk lebih baik dan lebih baik lagi dari hari hari sebelumnya beroerientasi pada masa depan bukan masa lalu, [1] sehingga muhammadiyah tida seperti museum yang menceritakan masa depan, begitulah pengibaratan pak Jusuf kalla ketika meresmikan salah satu gedung di UIN Jakarta, semangat Immawan dan immawati harus melebihi bapak – bapak muhammadiyah dan ibu – ibu Asyiah, karena ditangan kitalah kemudian kelak tambuk kepemimpinan selanjutnya nasib bangsa kita ditentukan oleh para pemudanya hari ini, dahulu para pemuda Muhammadiyah cukup berkiprah dalam pentas kebangsaan seperti ki bagus hadi kusomo, salah satu peletak dasar Pancasila, soekarno yang bergabung di MUhammadiyah ketika dibengkulu dan hingga akhirnya diperistri oleh fatmawati dia sendiri juga terlibat aktiv di kegiatan Aisyiah, dan masih banyak lagi, sejarah telah mencatat kontribusi muhammadiyah, tidak bisa dikelakkan , terpuruknya negeri ini menjadi tanggung jawab muhammadiyah, rusaknya moral negeri ini , juga ditentukan dari sebera jauhnya Muhammadiyah peduli, didalam bukunya kuntowijoyo muhammadiyah tetap konsisten pada gerakan social dan keagamaan sehingga muhammadiyah tidak boleh kehilangan Ruh sebagai oraganisasi yang komitmen, sebagai edaran terakhir, saya ingin seluruh elemen mahasiswa peduli terhadap permasalahan negeri ini, kita tidak boleh apatis, dan ogah memberikan aspirasi karena dengan begitu mahasiswa mampu menjadi penyambung lidah rakyat, bukankah seperti itu, isu – isu nasional cukup membuat kita kenyng terhadap permasalahan negeri ini , belum lagi isu – isu transnasional, isu ekonomi yang terus menggerogoti negeri ini juga menjadi perhatian tersendiri bagi kaum muda.Abad Perjuangan IMMAwan dan IMMAwati Djazki.


[1] DAM ciputat Immawan zia pemateri oleh Hajriyanto M Thohari Mantan Wakil ketua MPR
Ditulis hari kamis, 10 Desember 2015

Jumat, 02 Oktober 2015

Bismillah news

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah mahasiswa Universitas Indonesia (UI) kembali mengharumkan nama Indonesia di kompetisi kancah internasional atas keberhasilannya meraih predikat “Mobil dengan Jarak Terakurat”. Mereka juga memperoleh juara 2 dengan karya mobil Nayaka 3.0 yang ramah lingkungan karena menggunakan energi berupa gas oksigen bertekanan.

Kepala Humas dan KIP UI Rifelly Dewi Astuti mengatakan, para mahasiswa UI lintas jurusan tersebut berhasil mengalahkan finalis lainnya dari lima Negara pada ajang Chem-E-Car International Competition – The 16th Asian Pacific Confederation of Chemical Engineering Congress (APCChE 2015) yang telah berlangsung pada 27 September – 1 Oktober 2015 di Melbourne, Australia.

Para mahasiswa UI tersebut adalah Farandy Haris – Teknik Kimia 2012 ; Silvia Adinda – Manajemen 2014 ; Uswatun Nur Khazanah – Teknik Kimia 2012 dan Zulfikar Ali Akbar – Teknik Mesin 2012. "Mereka merupakan delegasi UI untuk mewakili Indonesia yang bertarung bersama 13 finalis yang berasal dari lima Negara yaitu Indonesia, Malaysia, Australia, Iraq, dan New Zealand," ujar Rifelly.

Nayaka 3.0 menjadi satu-satunya finalis yang berhasil menempuh jarak tepat 10 meter. Artinya mobil Nayaka tidak memiliki error atau error 0 persen dalam menempuh jarak 10 meter dengan membawa beban sebesar 200 mL air. Mobil Nayaka 3.0 mengusung konsep pressure car dengan menggunakan energi berupa gas oksigen yang ramah lingkungan serta mudah direaksikan. Reaksi utamanya berupa pencampuran hidrogen peroksida dengan kalium permanganat yang menghasilkan oksigen bertekanan sebagai sumber energi penggeraknya.

Bahan yang dibutuhkan reaksi banyak tersedia, terjangkau harganya dan mudah didapat. Sebut saja Hidrogen Peroksida yang banyak ditemukan pada kandungan bleaching (pemutih) pada industri kertas. Selain memanfaatkan energi hasil reaksi, mobil Nayaka 3.0 juga menggunakan mechanical valve dan desain cam yang disesuaikan guna untuk mengatur aliran gas pada pneumatic cylinder sehingga efisiensi lajunya semakin meningkat.

Dengan kemampuannya tersebut, mobil Nayaka 3.0 mampu menghasilkan tekanan hingga 10 bar dengan jarak tempuh hingga 30 meter. Dalam pengembangan berikutnya, mobil ini sangat diharapkan bisa terus menghasilkan energi yang ramah lingkungan dalam jumlah yang lebih besar serta efisiensi mekanik yang lebih baik.

Selasa, 22 September 2015

emaizing Kyaiku

“Kalian ini mau nuruti kata hati atau nuruti kata orang?? Kalau nuruti kata hati, jangan pedulikan kata orang. Sebab orang itu kita bergerak kemanapun pasti dikomentari.
Saya dulu buka UKK (koperasi Guru) dan KUK (Toko besi pesantren) dan Toko Buku saja habis-habisan dikomentari, dibilang Kyai Bisnis, Kyai Mata duitan, Kyai Matre, tapi saya jalan terus. Sekarang semua baru terbuka, pada ramai-ramai ikut-ikutan buka Usaha.
Saya tahu bahwa Pesantren ini butuh biaya, utamanya untuk kesejahteraan Guru. Tapi bagaimana biar ini tidak membebani santri, kesejahteraan Guru tidak boleh dimabilkan dari dana santri. Kenapa? Biar para santri tidak berkata “Kamu kan sudah saya bayar….!!” Ini yang ingin saya hindari, maka saya buat Unit-Unit Usaha yang saat ini mencapai 23 buah. Itu semua untuk kesejahteraan guru…
Maka jangan dengarkan kata orang jika ingin maju. Bagus atau jelek, jalani saja. Kalau jelek ya dievaluasi ditengah jalan. Sebab dengerin kata orang itu ndak ada habisnya. Bahkan kita tidak bergerak sekalipun, itu tetap akan dikomentari, ini orang masih hidup atau sudah mati, kok Cuma diam saja gerakannya.
Maka itu, ikuti kata hatimu. Kata Rasulullah “Istafti Qalbak”, Gontor sudah kenyang dicaci maki, Gontor juga sudah kenyang dipuji-puji…..!!”
(KH Abdullah Syukri Zarkasyi)

Sabtu, 04 Juli 2015

yang paling kaya,,,,Hadyuuh Usyikum,,,keinginan sih pengen tapi godaannya masyaAllah

pa yang paling kaya di dunia ini…? Coba kasih saya satu nama… yang paling kaya…
Pendiri dan pemilik facebook kah…? Atau Bill Gates yang masih paling kaya…?
Atau siapa tuh… yang dari Arab…? Coba, siapa yang saat ini disebut paling kaya…?
Bukan paling kaya di Indonesia doangan loh… Kasih saya satu nama yang paling kaya di dunia. Boleh juga 2-3 nama…
Jangan jawab Allah atau Rasul-Nya. Sebab saya yang tanya, siapa orang yang paling kaya di dunia ini sekarang ini…?
Yang paling kaya …
Yang paling kaya, yang ntar malam shalat malam. 2 rakaat, lebih baik daripada dunia dengan segala isinya. Met tahajjud…
Maka didoain, dan doain juga saya serta keluarga, supaya bisa jadi kaya sekaya-sekayanya orang. Yakni yang bisa shalat malam. Aamiin.
Saya punya kawan, Rusli, tukang lem tikus keliling. Tapi ngasih saya Alphard. Ngasih pinjem… He he he…
Tapi coba liat… Tukang lem tikus keliling. Ngasih pinjem Alphard. Kok bisa? Ya, hidupnya berubah setelah ngegeber shalat malam.
Dunia dapat, akhirat apalagi.

