Jumat, 30 Juni 2017

Kantin persatuan dan perdamaian



Sungguh mungkin mustahil melakukan persatuan dilingkungan gerakan mahasiswa, kepentingan, lagi-agi kepentingan golongan selalu menjadi kepentiangan sesaat dan kepentiangan picisan yang semu tidak bernafas kebersamaan dan kemaslahatan sepenuhnya, tentu ada yang diuntungkan beberapa pihak saja, sejak dalam pikiranpun kita sudah tidak adil, apalagi dalam tindakan tentu ini berat, entah sampai kapan gerakan mahasiswa akan terus usang dan kehilangan arah, spirit mengubah, semangat revolusioner hilang ditelan gadget, semangat mendobrak kejumudan seolah tidak nampak, mereka sibuk menjadi IO dan sibuk melakoni kepentingan perut sesaat, entah dimana idealisme mereka digadaikan, masa depan bangsa ditangan anak muda nampaknya redaksi ini harus segera dirubah, masa depan bangsa berada ditangan para ulama, karna yang selalu tampil oposisi terdapat perilaku keparat aparat hanyalah mereka para ulama, mahasiswa nampaknya sedang mengalami buta, tuli, sibuk dengan urusan recehan tak bermutu, menulis menggugatpun tak sanggup entah kemana kalian mahasiswa aku hanyalah mahasiswa yang barang tentu ikut sibuk mengurus hal-hal recehan dan picisan, umat menanti aku pun tak peduli, umat berteriak aku pun sibuk dengan romantisme kekinian dalam berjuang, aku hanya sebatas takut masuk dalam barisan para penghianat intelektual yang alpa tupoksi, lupa jati dirinya sebagai pemberontak dan pembela kebenaran, penegak keadilan, memang semu dan utopis, merdeka yang sebenar-benarnya merdeka, belom kita rasakan sepenuhnya bahkan masih amat jauh. Tentu ini pe er kita bersama bukan hanya golongan ataupun sekelompok, mengurai berbagai persoalan kebangsaan, mengurai berbagai problematika kebangsaan, bukan hanya dengan duduk dan berpangku tangan, ayok kita bangkit melawan kebodohan, bangkit melawan kemiskinan, bangkit melawan ketidak adilan, bangkit melawan ekxploitasi, bangkit melawan segala kesewenang-wenangan dan kebiadaban, bagkit melawan penindasan wajah baru nan halus, wahai mahasiswa apakah? nalar kritis kalian sudah mati?? terkubur karna kepentingan akademik, nalar sehat tidak hadir  karna sibuk urus pribadi mereka sendiri-sendiri,fakta aktivis muslimpun, yang ku jumpai ngajipun tidak becus, hancur-hancuran, aktivis abal- abal makin meraja lela, seperti yang menulispun sebenarnya masih sangat amat jauh dari kata sempurna, tapi tak apa minimal aku berteriak ditengah senyap sunyinya keresahan para akedemik kampusan, sungguh miris–miris, bila tak tumbuh keresahan dinegeri ini.
Wahai aparat apabila kalian salah olah, salah menangani negeri ini, maka mustahil akan bubar Negara ini,  negara yang  tak seideal yang kita cita-citakan, berhati-hatilah dalam mengolah seluruh kekayaan yang ada dinegeri ini, sekali kau sakiti kami akan berteriak lantang dan melakukan ombak perlawanan, sekalipun presidenpun akan kita gulung, kami akan patahkan lutut-lutut kalian yang semena-semana dengan rakyat, korupsi yang perlahan-lahan menggerogoti nafas rakyat harus dibumi hanguskan dari alam semesta ini.
Aku rindu persatuan dan sebenar-benarnya perdamaian di negeri ini.

