Kamis, 28 Maret 2019

Hurriyah, Independent

Kemerdekaan ini didapat tidaklah cuma-cuma.

Usaha tanpa menyerah para pahlawan dikala masa lalu, kau kah itu sekarang pahlawan?

Kemerdekaan ini adalah keringat yang menetes

Yang setia mencucur ruah hingga habis
tak bertilas.
Kemerdekaan ini adalah hasil lelah nenek moyang kitaaah

Lelah yang setia menghantu ada setiap narasi keheroikan para pendiri bangsa.

Kemerdekaan ini adalah darah yang mengalir deras.

Karena berjuta ton darah raib untuk kemerdekaan, tergadai hanya untuk satu kata "Merdeka"

Kemerdekaan ini adalah nyawa sekaligus "RUH"

Karena di indonesia ini beratus ratus tahun silam nyawa melayang tak tergantikan.
kenikmatan hari ini adalah penderitaan mereka di masa lalu

Semuanya untuk indonesia dan kebebasannya

Semuanya di peruntukkan senyum anak bangsa indonesia

Semuanya untuk masa depan indonesia yang lebih terang benderang
Mari Majukan Negerimu Negeri kita


Love u Full indonesia.
A Zia Kh.


Senin, 25 Maret 2019

Alam dan Agama Manusia

Berjuta-juta manusia Hidup di negeri Indonesia, Tak pandang tua, muda, dan belia,


Semua tersedia
Modal Sumber daya Alampun, dari gurun hingga pegunungan kita miliki,

mau mandi air danau dan lautan samudra kita bisa kapan saja.

Jantung dunia jelas terang benderang kita punya,
dedaunan hutan belantara indonesia kaya akan itu.


Perlahan kita tak sadarkan diri,
makin ternina bobokkan dengan keadaan seolah itu biasa saja,

Hutan alam rontok tiba-tiba diterpa kebakaran gagap, kita atasi bencana dadakan.

Sungai keruh kotor diisi oleh limbah kehidupan ulah manusia tak berakhlak,


Tak ada yang mengasihi ataupun mengerti perdulikan Alam.

Mencampakkan dan tak mau peduli sedikitpun.
Kita lebih suka hedonis tanpa mau mengerti sekitar.


duhai malangnya indonesiaku.

Bahwa alam memberikan itu semua gratis tanpa upeti, tak ber pajak, semua ini cuma- cuma

namun kita alpa padahal tugas kita hanya menjaganya.


Ada saat dimana alam murka pada penduduk bumi
Mengamuk menghancurkan seisi penjuru

Menghukum si makhluk yang paling sempurna tak kunjung sadarkan diri.

Atas kesombongan dan keserakahan hidup di dunia fana


Perbaiki dirilah saat ini dan bulatkan tekad,
mari mulai dari hal paling sederhana dan dilingkungan kita

Bahwa kita harus menjaganya dan merawatnya
alih-alih sekedar mengambil hasilnya saja

Tapi lupa untuk melestarikannya
Jangan sampai semua terlambat
Jangan sampai semua menjadi kering
jangan sampai gersang menjadi tanah lapang
Buanglah ego keserakahan
Demi alam Indonesia tercinta


A Zia Khakim, S.H
Anggota Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia (LPLH&SDA-MUI)


Sabtu, 23 Maret 2019

Abaikan Kata Dunia



Jangan pernah takut jika hari ini air mata yang menemani hari kita, Karena mungkin semua ini proses dari cara Allah untuk kita, mendidik kita,
Untuk membentuk kepribadian kita,

untuk itu jadilah manusia yang kuat di saat semua cobaan Dan ke sedihan itu datang menghampiri kita,


Hidup itu misteri,
terkadang apa yang kita inginkan terkadang tidak sesuai dengan harapan dan cita

Di hari ini kita bisa tertawa lepas,
dengan sekejap Allah bisa memberikan kita air mata,

Hadapi semua nya,
buang semua rasa takut kita terhadap dunia,
Buang semua nya jauh-jauh,

rasa takut cuma akan membuat kita semakin terjatuh, dan terkantuk tak bangkit


Gantungkan semua impian kita, yakin kan hati kita, dengan ketetapan Iman.

kita akan wujudkan semua impian kita
Dan kita akan buktikan kepada dunia kita lah pemenang nya, karena sesungguhnya kita terlahir dalam keadaan Faiz. (Pemenang)
jangan jadi bangsa Pecundang

bukan dunia yang akan pecundangi kita Tapi kita yang kan pecundangi dunia,

Ikhlaskan air mata kita yang mengalir hari ini
Dan yakin air mata yang keluar di hari ini esok akan menjadi permata

dan akan menjadi sesuatu yang indah seperti pelangi yang muncul setelah turun hujan
Dan mentari yang terbit setelah malam meninggalkan kita

begitulah kehidupan.