Salah satu Alumni yang sedang buming sekarang


Rekam Jejak Syahrul Mamma, Jenderal Polisi Calon Pimpinan KPK

27 Jun 2015 - 13:06
Irjen Pol Syahrul Mamma, salahsatu dari enam perwira tinggi yang maju menjadi calon pimpinan KPK di ruang kerjanya, Kantor Kementerian Polhukam, Jakarta, Jumat (26/6/2015). Syahrul Mama saat ini menjadi Deputi Bidang Koordinasi Keamanan Nasional Menkopolhukam.  Wahyu Wening/TribrataNews.com
Irjen Pol Syahrul Mamma, Deputi Bidang Koordinasi Keamanan Nasional Menkopolhukam.
Wahyu Wening/TribrataNews.com
Tribratanews.com – Syahrul Mamma lulus AKABRI tahun 1983. Sebagai salah satu dari 30 lulusan AKABRI dengan nilai terbaik, ia mendapat jatah masuk Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) tanpa tes. Inilah kesempatan dimana Syahrul memperdalam ilmu hukum, modal dasar yang membawanya banyak berkecimpung dalam bidang reserse dan kriminal.
Nama Jenderal bintang dua di Kepolisian ini, disebut sebagai salah satu Calon Pimpinan KPK yang direkomendasi oleh Mabes Polri. Namun, PATI SSDM Polri Penugasan Kemenkopolhukam Bid Kordinasi Keamanan Nasional tak banyak mau mendiskusikan tentang pencalonan ini saat ditemui di kantornya, di Kementrian Menko Polhukkam, Jumat (2015-06-2015).
“Semua mungkin akan sepakat, kita tidak bisa membersihkan lantai dengan sapu yang kotor. Begitu juga persoalan hukum, tak akan bisa “dibersihkan” dengan lembaga penegak hukum yang “kotor’,” kata Syahrul Mamma tentang situasi penegakan hukum tindak pidana korupsi.
“Saya ini anak polisi. Jadi setiap hari melihat, saya ini melihat polisi itu gagah sekali. Bisa membantu orang, melakukan kegiatan-kegiatan yang memasyarakat. Karena itu dari kecil, cita-cita saya ya harus jadi polisi. Saya mengikuti orangtua saya,”  kata  pria kelahiran Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, 26 Februari 1958 ini.
Beberapa tahun kemudian, Syahrul Mamma sadar bahwa menjadi polisi adalah menjadi bagian institusi penegak hukum. Karenanya,  sejak awal bdia erkomitmen ingin menjadi polisi yang “bersih”.
Perjalanan menjadi polisi tidak serta merta dilalui dengan mudah. Justru, persoalan pertama muncul dari keluarga. Sang ayah yang polisi, tidak setuju Syahrul Mamma menjad polisi!
Karenanya, setamat sekolah dasar (SD), Syahrul Mamma justru dikirim melanjutkan sekolah ke Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. Sang ayah berharap, dengan masuk pesantren, anaknya dapat memperdalam ilmu agama.
Namun jalan hidup berkata lain. Enam tahun yang harus dilalui di pesantren, Syahrul Mamma hanya mampu bertahan kurang dari empat tahun.  Hanya sampai kelas 4 di Gontor, Syahrul Mamma lantas pulang kampungnya di Makassar dan melanjutkan pendidikannya di Sekolah Menengah Atas.
Tamat SMA, pria sederhana ini masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) jurusan Kepolisian (sekarang Akademi Kepolisian/Akpol). Dan, sejak saat itulah ia  melanjutkan cita-cita masa kecilnya.
***
Singkat cerita, setelah melalui beberapa jabatan penting di bidang reserse, di antaranya sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jakarta Raya pada 2005 dan Kepala Unit II Direktorat V/Tipiter Bareskrim Polri pada 2006, saat ini Syahrul Mamma menjabat sebagai Perwira Tinggi Staf Sumber Daya Manusia (Pati SSDM) Polri yang ditugaskan di Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Bidang Koordinasi Keamanan Nasional.
Sebagai perwira tinggi dan dekat dengan petinggi-petinggi di kepolisian, tentu banyak godaan yang dihadapi ayah tiga anak ini. Syahrul Mamma mengakui banyak pihak yang memintainya bantuan, semisal memuluskan anggota keluarganya menjadi polisi.
Ini tantangan. Terutama yang datang dari keluarga dan teman dekatnya sendiri. “Jadi kalau di kampung itu, khususnya kalau kita genius di kampung sendiri, yang paling pertama bangga itu adalah keluarga dan teman. Tapi yang paling pertama membenci kita juga keluarga dan teman, ketika mereka kita ndak bisa bantu,” katanya sambil tertawa.
Untunglah Syahrul Mamma punya formula sendiri untuk menangkal permintaan bantuan yang berpotensi menyalahi wewenangnya. Ia tegaskan, dirinya siap membantu siapa saja selama itu tidak melanggar aturan yang ada.
Ia sendiri telah membuktikan ketaatannya pada aturan main itu. Pada 2014 lalu, anak sulungnya gagal masuk Akpol. Syahrul Mamma bertekad tidak akan memanfaatkan posisinya ketika tahun ini, anaknya itu akan coba mendaftar kembali.
“Saya harus siapkan fisiknya, siapkan inteleknya, siapkan mentalnya. Ya, semua kita siapkan. Karena kita sudah punya pengalaman tahun lalu tidak lolos. Jadi jangan berpikir saya bintang dua terus sudah pasti lolos, ndak,” katanya, tegas/
“Kehidupan saya banyak di reserse, di reskrim, sehingga saya tahu, sejauh mana saya harus minta bantu orang dan sejauh mana saya tidak boleh bantu,” imbuhnya.
[Iman Firmansyah]