MIRIS IMM AKAN JADI PENONTON 2030 di PTAI DAN PTN

 (IMM teropong 2030 PTKAI dan PTN Kedepan, kalau tidak kita akan habis dalam perkaderan dan politik kampus dan seterusnya)
(by ketum PC IMM Ahmad Dahlan kota surakarta 2016/2017)
IMM Harus merebut Momentum kalau tidak silahkan rasakan perihnya menjadi penonton,saya mau mengajak sedikit merenung dengan tulisan rekanku dari PMII
*Menjaga Idealisme Gerakan PMII*
Sebagaimana pernah dikatakan oleh sahabat Kholidul Adib dalam forum sekolah pendamping penggerak yang digagas pc pmii kota semarang, bahwa pada tahun 2030, akan ada dua kubu besar yang vis a vis. PMII di satu sisi dan KAMMI di sisi lain. Sebab, pemegang massa mahasiswa terbesar di perguruan tinggi adalah dua eksponen tersebut. PMII di PTAI dan KAMMI di PT. Sehingga, sekitar 10-15 tahun lagi dua organisasi tersebut akan “ngunduh” hasil kaderisasi yang berjalan hari ini. Dan kenapa tidak HMI? karena mereka sedang menikmati hasil kaderisasi hari ini. Dan sayang sekali, kaderisasi HMI mengalami stagnasi bahkan dekadensi, terbukti dengan minimnya penguasaan mereka di kampus hari ini.
Di satu sisi, demikian persaingan dan perebutan kaderisasi. Bahwa, pertarungan tersebut tidak hanya ada di kampus, tetapi akan berlanjut di berbagai ranah penting, yakni struktur pemerintahan/politik , ranah pengetahuan, budaya dan segala lini kehidupan. Lalu kenapa bersaing dan berebut? Padahal sama-sama umat islam. Kenapa tidak kerjasama? Jelas sekali, bahwa ini adalah persoalan mendasar dan ideologis. Sebagai warga pergerakan “an-nahdliyyah”, selama dapat bekerjasama kenapa tidak? Tetapi jika sudah menyoal ideologi yang menurut beberapa data vis a vis pancasila dan anti dialog, bagaimana lagi kalau tidak vis a vis?
Dan pada sisi lain, ada berbagai persoalan sosial yang mewarnai sejarah Indonesia di era milenial ini. Khususnya problem kemasyarakatan yang menjadi titik-titik gerakan advokasi PMII. Selain persoalan fundamentalisne agama yang berujung pada ideologi kontra pancasila, ada penyakit sosial kronis dalam tubuh bangsa dan negara ini, atau bahkan pada tataran global. Sampai hari ini, Indonesia belum terlepas dari krisis karakter dan moralitas. Setiap hari, ada saja masyarakat yang melakukan tindak asusila dan kriminal. Lalu, persoalan konflik agraria dan sengketa tanah tidak kunjung selesai. Penambangan sumber daya alam “profit oriented” dan eksploitatif. Data pejabat korup pada KPK tidak pernah putih bersih. Dan bisa jadi masih banyak di luar catatan merah tersebut yang berkeliaran dan belum tertangkap. Lalu, komersialisasi hak-hak asasi, seperti pendidikan dan kesehatan. Dimana pendidikan dijadikan lahan bisnis, bukan pembangunan sumber daya manusia.
Nah, untuk menyikapi itu semua, PMII yang hari ini tepat berumur 57 tahun harus meningkatkan pembacaan, lembahasan dan gerakan bekaitan dengan masa depan organisasi dan kader-kader, yakni melalui penataan kaderisasi. Kaderisasi PMII akan tertata jika hal pertama yang dilakukan adalah mengembalikan PMII ke dalam khittahnya. Maksud sederhananya, mengembalikannya sesuai dengan tujuan awal dan esensi kenapa PMII berdiri. Dan dalam bahasa penulis, inilah yang disebut “idealisme gerakan PMII”. PMII yang ideal adalah sesuai dengan esensi kenapa PMII berdiri. Sehingga, gerakan PMII tidak akan bias, menjauh dari visi organisasi yang sesungguhnya.
Lalu, untuk apa PMII didirikan? bahwa secara historis, PMII lahir karena faktor kompleks. Selain kondisi politik carut marut, para mahasiswa NU, tidak mempunyai cukup ruang untuk aktualisasip. HMI sebagai wadhah aktualisasi mahasiswa NU ternyata lebih condong pada Masyumi. Dan di IPNU pun, para mahasiswa NU tidak dapat mengembangkan visi dan gagasannya karena sering tidak se-frekuensi. Maka dibentuklah PMII, dengan ketua umum pertama sahabat Mahbub Junaidi. Disepakati nama “pergerakan”, sebagai simbol bahwa organ ini dinamis dan progessif. Dan disepakati tujuan organisasi dalam AD/ART pasal 4, yakni “terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, berbudi luhur, berilmu, cakap dan bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia”.
Maka, menjaga idealisme gerakan PMII sesuai dengan esensi dan tujuan berdiri menjadi tugas wajib seluruh elemen warga pergerakan. Berbagai tantangan eksternal harus tetap diselesaikan melalui pisau analisis PMII. Apalagi problem kemasyarakatan terus bergulir, tentu PMII tidak boleh lepas mengawal hal tersebut sebagaimana khittah PMII sebagai organisasi yang lahir untuk mengawal kondisi politik Indonesia yang carut marut. Mengawal khittah islam sebagai agama welas asih disatu sisi dan melawan di sisi lain. Dan mengawal dunia pengetahuan agar jauh dari kepentingan kuasa kapital.
Lalu, menjaga idealisme organisasi melalui kaderisasi tidak kemudian menolak perkembangan zaman, inovasi dan kreativitas. Selama itu tidak bertentangan dengan produk hukum PMII dan kaidah “al akhdu bil jadid al aslah”, kenapa tidak? PMII tidak menolak perkembangan teknologi dan globalisasi. PMII selalu berusaha mendialektika segala hal baru dari luar, berdilog dan menyerap sari terbaik dari setiap pemikiran, gerakan dan hal baru lainnya. Tidak sontak menolak mentah sebagaimana organisasi lain yang konservatif.
Sebelum pada 2030 pertarungan itu benar terjadi, usaha penggagalan harus segera dilakukan dengan meningkatkan kaderisasi di berbagai kampus, khususnya umum. Tetapi, PMII tidak boleh lupa diri, sehingga mengesampingkan idealisme. Lalu beralih pada pragmatisme gerakan yang berorientasi pada profit dan lupa soal perjuangan. Apalagi, hanya menjadi “jam’iyyah” tanpa gagasan dan gerakan. Dimana kadernya hanya suka aktivitas hedonis, kronis gagasan dan sekarat gerakan ideal. Sebab, urgensi menjaga idealisme gerakan PMII tidak hanya untuk PMII, tetapi lebih dari itu, untuk Indonesia, bahkan terhadap masyarakat global. Karena islam yang diyakini PMII adalah rahmat untuk semesta, tidak pilih kasih. Semuanya menjadi subjek yang merasakan kehadiran Islam ala PMII.
IMM pilihannya hanya dua mau maju JAYA!!! atau mundur,hancur lebur.
Gus ma'ruf. dan IMMawan Ahmad Zia khakim

