aku bukanlah Aktipis kelas kakap seperti Tokoh-Tokoh jaman doloe yang betul-betul totalitas, membagi waktunya, tenaganya, pikirannya perasaannya bahkan hartanya untuk negerinya dan bangsanya demi memerdekakan negerinya.. .,
aku hanyalah anak kemaren sore yang masih ingusan dan jauh dari kata-kata memikirkan umat. bangsanya dan negaranya, alih-alih hanya mencari kesibukan dan eksistensi belaka yaaa itulah fenomena hari ini menurutku itu Sangatlah amatiran, picisan, membuatku muak hehe... Piis.. Keras dikitlah ya...
aku hanyalah anak kemaren sore yang masih ingusan dan jauh dari kata-kata memikirkan umat. bangsanya dan negaranya, alih-alih hanya mencari kesibukan dan eksistensi belaka yaaa itulah fenomena hari ini menurutku itu Sangatlah amatiran, picisan, membuatku muak hehe... Piis.. Keras dikitlah ya...
yang sangat saya hormati Pak Djazman
perlu pak Djazman ketahui....
Ketidakadilan jelas jelas merajalela namun anak muda ya... Diam seribu bahasa!!,
mana ada kiprah mereka saat ini??
Sibuk di organisasinya masing-masing haalaaah cupu. Mereka takut keluar dari kesibukan rutinitas, wal akhir terjebak pada ritual-ritual organisasi.
Ketidakadilan jelas jelas merajalela namun anak muda ya... Diam seribu bahasa!!,
mana ada kiprah mereka saat ini??
Sibuk di organisasinya masing-masing haalaaah cupu. Mereka takut keluar dari kesibukan rutinitas, wal akhir terjebak pada ritual-ritual organisasi.
Yang perlu pak djazman ketahui
IMM sekarang sangatlah amat jauh dari IMM yang Doloe...
Berbaur
Berbaur
kepentingan atau perjuangan?
eksistensi atau Mencari kesibukan.?
pertanyakanlah terus menerus niatmu? niat kita semua!!
Agent yang meringankan beban atau sebaliknya....
Agent yang mencerahkan atau sebaliknya....
Agent kedaulatan atau sebaliknya.....
Penyambung lidah rakyat tertindas atau sebaliknya........
Baca buku aja males, nulis apalagi. ..
Ngaji Plegak Pleguk Blasss ora enak.....
Sholat ya g karuan.... Asal asalan.....
Sory wilayah privat memang tapi penting banget2 cui klo situ aktipis..... Hadeeeh.
Wajah proyek berkedok mahasiswa..hadeeeh lemes adek bang... . Ya itulah wajah aktipis hari ini. Eit saya juga kena nuw...
Silahkan Refleksi Anak muda negeri ini.....
Agent yang mencerahkan atau sebaliknya....
Agent kedaulatan atau sebaliknya.....
Penyambung lidah rakyat tertindas atau sebaliknya........
Baca buku aja males, nulis apalagi. ..
Ngaji Plegak Pleguk Blasss ora enak.....
Sholat ya g karuan.... Asal asalan.....
Sory wilayah privat memang tapi penting banget2 cui klo situ aktipis..... Hadeeeh.
Wajah proyek berkedok mahasiswa..hadeeeh lemes adek bang... . Ya itulah wajah aktipis hari ini. Eit saya juga kena nuw...
Silahkan Refleksi Anak muda negeri ini.....
Di kalangan aktivis, khususnya aktivis Muhammadiyah, namamu begitu populis.. Sebut saja Djazman al-Kindi . Hal ini dikarenakan, Djazman adalah cendekiawan muslim dan aktivis Muhammadiyah yang sangat ideologis yang pikiran-pikirannya sangat revolusioner. kau tidak hanya kritis terhadap persoalan pendidikan, kondisi umat Islam, persoalan bangsa dan juga situasi global saat itu, tapi juga, Ia menghembuskan pikiran-pikiran kritikalnya terhadap kondisi dan masa depan Muhammadiyah. Djazman adalah merupakan tokoh kunci lahirnya organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) pada 14 Maret 1964.
perlu kalian ketahui berdirinya IMM, adalah anak-anak muda Muhammadiyah yang berada dalam dunia perkuliahan dan masih tergabung dalam Departemen Kemahasiswaan di lingkungan Pemuda Muhammadiyah. Kemudian sejak 1961, Djazman muda yang saat itu kuliah di UGM bersama sejumlah tokoh-tokoh muda lainnya dari berbagai kampus seperti Soedibyo Markoes (Mahasiswa kedokteran UGM), Rosyad Soleh (Mahasiswa IAIN Yogya), Amien Rais (Mahasiswa UGM/tokoh reformasi), Yahya A. Muhaimin (Mahasiswa UGM/Mantan Menteri Pendidikan), Marzuki Usman (Mahasiswa UGM/Mantan Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya RI dan juga Menteri Negara Investasi) dan lain-lainnya adalah para generasi pertama atau tokoh pendiri IMM. Djazman muda menggulirkan gagasan agar melepaskan diri dari Pemuda Muhammadiyah dan membentuk organisasi sendiri. Suatu kelompok intelektual Muhammadiyah yang memiliki cita-cita keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan universal sehingga terwujud masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Gagasan tersebut lantas menuai hasil tiga tahun kemudian dengan berdirinya IMM.
Perlu anda dan kita semua ketahui
IMM lahir diprakarsai oleh mahasiswa dari UGM dan IAIN. Dan tokoh kuncinya adalah Djazman al-Kindi. IMM tumbuh dan mengakar di kampus-kampus negeri tersebut. Namun dalam perkembangannya, ketika kampus Muhammadiyah mulai tumbuh dan besar, IMM tidak hanya berada di kampus negeri, tapi juga mulai besar dan berbasis di Universitas-universitas Muhammadiyah.
Djazman Al-kindi Muda adalah putra penghulu keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, KRT. Wardan Diponingrat. Ia lahir di Yogyakarta, pada 6 September 1938. Pendidikannya dimulai di SR Muhammadiyah, SMP Muhammadiyah, SMA Muhammadiyah 1 bagian B yang semuanya berada di Yogyakarta. Djazman menikah dengan Elida (perempuan darah minang kelahiran Medan, Sumatera Utara 11 Juli 1940) pada 12 Juli 1967. Dari pernikahannya tersebut dikaruniai seorang anak yang bernama Helman Muhammad, alumni fakulttas tekhnik UGM dan dosen UMY. Dari Helman yang menikah dengan Dra. Hilda Ismail, Apt. SU. dosen farmasi UGM, Djazman dikaruniai dua orang cucu.
intinya kami merindumu dalam keringnya ketauladanan di negeri ini.
usyikum.
Gusti Allah ora sare.
selamat berjuang IMMawan/ti Putra Putri Terbaek bangsa ini semoga dikau selalu menjadi obor pencerah umat.
Selamat menikmati Penjajahan berwajah baru!! Postkolonialisme.
Inggris. 26 Januari 2019
Ahmad zia Khakim.

Assalamualaikum.
BalasHapusTerima kasih sudah mewakili suara hari hati.. yang pekewuh (sungkan) untuk mengungkapkan melalui lisan.. sekarang takut ini.. takut itu.. nanti gini.. nanti gitu...
Bedaa... dan sangat berbesa dengan masa "itu".. masa simana mulut dan sandal jepitku "tak bisa di penggak"
(tidak bisa di halangi) kalau saat turun ke panasnya aspal bundaran Kota di mana kampus kita ada...
Salam ... Abadi Perjuangan..
Salam buat INGGRIS IMMawan..