Penyejuk Iman

Merinding saya baca ini..
Nasehat KH. Hasan Abdullah Sahal
1. Tidak ada pekerjaan di dunia ini yang tidak ada hubungannya dengan akhirat. Menangis ada hubungannya dengan akhirat, tertawa, menyanyi, dan semuanya ada tanggungjawabnya di akhirat. Akan ditanya menangismu untuk apa? Tertawamu sebabnya apa? Menyanyimu landasannya apa? Al insaanu hayawanun mas'ul. Hanya debu yang tidak dimintai pertanggunjawaban di akhirat. Tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. Semuanya berkewajiban sama. Sebab manusia sudah menyatakan mampu untuk menjaga amanah menjadi khalifah di muka bumi ini. Maka tidak ada dikotomi pekerjaan dunia dan akhirat. Waspada! Disinilah syetan dan iblis akan memulai langkah pertamanya!
2. Anak2ku Ingatlah , Kita sudah bersedia untuk Hidup maka kitapun punya HUTANG yaitu sanggup untuk mati . Jangan lupakan tujuan hidupmu untuk apa. ketika hewan2 ditanya “ Hai Kadal , hai wedus , hai kodok , hai sapi ,,, “ untuk apa kalian Hidup . Merekapun akan menjawab “ Illa liya’buduun “ ,, subhanallah ,, subhanallah !!!
3. Lembaga pendidikan pesantren akan dirusak, disikat, dihancurkan dengan kebarat-baratan, sistematis, logis, egois, hewanis. Lembaga pesantren berjiwa modern. Modern pola pikirnya, modern semangatnya, modern orientasinya, modern pemimpinnya. Siap memimpin dan siap di pimpin. Karena tujuannya sama munzirul qoum. Maka terus berusaha untuk terus menjadi baik karena itu adalah kewajiban. Tapi merasa lebih baik itu adalah penyakit. Bedakan!
4. Pertinggilah filsafat hidupmu. Jangan hidup seperti orang lain! Kalau kamu hidup hanya untuk melakukan pekerjaan yang sudah dilakukan pendahulumu, lebih baik kamu tidak usah lahir ke dunia ini! Dan yang sudah hidup tidak perlu mati! Itulah yang disebut jiwa!
5. Pesantren terus maju karena terus bergerak. Pergerakan membawa banyak barokah dan pelajaran. Penuh dengan barokatologi. Berhenti dari pergerakan berarti diam, mati, tidak ada aktifitas, tidak ada barokah. Pesantren tidak bisa dipimpin oleh orang yang cerdas, pinter, dan kaya saja. Pesantren hanya bisa dipimpin oleh orang yang mau bergerak. Cerdas bergerak, pinter bergerak, kaya bergerak hasilnya dahsyat! Ini yang ditakuti musuh Islam. Lihat! Banyak orang Islam yang cerdas, pinter dan kaya dihentikan dan dibatasi pergerakannya dengan jabatan.
*Pembekalan Amaliah Tadris Kelas VI KMI,