imagine and to realisasion

inspirasi menulis 1000 buku dalam satu bulan okay bismillah
berarti satu tahun bisa sejuta sehingga mampu mencerahkan dari mulai kalangan dari tukang becak, cleaning service hingga para puan tuan aparat. bismillah
1. menulis buku tentang IMM
2. menulis buku tentang Bojonegoro,
3. menullis buku tentang sastra
4. menulis buku tentang Muhammadiyah
5. menulis buku tentang Tajdid.
6. menulis tentang inspirasi dunia dan indonesia
7. menulis tentang nilai-nilai kehidupan.


Rabu, 28 Juni 2017

ngoleksi tokoh inspiratif muda

diantaranya Iman Usman
Biografi Singkat Iman Usman
Waktuku.com – Biografi Singkat Iman Usman, Ingin mengetahui siapa yang telah mendirikan perusahaan startup di bidang pendidikan Ruangguru? Ia adalah Muhammad Iman Usman. Berikut ini merupakan biodata Iman Usman pendiri Ruangguru.
Inilah biodata Iman Usman pendiri Ruangguru, Ia lahir di kota Padang 26 tahun silam, tepatnya pada tanggal 21 Desember 1991. Jiwa sosialnya telah muncul ketika ia masih berusia masih kecil. Ia tergerak hatinya ketika masih banyak anak seusianya yang tidak memiliki buku pelajaran. Untuk itu ia memiliki ide untuk menyimpan rak buku di depan teras rumahnya. Hal tersebut ia lakukan agar anak-anak bisa membaca buku.
Selain itu juga ia menerima sumbangan buku-buku dari teman-temannya agar bisa dibaca oleh anak-anak. Dengan idenya tersebut, ia telah mendapatkan penghargaan bergengsi karena telah mempromosikan dan juga memperjuangkan hak-hak anak.
Iman Usman telah mendapatkan beberapa penghargaan diantaranya yaitu ketika ia masih bersekolah di bangku SMA, ia menerima penghargaan sebagai Pemimpin Muda Indonesia tahun 2008 dari Presiden RI dan juga dari United Nations Youth Assembly Recognition on Humanitarian Development, serta penghargaan Mondialogo Junior Ambassador for Intercultural Dialogue oleh DAIMLER dan juga UNESCO.
Selain memiliki jiwa sosial yang tinggi, Iman Usman juga memiliki prestasi yang membanggakan. Iman lulus dari bangku SMA sebagai peraih nilai UN tertinggi pada jurusan IPS di kota Padang. selain itu juga ia meraih penghargaan sebagai siswa berprestasi di provinsi Sumatera Barat pada tahun 2008.
Pasang iklan --- esaputra.tanjung@live.com
Pada tahun 2009 ia bersama 6 pemuda Indonesia mendirikan Indonesia Future Leaders yang merupakan organisasi pemuda yang bergerak di bidang pemberdayaan pemuda. Selain itu juga Iman mendirikan Parlemen Muda Indonesia yaitu sebuah wadah pendidikan parlementer dan juga politik. dan masih banyak lagi penghargaan-penghargaan yang telah diraih oleh Iman Usman.
Ia melanjutkan pendidikannya ke FISIP jurusan Ilmu Hubungan Internasional di Universitas Indonesia. Ia juga menoreh prestasi yang membanggakan, ia mendapat penghargaan di bidang akademis dan juga non-akademis, diantaranya yaitu ia dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Utama UI tahun 2012.
Kemudian dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Utama Tingkat Nasional pada tahun yang sama. Selanjutnya ia melanjutkan pendidikan di Pascasarjana Columbia University dan lulus dengan IPK 3,990 dan ia mulai aktif bekerja sebagai perwakilan Amerika Serikat pada Yayasan Cinta Anak Bangsa Internasional.
Dan ketika ia telah menyelesaikan pendidikannya di Amerika Serikat, ia mendirikan Ruangguru.com bersama sahabatnya yang bernama Adamas Belva Devera. Ruangguru.com sendiri merupakan sebuah perusahaan digital di bidang pendidikan dan juga teknologi.

