Kondisi dan situasi tak ubahnya seperti orang mau main bola, sudah masuk lapangan bukannya segera mulai pertandingan malah ribut bersitegang aturan main, UU demi UU dipermasalahkan . UU yang mengatur ambang batas Pencalonan Presiden (Presidential Threshold) digugat karena dianggap memasung peluang partai politik mengusung calon Presiden dan Wakil presiden satu gugatan belum selesai sudah muncul lagi gugatan UU yang mengatur pembatasan Wakil presiden. Putusan baru MK pun menuai Gaduh, karena pengurus Partai dilarang Mencalonkan diri sebagai DPD RI (Celakanya semua kegaduhan tidak berhubungan langsung dengan kepentingan Rakyat keseluruhan) Rakyat hanya bisa geleng-geleng kepala entah sampai kapan UU akan terus di Tafsirkan Dan di perdebatkan (dalam Politik memang Mahal harga kejujuran, niat baik dan komitment tapi ya sudahlah Kemabalikan semuanya untuk kepentingan bangsa dan negara, sudahilah wahai orang-orang pinter UU dimana pun pasti akan ada celah untuk terus di Tafsirkan.
Senin, 30 Juli 2018
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Sengketa Pilpres 2024 di Ajukan di Mahkamah Konstitusi
Foto Hanya Pemanis 😁 With Prof. Dr. Arief Hidayat , SH, M.S. salah satu Hakim Mahkamah Konstitusi RI Dalil permohonan kecurangan pilpres ...
-
Penulis ingin sampaikan kepada Dunia sebelum masuk materi, yakni jalan Kesenangan, kebahagiaan, kesuksesan, kejayaa...
-
mari kita tingkatin lagi rasa syukur kita dengan menghidupkan hati kita..hati kita.. kita hidupin. kita asah terus hati kita utnuk senantia...
-
bagaimana tidak kalau kita perhatikan nyanyian berikut "jagalah hati jangan kau kotori, jagalah hati lentera hidup ini" kutipan n...


Tidak ada komentar:
Posting Komentar