Jumat, 05 Juni 2015

Biasain Minta Ampun ke Allah



Untuk Ramadhan yang Lebih Baik, Banyakin Taubat dan Istighfar



Hajar Aja Sama Shalawat


Hajar Aja Sama Shalawat

Description: uym

Lagi punya hajat. Punya masalah. Hajar aja sama shalawat. Baca yang banyak. 100 apa 1000 gitu. Terus berdoa dah habis baca shalawat tersebut. Kabul dah.
Jangan cuma jajal ketika baca shalawat. Tapi yakin. Dan jangan cuma satu hari atau 1 minggu atau 1 bulan. Terus-terusan aja. Sambil benahin shalat-shalat fardhu.
Usahakan selalu ke masjid tiap-tiap shalat fardhu. Plus qobliyah ba’diyah. Tambahin dhuha dan tahajjud. Dan ya harus berjuang.
Ngajuin ke bank aja untuk fasilitas kredit ya harus menuhin ini menuhin itu. Bila diminta data-data tambahan ya tetep aja diusahakan walau udah ngos-ngosan.
Begitu juga lah mestinya permohonan ke Allah. Penuhin betul apa-apa yang Allah minta. Sekuatnya. Sekerasnya. Sebaik-baiknya pemenuhan.
Dan sempurnakan dengan ngeluarin sedekah. Ke sekitar aja sedekahnya. Gapapa.
Bila masih muda, masih kecil, masih belia, dah nge-track yang beginian, wuah, insyaaAllah saat dewasa, hidupnya enak dan barokah FULL.
اللهم صل على سيدنا محمد و آله Awlloohumma sholli ‘alaa Sayyidinaa Muhammad wa aalih. Cukup dah… Ini aja sholawatnya.



Selasa, 19 Mei 2015

ust YM pelajaran 20 Mei Harkidnas

Saya ini “hasil” mereka-mereka dan beliau-beliau yang positif, dan selalu berusaha positif, dalam memandang saya saat saya sedang jelek-jeleknya. Kepositifan tersebut jadi doa.
Jadi sekarang ini, saat saya melihat sesuatu yang berantakan, kacau, jelek, buruk, negatif, saya berusaha untuk positif. I look myself in masa lalu.
Dipercaya aja bisa bangkit, udah sanggup membuat saya saat itu menangis terharu. Saya? Dipercaya bisa bangkit? Anbelivebel.
Dipercaya bisa berubah jadi orang bener dan manfaat. Bahkan didoakan jadi ustadz, jadi kyai oleh orang-orang sekitar saya. Sungguh sangat menolong.
Saat saya sendiri susah percaya bahwa saya bisa berubah, bisa bikin senyum orang tua, keluarga, ngebanggain beliau-beliau, eeehhh sekeliling saya percaya.
Termasuk yang tetep dan selalu positif terhadap saya, adalah
Ayah ibunya KH. Fahmi Salim. Ustadz Salim Zubair, ayahnya beliau, naik vespa nyari saya… Ustadz Salim Zubair, almarhum, ayah dari Fahmi Salim akhirnya menemukan saya. Dalam keadaan sangat kurus. Di tengah kampung yang sepi orang dan beliau membesarkan hati saya… Saya yang wajar dicaci, dimaki, diomelin… Eh, malah nerima belaian sayang…
Beliau datang dengan tas khasnya. Warna hitam. Lalu beliau buka tas itu. “Buat makan…”. Saya dikasih 5 ribu… Tahun 98.
Mahal. Sungguh mahal. Besar. Sungguh besar. Bukan hanya 5 ribu nya, yang 100 perak aja langka saat itu. Tapi semuanya. Mahal. Teramat mahal.
Kedatangan Ustadz Salim Zubair saja udah mahal. Sudah sangat berarti. Apalagi senyumnya, kepercayaannya saya tetep bisa nerusin Guru Mansur….
Susah saya untuk tidak positif melihat orang lain. Secara saya bisa hidup sebab kepositifan orang-orang saat itu. Kapan-kapan nanti saya cerita-cerita lagi.
Salam hormat buat semua ya. Jangan lupa baca Al Mulknya. Supaya bisa masuk dan merasakan Kerajaan dan Kekuasaan Allah. Allah, Di Atas Segala-galanya.
Oh ya, sepenggal kisah-kisah ini, sudah saya tulis dengan izin Allah, di buku Wisatahati Mencari Tuhan. Perjalanan Menepis Azab, Menuai Rahmat. Doain ya.