idhul fitri 2017 M / 1438 H

tidak terasa waktu begitu cepat serius sangat amat cepat, bupati diseluruh daerah sudah waktunya ganti, termasuk diBojonegoro, termasuk aku yang sudah harus mengakhiri masa studiku S1 dikota solo, sehingga sudah harus menyongsong S2 dan seterusnya, sehingga mulailah membahas rumah tangga dan kedepan ingin berperan menjadi apa, sehingga akan terus berproses, belum kemudian masa depan adek - adek yang kemudian semua tentu harus dengan perancanaan dan by design, sungguh berat tentunya meneropong masa depan yang masih penuh ketidak pastian tapi kita , saya sebagai orang yang beriman tentu harus, penuh keyakinan perencanaannya, so Progress aja dan jalan terus intinya jangan lupa sholat, doa, nuntut ilmu, kasbul ma'isah, kasbul ilmi, and satu lagi terus berkarya lebih fundamental lagi dan lebih mainstream lagi untuk bangsa dan negara tentunya.
so tunjukkan,

Cepu Attajdid, kamis, 29 juni 2017 

kondisi bangsa kekinian,

berbagai kondisi tentang bangsa ini masih bisa ku ikuti lewat media masa
gonjang ganjing, rekayasa republik, yang begitu lumayan kental nuansa politisnya dibeberapa sektor,
para aktor penyelenggara negara yang tidak sewenang-wenang pun menjalankan amanahnyapun dengan baik, tapi yang lainnya pun beberapa bisa dikatakan gagal sehingga jauh dari kata-kata profesionalisme,
sehingga civil societylah yang kemudian sama-sama kita andalkan,masyarakat harus sadar kembali bahwa berharap terlalu berlebihan kepada pemerintah hanya akan berujung kecewa,

sejarah munculnya blogku

mohon dimaklumin ya...masih campur-campur tulisannya
ada tulisan otentik dariku, ada juga dari orang lain, sayang klo tidak dipasangkan, ya itung-itung bantu ngesare gituh sehingga luas kalangan yang membaca,
ada beberapa juga yang hanya corat -coret mengenang beberapa momentum, yang mungkin terkesan tidak serius nulisnya,,,ya lagi lagi ini blog isinya macem- macem blom sempet ngrapiin dan ngindahin, yang jelas suatu saat bakal indah insyaAllah,
so silahkan diambil manfaatnya yang bisa diambil manfaatnya ya...

Senin, 26 Juni 2017

my book

https://www.bukalapak.com/p/hobi-koleksi/buku/lain-lain-506/5wt0oe-jual-putih-pengorbanan-merah-perjuangan-meletakkan-dasar-peradaban-dari-indonesia

kalau mau beli ternyata stok dibuka lapak masih ada.

doakan segera terbit lagi ya bukunya..
ditarget nieh sebelum s1 punya 10 karya,.

Sengketa Pilpres 2024 di Ajukan di Mahkamah Konstitusi

  Foto Hanya Pemanis 😁 With Prof. Dr. Arief Hidayat , SH, M.S. salah satu Hakim Mahkamah Konstitusi RI Dalil permohonan kecurangan pilpres ...