Rektor Darwis Institute
24 Maret 2019

Beranilah Hidup.



setiap orang pasti punya masalah dalam hidupnya.

tapi yakinlah bahwa Allah tidak akan memberikan cobaan melampui kemampuan hambanya.

mungkin masalah itu sudah Allah tentukan untuk kita, sesuai kadarnya, bukan Mungkin lagi, tapi memang sudah ada ketetapannya, agar kita belajar tegar dalam menghadapi hidup .


janganlah mengeluh dengan masalah yang kita hadapi,
karna mengeluh itu hanya akan membuat kita semakin terpuruk dan meratapi

belajarlah mencari solusinya dan tentukan mana yg baik untuk kita dan mana yang tidak baik untuk kita.


dan belajarlah memecah kan masalah dengan hati yg penuh ketenangan.
karna apabila hati kita tenang maka pikiran kita pun jernih,

dan apabila pikiran kita jernih maka tutur kata pun akan baik dan sopan, begitulah teorinya, penulis juga masih belajar, menghadapi hidup


tuk itu jangan pernah lari dari masalah carilah solusinya,
pecahkan masalahnya dengan penuh kebijakan dan ketenangan.

itu akan menjadikan hidup lebih baik.
penuh makna dan sarat nilai-nilai kebijaksanaan.

Wahai Puan dan tuan Pemangku kebijakan Republik ini, berdaulatlah jangan bergantung.
merdekalah sebenar-benarnya merdeka

renungan hidup
dan suara hati terhadap negeri



Rektor Universitas Darwis.
A Zia Kh
24 Maret 2019


Rabu, 20 Maret 2019

USA

Pertanyaan dari Ustadz Syarif Abadi pada salah seorang santrinya yang diwisuda,

Ustadz Syarif Abadi (USA): "Le, kamu sudah lebih pinter dari pada saya."

Santri Diwisuda (SD): "lho kenapa ustadz? kok saya dianggap lebih pinter dari antum?

USA: "karena antum sudah wisuda S1 dan bertitel. saya saja tidak punya titel!"

SD: "Tidak ustadz. antum yang ngajari kami bidayatul mujtahid. antum yang mengajarkan usul fiqh untuk pertama kalinya dalam hidup kami. bagaimana mungkin, saya bisa merasa lebih pintar dari antum?

USA: "saya ini cuma guru Gontor. guru kampung. sekolahnya ya cuma di sini, di Gontor. Hanya, Gontor memberikan lebih banyak hal dari pada apa yang saya berikan. saya bisa ke Kendari karena Gontor menugaskan saya. saya bisa ke Mesir karena Gontor menugaskan saya. saya bisa seperti saat ini karena Gontor memberikan banyak hal kepada saya. jadi apa yang bisa saya berikan ke Gontor, saya akan berikan,"

SD: "Antum lebih dari guru bagi saya,"

USA: "Inget ya le. jika suatu hari titel pendidikanmu berendet panjang koyo sepur, artine kualitas ibadahmu juga harus imbang dengan titel kesarjananmu."

#Jleb#

Selasa, 19 Maret 2019

bukannya ku tak perdulikan New Zealand oleh A Zia KH




Tapi Ibuku memanggilku.
Duka mendalam melanda bencana Jaya Pura, Jawa Timur dan Yogyakarta baru -baru ini.
ditengah  belahan penjuru bumi pertiwi dijejali kesibukan dengan berebut kuasa

Dunia maya penuh sesak dengan tagar tentang perasaan benar dan salah saling tuding menuding


Merobek akal sehat dan membutakan rasa hingga frasa yang tak lagi tegar mendengarnya,

Perebutan ruang, mencari peluang dengan menebar uang dan janji-janji
Niat ikhlas bertabur debu dalam bayangan ria menyelimutinya
Kewajaran menutupi rasa yang paling mendalam dari kasih dan sayang
Padahal yang dibutuhkan adalah kejujuran setiap ikhtiarnya

Mungkinkah mereka lupa Bapak  dan Nenek moyang kita yang berjuang penuh ketulusan dan IQ yang tinggi,

Tak ada tanya tentang imbalan yang mesti diperoleh oleh tetesan darah dan air mata semua dengan kejujuran dan keikhlasan kuncinya.

