Rabu, 11 Juli 2018

DPR RI Hancur



Oleh Ahmad Zia Khakim
(Aktivis Paralegal MHH PWAisyiyah Jawa Tengah)
DPR RI Seperti Hanya mencari kesibukan mengkritik sana sini tanpa data yang cukup. Fungsi controling dan Legislatif menurut saya tidak begitu Signifikan bahkan tidak begitu dirasakan kehadirannya di masyarakat kalangan Menengah kebawah. Karena faktanya memang selalu undang-undang Keberpihakannya  menguntungkan untuk kalangan elit tertentu itu tidak bisa di pungkiri, Bahkan Hatta sekalipun Persoalan-persoalan yang seharusnya sudah diatur dalam tatanan undang-undang, DPR RI tidak mampu menegakkan, aturannya sendiri, contoh saja. UU Privatisasi Air, fakta dan fenomena dilapangkan air kemasan bernama Aqua masih beredar dimana-mana padahal telah diuji Materi dan disetujui oleh MK, menyoal terkait MeiKarta terlepas Pro dan Kontraknya. Saya selaku Penulis dan juga warga negara Indonesia mempunyai hak untuk bertanya, apakah perizinannya sudah selesai semua? Sungguh miris negeriku, negeri hukum, yang di penuhi pembuat UU, dan tapi faktanya UU masih didominasi warisan Belanda Kolonialisme, Wal Hasil sampai sekarang semangat kita belum nafas kemerdekaan murni, DPR RI nampaknya tidak berfikir makro kepentingan jangka panjang bahkan DPR RI sering Gagap Gaduh pada fenomena jangka Pendek, seringkali kritis bahkan tanpa haluan, sungguh hati rakyat tersayat sayap- sayap, dengan adanya kasus Setynovanto selaku Pimpinan Pucuk tertinggi DPR RI bisa melakukan dagelan-dagelan irasional, Rakyat sungguh sangat amat kecewa mendalam, Bahkan kami betul-betul tidak habis pikir, kenapa dikau tega mengkhianati Amanah Rakyat yang suci itu, Pancasila telah kau injak-injak, seluruh Konstitusi tak berlaku untuk dirimu sendiri apalagi untuk Rakyatnya. Sungguh jauh dari Kata Tauladan, kami berharap DPR RI betul-betul Open Minded dan menyediakan banyak ruang-ruang Aspirasi untuk Masyarakat dan Rakyatnya tidak terkungkung hanya agenda monoton rutinitas yang tiada ujungnya, dengarkanlah suara Rakyatmu yang hari- harinya merintih mengucurkan keringat demi negerinya, demi bangsanya demi anak keturunannya, bahkan Untuk generasi gemilang dimasa yang akan datang, mereka Rela Berkorban pergi menjadi buruh tanpa punya tanah, nelayan tanpa punya kapal, bahkan menjalani profesi pemulung. Sekali lagi saya selaku Penulis mengharap Tolong DPR RI yang terhormat buka mata, buka hati, buka pikiran, jangan terkungkung dengan megahnya Gedung lalu kau alpa rakyatmu, alpa Rasa kepedulian dan kemanusiaanmu. Sadarlah Tuan dan Puan!

1 komentar:

Sengketa Pilpres 2024 di Ajukan di Mahkamah Konstitusi

  Foto Hanya Pemanis 😁 With Prof. Dr. Arief Hidayat , SH, M.S. salah satu Hakim Mahkamah Konstitusi RI Dalil permohonan kecurangan pilpres ...