Kembali Kita ke seorang Sosok Tan Malaka dikenal sebagai seorang Marxis yang Nasionalis. Gelora revolusi menuju cita-cita Indonesia merdeka tergores jelas dalam tiap tulisannya. “Seorang yang mahir dalam revolusi”, demikian Soekarno menjulukinya. Selain dalam Naar de Republiek Indonesia (Menuju Republik Indonesia), gagasan Tan Malaka tentang kebangsaan tersebar di beberapa tulisan lain seperti misalnya dalam Massa Actie in Indonesia (1926) serta Madilog (1942).
Gagasan tentang bangsa yang ditawarkan oleh Tan Malaka tidak hanya menyentuh aspek pengelolaan pemerintahan, tetapi juga perombakan cara berpikir agar Indonesia menjadi bangsa yang merdeka dan maju. Terkait dengan tata pemerintahan, Tan Malaka adalah sosok yang sejak awal menolak sistem parlementer. Ia menganggap bahwa sistem parlementer hanya menghasilkan wakil rakyat yang tidak mampu membaca kebutuhan dan pikiran rakyat. Wakil rakyat yang tidak mampu berbaur dengan rakyat ini hanya menjadi golongan yang pandai berbicara tetapi tidak berguna tetapi harus dibayari oleh negara dengan biaya tinggi.
Tan Malaka juga melihat bahwa parlemen pada akhirnya akan tergoda untuk berselingkuh dengan eksekutif maupun para pemilik modal. Melihat berbagai kasus korupsi dan kolusi yang melibatkan anggota parlemen dalam konteks Indonesia saat ini, apa yang digagas oleh Tan Malaka tampaknya memperoleh pembenarannya. Negara dalam pemikiran Tan Malaka semestinya dikelola oleh sebuah organisasi tunggal tanpa ada pemisahan kekuasaan seperti dalam azas trias politica ala Montesquie. Lewat Madilog Materialisme, Dialektika dan Logika Tan Malaka menawarkan cara berpikir rasional agar bangsa Indonesia bisa bangkit dari keterpurukan dan menjadi bangsa yang mandiri dan mampu memposisikan dirinya di antara bangsa-bangsa besar di muka bumi.
Relevankah konsep kebangsaan yang digagas oleh Tan Malaka untuk diterapkan dalam konteks Indonesia masa kini dan masa depan?
Apa kekuatan dan kelemahan dari konsep kebangsaan yang digagas oleh Tan Malaka? Bagaimana pengejawantahan nasionalisme versi Tan Malaka? Apa aspek penting dari cara berpikir Madilog yang relevan untuk konteks Indonesia saat ini? Bentuk rasionalitas seperti apa yang digagas Tan Malaka agar Indonesia Menatap Masa depannya dengan Penuh keyakinan tanpa keragu-raguan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar