1.Prof. Dr. Hj. Huzaemah Tahido
Yanggo
Beliau merupakan wanita pertama
dari Indonesia yang mendapatkan gelar doktor dengan predikat cumlaude, pada
konsentrasi Fikih Perbandingan Mazhab dari Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
Perempuan kelahiran Donggala,
Sulawesi Tengah tahun 1946 ini, merupakan ahli fikih ternama di Indonesia.
Beliau sering diundang menjadi pembicara, baik dalam forum nasional maupun
internasional. Selain itu, beberapa tulisannya juga sering dimuat di media
cetak. Beliau pernah menjadi anggota Komisi Fatwa MUI serta masih aktif
mengajar di beberapa Universitas, di
antaranya Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (UIN) Jakarta,
Pascasarjana Institut Ilmu al-Quran (IIQ) Jakarta, Dosen Pascasarjana UIN
Jakarta, Universitas Islam Jakarta, dan Universitas Muhammadiyah Jakarta. Selain
aktif di MUI, beliau juga penggerak sejumlah LSM wanita yang mengantarkannya
mendapat penghargaan sebagai tokoh peningkatan peranan wanita. Sepak terjang
beliau tak hanya di dunia pendidikan dan politik, tapi juga merambah pada dunia
perbankan. Beliau menjabat sebagai Dewan Pengawas Syariah di Bank Niaga Syariah
dan Ketua Pengawas Syariah di Asuransi Takaful Great Eastern. Informasi sebagai
dilansir iiq.ac.id.
2. Prof. Dr. Nabilah Lubis
Wanita asli Mesir ini, memutuskan
menetap di negara Indonesia setelah dipersunting oleh Mahasiswa Indonesia yang
kuliah di Universitas Al-Azhar Kairo. Hal ini sebagaimana tertulis dalam buku otobiografinya
yang berjudul Roman Putri Kairo dan Mozaik Pengabdian di Negeri Khatulistiwa. Beliau
merupakan seorang Ahli Filologi Indonesia yang merupakan Guru Besar Ilmu
Filologi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Selain itu, beliau juga pernah
menjabat sebagai ketua Majelis Ilmuwan Muslimat se-Dunia cabang Indonesia
(2013). Beliau aktif dalam dunia menulis, tulisannya banyak yang dimuat di
beberapa media massa baik nasional maupun internasional. Beliau juga menjabat
sebagai pemimpin umum majalah berbahasa Arab Alo Indonesia.
3. Prof. Dr. Aisjah Girindra
Wanita kelahiran Bukittinggi
tahun 1935 ini, adalah seorang Guru Besar Biokimia IPB dan pakar makanan halal
Indonesia, Doktor wanita pertama di Pogram Pascasarjana IPB ini, pernah menjadi
Direktur Lembaga Penelitian dan Pengkajian Obat-obatan, Kosmetik dan Makanan
(LPPOM) Majelis Ulama Indonesia dan Presiden Dewan Halal Dunia.
4. Prof. Dr. Zakiyah Daradjat
Wanita kelahiran Minang 1926
ini, Ahli Psikologi Islam jebolan Ain
Shams University Cairo, Mesir. Termasuk kalangan santri pertama yang
mendapatkan gelar sarjana di luar negeri dalam bidang psikologi. Psikolog yang
melihat doa sebagai salah satu metode terapi mental ini, merupakan orang yang
pertama kali merintis dan memperkenalkan psikologi agama di lingkungan
Perguruan Tinggi Islam di Indonesia. Beliau aktif dalam mengampanyekan
Psikologi Islam melalui berbagai media, buku, artikel, makalah, diskusi, radio,
televisi, serta mengajar di berbagai lembaga pendidikan. Selain itu,
karya-karyanya menjadi bacaan wajib di perguruan tinggi, terutama mengenai
Pendidikan Agama dan Psikologi Agama. Sayangnya, beliau telah kembali ke
haribaan Tuhan pada tahun 2013 silam.
5. Rahmah El-Yunusiyah
Rahmah El-Yunusiyah merupakan
sosok pembaharu pada abad ke 19 M. Wanita kelahiran Padang Panjang ini, anak
dari seorang ulama besar di zamannya, Syekh Muhammad Yunus, seorang hakim
sekaligus pemimpin Tarekat Naqsabandiyah al-Khalidiyah serta ahli ilmu falak dan
hisab yang pernah menuntut ilmu di Mekah selama 4 tahun. Berasal dari keluarga
yang kental dengan tradisi akademis, ia tumbuh besar dengan pendidikan yang
layak tak seperti perempuan umumnya pada zaman itu. Ia menilai bahwa kaum
perempuan juga perlu mendapatkan pendidikan, karena itu, ia mendirikan Sekolah
Perempuan. Jadi bisa dibilang, dia merupakan penggagas Sekolah Perempuan
pertama. Ia resmi mendirikan lembaga pendidikan untuk perempuan pada 1 November
1923, sekolah itu diberi nama Madrasah Diniyah Lil Banat. Masyarakat banyak
yang tertarik, dan pada masa penjajahan Jepang sekolah ini dipopulerkan dengan
nama “Sekolah Diniyah Puteri”, sedangkan pada masa sekarang dikenal sebagai
“Perguruan Diniyah Puteri”. Informasi ini seperti tertulis dalam Jurnal
Pendidikan Islam UIN Sunan Kalijaga, Februari-Juli 2004
Sumber: berbagai sumber

Tidak ada komentar:
Posting Komentar