Senin, 04 Mei 2015

petuah Berenergi


From YM


Deket Presiden China, bantuan ngalir. Pegimana deket denga Rajanya para presiden dunia… yaa Allah… maafin kami yang suka ga adil dengan-Mu.
Segitunya kita ga deket sama Allah, Allah tetep Ar Rahmaan Ar Rahiim. Allah tetep sayang dan mengasihi kita. Bahkan sama yang begitu durhaka dan sombong kepada-Nya.
Dosa kita, kelalaian kita, kesombongan kita, kedurhakaan kita, — bukan dari orang lain — yang dah bikin hidup kita, keluarga kita negeri kita, berat jalannya.
Saya kalo mikirin dosa sendiri, maksiat sendiri, puyeng… Tapi begitu mikirin Allah Yang Maha Pengasih Maha Penyayang, senyum lagi sayanya.
Banyakin istighfar yuk… Bener-bener banyakin. Sekurang-kurangnya 100 kali. Dengan penghayatan. Buat diri kita, keluarga kita, negeri kita… mudah-mudahan masih banyak waktu untuk bebenah.
Siapa yang banyakin istighfar, Allah bakal kasih kemudahan di setiap kesulitannya… Akan adddaaaaa aja kemudahan dari Allah.
Siapa yang banyakin istighfar, Allah bakal kasih jalan keluar di setiap kebuntuannya… yang gelap-gelap bakal terang. Yang ketutup bakal kebuka.
Siapa yang banyakin istighfar, Allah bakal kasih banyak rizki yang tak terduga. Hingga rizki yang ga kepikiran sebelumnya, yang tersembunyi, pada dateng.

Rabu, 08 April 2015

mantap energi

Kita sdh harus berfikir 'kaannaka tamutu ghadan' (seolah2 kita akan mati besuk pagi), jangan terus berfikir 'kaanaka ta'isyu abadan' (seolah2 akan hidup selamnya). Dengan demikian akan segera memacu diri menghimpun bekal, mengokohkan fondasi perjuangan,membenahi diri, menyiapkan regenerasi, mewariskan idealisme........ (Pesan Kyai Hasan Salal)

Selalu dituntut pengorbanan, kesungguhan, dedikasi dan konsistensi untuk mengukir prestasi monumental. Sekedar baik2 saja tdklh cukup, harus berusaha melakukan yg terbaik. Rahasia sukses Atha' bin Abi Rabah meraih puncak prestasi keilmuan karena: Mendisiplin diri dgn ketat untuk tdk bernyaman2 dgn hal2 yg tdk produktif (عدم الترتع و التمتع بما لا ينفع) dan mendisiplin diri dgn ketat untuk tdk menyia2kan waktunya untuk perkataan dan perbuatan yg tdk urgen (فضول الكلام و العمل). Musuh utama kita adalah diri kita sendiri.

Perjalanan MAret - April

begitu banyak ketimpungan hahaha bahasanya Allah membukakakn jalan begituu banyak
1. Pantura shop dengan aneka macamnya
2. batik
3. Juice
4. cimol
5, salome dari ibuk ariq
6. Ngajar MIM PK
7. Ngajar TPQ
8. Kuliah
9. AAt Tajdid
10. IMM Perkaderan
11.. BUMI badan usaha milik Ikatan
12. proposal skripsi '
13. Meyda yogyakarta

Sabtu, 07 Maret 2015

ini nama"nya

 
173Muh FirmansyahFirmanInstitut Pertanian Bogo174Muh Ridho Azhari SorminSorminUniversitas Terbuka175Muh. Dedi HeriyantoDadiSTIE Panca Bhakti Palu176Muhamad Genta LogaGentaUniversitas Sriwijaya177Muhamad Kholik Martadinata EfendiKholikUniversitas Telkom178Muhamad SaprudinUdinUniversitas Negeri Jakarta179Muhammad Agus BudansyahAgusUniversitas Indonesia180Muhammad Azhar, A.MdAzharPoliteknik Negeri Lhokseumawe181Muhammad Ikhsan AliaIkhsanUniversitas Andalas182Muhammad ImansyahImanUniversitas Tadulako183Muhammad Izzat FirdausiIzzatUIN Sunan Kalijaga Yogyakarta184Muhammad Lutfi SantosoLutfiPoliteknik Elektonika Negeri Surabaya185Muhammad Mirzal DipaJajaPresident University186Muhammad MuhlisMuhlisBanjarmasin Achmad Yani University187Muhammad Rajiv SyarifRajivUniversitas Syiah Kuala188Muhammad UmaruddinUmarUniversitas Sriwijaya189Mukhammad Mizan ZulmiMizanUniversitas Negeri Malang190Nabila Ghaida ZiaNabilaUniversitas Diponegoro191Nadia F ThomafiNadiaUniversitas Brawijaya192Nadya Karima MelatiNadyazuraUniversitas Indonesia193Najmi HamidiNajmiIAIN Palangka Raya194Nanda Dita SyahpradanaNandaUniversitas Brawijaya195Nanda FerianaNandaUniversitas Malikussaleh196Nanda Noor Harkam AnsolNandaUniversitas Gadjah Mada197Nanda Tri WibowoNando, BajajInstitu Teknologi Bandung198Ni Kadek Diana PramestiDianaUniversitas Padjadjaran199Ni Komang DarminiDarminiUniversitas Tadulako200Ni Luh WidiantariWidiaUniversitas Udayana201Ni Made Eta SupriyantiEtaUniversitas Siswa Bangsa Internasional202Ni Made Wiwik MenawatiWiwikUniversitas Udayana203Niccolo AttarNiccoUniversitas Gadjah Mada204Nida KhofiyyaNidaUniversitas Padjadjaran205Nidia PuspaningrumNidiaPoliteknik Kesehatan Kemenkes Bandung206Nilla `Arusyal KhofiqoeniNillaUniversitas Islam Indonesia207Nova AmbarwatiNovaPoliteknik Elektronika Negeri Surabaya208Novi AmbarsariNoviUniversitas Negeri Yogyakarta209Novita AnggrainiNoviUniversitas Pancasila210Novita SariNovitaUniversitas Lampung211Nudia Imarotul HusnaNudiaUniversitas Padjadjaran212Nugroho MeidinataDanisUniversitas Gadjah Mada213Nur Ayu FitrianiAyuUniversitas Airlangga214Nur Handayani OctaviyantiYantiUniversitas Gadjah Mada215Nur Huda Arif IndiartoHudaInstitut Teknologi Bandung216Nur Rachmawati SugianaRaraUniversitas Paramadina217NuraeniEniUniversitas Negeri Yogyakarta218Nurbani SyifaSyifaUIN Sunan Gunung Djati Bandung219Nurhayatun NafsiyahAtunUniversitas Tanjungpura220Nurhudayati MardiahNurUniversitas Negeri Jakarta221Nurjannah YusufJannahUniversitas Medan Area222Nurlita KaharaniTataUniversitas Sultan Ageng Tirtayasa223NurrayyanRayyanUniversitas Islam Bandung224Nurul AnnisaUulUniversitas Syiah Kuala225Nurul Ra'ufa IstiqomahNurulInstitut Teknologi Bandung226Nuzhatul UssakNuzhaUniversitas Pancasakti227Octrina Nanda LamtiurNanda Universitas Gadjah Mada228Olivia LamiaOliviaUniversitas Cendrawasih229Pandu Dharma WicaksonoPanduUniversitas Gadjah Mada230Patma OktavianaVianUniversitas Telkom
 
231Petrus Ihnasius Sumondang TampubolonUcokUniversitas Negeri Yogyakarta232PrayogiYogiSTIPAP Medan233PrihatiningsihPrieUniversitas Gadjah Mada234Priscilla DeniPriscillaUniversitas Indonesia235PurfajiAjiUniversitas Islam Indonesia236Putri Diyah Ayu PertiwiPutriSekolah Tinggi Akuntansi Negara237Putri MaulidiyahPutriUIN Sunan Ampel Surabaya238Putrie Belia ShahanazPutrieUniversitas Almuslim239Putry AntiPutryUniversitas Hasanuddin240Putu Maharani Ajeng AstitiRaniUniversitas Tadulako241Raden Ayu ChairunnisyaNisa-ChanUniversitas Sumatera Utara242Radityo Fajar PriambodoAditUPN "Veteran" Yogyakarta243Ragil Wigas WicaksanaWigasPoliteknik Elektronika Negeri Surabaya244Rahayu Febrina SariAyuUniversitas Bung Hatta245Rahmad Hidayatullah SalamDayTelkom University246Rahmad KurniawanWawanUniversitas Tadulako247Rahmadi M. AliRahmadiUniversitas Malikussaleh248Rahmat Dwi SanjayaJayaUniversitas Negeri Yogyakarta249Rahmat Tunnazila KastellaRahmatUPN "Veteran" Yogjakarya250Raidah MahirahIdhaUIN Alauddin Makassa251Ranitya NurlitaLitaInstitut Pertanian Bogo252RatnasariRatnaUniversitas Negri Yogyakarta253Ravi RozamiRaviUniversitas Mulawarman254Refina Muthia SundariRefiUniversitas Indonesia255Religi Dauli IslamiEgiUIN Sunan Kalijaga256Reondo Hatorangan SihombingReondoUniversitas Pendidikan Indonesia257Reynaldi Hendras PradiptaRey, RenalUniversitas Islam Indonesia258Reza Fahlevi SiregarLeviUniversitas Syiah Kuala259Rezha Syuhada HeriyadiRezhaUniversitas Pamulang260Ria Maha PutriPutriUniversitas Indonesia261Rianti Fitri AzizRiantiUniversitas Gadjah Mada262Ridwan LimpoRidho'UIN Alauddin Makassa263Rindah JhayantiRindahUniversitas Negeri Jakarta264Ririn WulandariRirinUniversitas Neegri Yogyakarta265Riska Melinda HutariMeliUniversitas Brawijaya266RiSma SuryaniElsaInstitut Pertanian Bogo267Risty Ridharty DimanRistyUniversitas Pancasila268Rita Iva FatmalaIvaUniversitas Negeri Semarang269Rita JuniasariRitaUniversitas Muhammadiyah Aceh270Rizki AmaliaKikiUniversitas Indonesia271Rizky AriningtyasRiris, AtheUniversitas Sultan Ageng Tirtayasa272Rizqi Mulia RayaQiqiPresident University273Roleyandhatama PutraRulyUniversitas Islam Riau274Rosabella Ika YuanitaBellaPoliteknik Elektronika Negeri Surabaya275Rosalia BenyaminOchaCendrawasih University276Saddam Husein SaputraSaddamUniversitas Jenderal Soedirman277SaifunnurSaifunUIN Ar Raniry Banda Aceh278Salmatian SafiuddinTianUniversitas Halu Oleo279Sangkot SalamahSangkotUIN Syarif Hidayatullah Jakarta280Sarah ZulkarnainiSarahSTAIN Zawiyah Cot Kala Langsa281Sari Tua Roy NababanRoyUniversitas Indonesia282Satria Afif MuhammadSatriaSMA Labschool Kebayoran283Satriya Ade NugrohoAdeUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta284Septi Ahmad MulyadiSeptiSTIE Yasa Anggana Garut285Shidqi Noer SalsaShidqiUniversitas Muhammadiyah Yogyakarta286Shofa RakhmatikaShofaUniversitas Diponegoro287Sintia AstarinaSintiaUniversitas Multimedia Nusantara288Sintya febrianiFebyUniversitas Pancasila

Sengketa Pilpres 2024 di Ajukan di Mahkamah Konstitusi

  Foto Hanya Pemanis 😁 With Prof. Dr. Arief Hidayat , SH, M.S. salah satu Hakim Mahkamah Konstitusi RI Dalil permohonan kecurangan pilpres ...