Entah sampai kapan?
Apakah menunggu Demokrasi kita matang
Tapi kapankah itu??
Dagelan-dagelan.
Gimik-gimik yang tak mendidik nalar akal sehat membuatku perlahan-lahan muak.
Inikah negaraku. Penuh kepura-puraan tak lantang menunjukkan kapasitas dan kualitas.
Mekanisme teknis. Yang tak berbobot. Bahkan tak ada nilainya begituh di paparkan seolah-olah inilah mekanisme, dan seterusnya.. Negeri ku kembali merana dengan absennya pendidikan demokrasi yang apik.
Pesta demokrasi yang di selenggarakan untuk menyambut datangnya pemimpin baru justru di bebali dengan Kerancuan
berfikir yang sama sekali tak logis.
Bahkan melawan nalar akal sehat.
Sampai kapankah??
Menunggu matahkah?
Tapi kapan?
Semalam Kita di pertontonkan di jejali agenda ILC dengan kecaman dan kritik keras para akademisi dan politisi
Aku belum menyebutnya NEGARAWAN karna memang masih dalam keributan pragmatis.
Kedaulatan, kesejahteraan, ekonomi, kesehatan, pertanian, pendidikan, kreatifitas, isu seksi yang absen dari hari ke hari. Rakyat butuh itu bukan butuh GIMIK dan DAGELAN tak bermutu.
Aku pribadi sebenarnya lelah.
Tapi agama tak membolehkan kita putus asa dan acuh tak acuh
mari kita mencermati dan ikuti.
Mengkritisi dan memberi aspirasi,
semoga kedepan semakin strategis pembicaraan dan agenda bangsa kita.
Merindu figur tauladan negarawan.
Abdi negara.
Salam Vergusoooo


Tidak ada komentar:
Posting Komentar