Sungguh
mungkin mustahil melakukan persatuan dilingkungan gerakan mahasiswa,
kepentingan, lagi-agi kepentingan golongan selalu menjadi kepentiangan sesaat
dan kepentiangan picisan yang semu tidak bernafas kebersamaan dan kemaslahatan
sepenuhnya, tentu ada yang diuntungkan beberapa pihak saja, sejak dalam
pikiranpun kita sudah tidak adil, apalagi dalam tindakan tentu ini berat, entah
sampai kapan gerakan mahasiswa akan terus usang dan kehilangan arah, spirit mengubah,
semangat revolusioner hilang ditelan gadget, semangat mendobrak
kejumudan seolah tidak nampak, mereka sibuk menjadi IO dan sibuk melakoni
kepentingan perut sesaat, entah dimana idealisme mereka digadaikan, masa
depan bangsa ditangan anak muda nampaknya redaksi ini harus segera dirubah,
masa depan bangsa berada ditangan para ulama, karna yang selalu tampil oposisi
terdapat perilaku keparat aparat hanyalah mereka para ulama, mahasiswa
nampaknya sedang mengalami buta, tuli, sibuk dengan urusan recehan tak
bermutu, menulis menggugatpun tak sanggup entah kemana kalian mahasiswa aku
hanyalah mahasiswa yang barang tentu ikut sibuk mengurus hal-hal recehan dan
picisan, umat menanti aku pun tak peduli, umat berteriak aku pun sibuk dengan
romantisme kekinian dalam berjuang, aku hanya sebatas takut masuk dalam
barisan para penghianat intelektual yang alpa tupoksi, lupa jati dirinya
sebagai pemberontak dan pembela kebenaran, penegak keadilan, memang semu
dan utopis, merdeka yang sebenar-benarnya merdeka, belom kita rasakan
sepenuhnya bahkan masih amat jauh. Tentu ini pe er kita bersama bukan hanya golongan
ataupun sekelompok, mengurai berbagai persoalan kebangsaan, mengurai berbagai
problematika kebangsaan, bukan hanya dengan duduk dan berpangku tangan, ayok
kita bangkit melawan kebodohan, bangkit melawan kemiskinan, bangkit melawan
ketidak adilan, bangkit melawan ekxploitasi, bangkit melawan segala
kesewenang-wenangan dan kebiadaban, bagkit melawan penindasan wajah baru nan
halus, wahai mahasiswa apakah? nalar kritis kalian sudah mati?? terkubur
karna kepentingan akademik, nalar sehat tidak hadir karna sibuk urus pribadi mereka
sendiri-sendiri,fakta aktivis muslimpun, yang ku jumpai ngajipun tidak becus,
hancur-hancuran, aktivis abal- abal makin meraja lela, seperti yang menulispun
sebenarnya masih sangat amat jauh dari kata sempurna, tapi tak apa minimal
aku berteriak ditengah senyap sunyinya keresahan para akedemik kampusan,
sungguh miris–miris, bila tak tumbuh keresahan dinegeri ini.
Wahai
aparat apabila kalian salah olah, salah menangani negeri ini, maka mustahil akan
bubar Negara ini, negara yang tak seideal yang kita cita-citakan,
berhati-hatilah dalam mengolah seluruh kekayaan yang ada dinegeri ini, sekali
kau sakiti kami akan berteriak lantang dan melakukan ombak perlawanan,
sekalipun presidenpun akan kita gulung, kami akan patahkan lutut-lutut kalian
yang semena-semana dengan rakyat, korupsi yang perlahan-lahan menggerogoti
nafas rakyat harus dibumi hanguskan dari alam semesta ini.
Aku
rindu persatuan dan sebenar-benarnya perdamaian di negeri ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar