Kritik berarti sayang,
Kritik berarti peduli,
Kritik berarti empati,
Kritik berarti cinta.
Memori tak boleh lupa.
Terus Gelorakan Ingatan! Pastikan Suaranya nyaring keras dan didengar!
Masa lalu catatan kelam tak boleh alpa dan murah begitu saja,
Kejadian demi kejadian menyisakan sayap-sayap hati, fikiran.
Tragedi kemanusiaan menjadi menara peringatan,
Tragedi kekejaman menjadi catatan merah
Tak boleh hanya di maafkan lalu dilupakan apalagi di lewatkan begitu saja, tanpa peringatan kenangan mengulas kembali, tanpa tanggung jawab moral menyedihkan.
Tak boleh hanya diam seribu bahasa wahai anak muda.
Bangkit
Ingatkan!
Sadarkan khalayak luas!
Tuntut, advokasi, teriakkan dengan kepalan tangan bila tak di gubris kehendak kalian.
Negeri ini akan luruh bila kita tak akui kesalahan, gampangkan fenomena bernilai peristiwa!
tak akui kekurangan,
Tak akui kemunafikan.
Justru malah menutup nutupi seluruh dosa-dosa sosial
yang bertumpuk-tumpuk hingga gentarkan publik
apakah ini manusia bernama Penyelenggara negara, yang kerdil nyalinya, picisan akal budinya??
Sejarah demi sejarah akan mencatat, dan justru akan menambah dan menambah catatan kelam negeri ini.
Anak cucu kita akan memperingati ooowh inilah para pendahuluku,
Yang Pahlawan yaaaa pahlawan...
Yang mafia yaaa mafia
Yang maling yaaaa maling..
dan seterusnyaaa
miris...
dan segera akhiri.
Abdi Revolusi
Kamis, 5 September 2019

Tidak ada komentar:
Posting Komentar