Di kepala hanya ada tentang senyum dan salam diwaktu malam dan siang
Dan menebar benih agar esok dapat aku petik buah dari setiap usaha yang ku tanam

Haruskah bencana itu yang menyatukan kita?
tanah air ini sudah terlalu lelah menjaganya meski tak pernah berhenti menyatukan,

Tak ada tanya tentang suku, bangsa, ras dan agama untuk menyatukan kita
Karena kemanusiaan dan cinta tanah air yang memberi ruh untuk menyatukan

Haruskah dengan bencana itu yang menyatukan kita?


Tidak, sekali tidak! hanya keadilan sosiallah yang menyatukan kita
Hanya rasa kemanusiaanlah yang mampu menghadirkan kemajemukan menjadi satu


Dan hanya rasa cintalah yang mampu memberi kasih sayang kepada ruang dan waktu

Sabtu, 16 Maret 2019

Lantang Suarakan GURU,


54 Tahun umurnya ibuk hampir seumuran Dengan Milad IMM,
Ibuku dulu juga IMMawati,KNPI, HMIwati, Piiwati, Sahabati PMII, karena harus berpindah satu kampus ke kampus lainnya,

Per hari kemaren ibuku memberi kabar
Mas zia...Via Telpon, geh Buk,
ibuk Berangkat Ke Djakarta Geh, Ngawal ibuk2 bapak2 mas2/mbak2 Guru Honorer

Geh buk, Hati2,

hari ini Mengawal Aksi Demontrasi Guru Honorer di Jakarta,
tepat di tanggal 16 Maret 2019
Aku malu Sungguh malu sama ibuku,

sebenarnya bukan hari ini saja ibuku mengawal demonstrasi di Jakarta, daerah, provinsi.


aku benar-benar malu, tidak selantang para orang tua pendidik yang di gaji cuma-cuma

sungguh Bajingan tengik diriku

why?
jasadku utuh,
akal sehatku normal
mataku normal
tapi kayak buta,
punya mulut tapi bisu,
punya telinga tapi tuli

aku
tidak lantang bersuara padahal ngakunya Aktipis.

aktipis gadungan iya mungkin,
lebih prioritas menye-menye di media sosial.
sungguh lebay Kuadrat aktipis hari ini.

Aku bukanlah keturunan ningrat


by Abdi Revolusi
Djakarta, 16 Maret 2019



Jumat, 15 Maret 2019

Antara Apatisme & Solidaristas Oleh A Zia Kh Rector Darwis University


sikap apatis bagi dirimu sendiri tak apa
tapi untuk kemanusiaan universal jangan biarkan hidup di sukma sanubarimu,
aksi Kejam tak biadab kembali di pertontonkan,
selandia baru,
new zealand
masjid Al Noor
di Linwood Islamic Center di Christchurch

padahal mereka adalah sebuah bangsa
Selandia Baru (dalam bahasa Maori disebut Aotearoa (artinya Tanah Berawan Putih Panjang); bahasa inggris: New Zealand, bahasa latin: Nova Zeelandia) adalah sebuah negara kepulauan di barat daya Samudera pasifik; kira-kira 1.500 kilometer di tenggara Australia, di seberang Laut Tasman; dan kira-kira 1.000 kilometer di selatan negara-negara kepulauan Pasifik, yakni Kaledonia Baru, Fiji, dan Tonga. Negara ini terdiri dari dua pulau besar (Pulau Utara dan Pulau Selatan) dan beberapa pulau lainnya yang lebih kecil. Karena letaknya yang jauh, Selandia Baru merupakan kepulauan terakhir yang didiami oleh manusia


 negara demokrasi parlementer dan sebuah wilayah Persemakmuran Britania (Commonwealth Realm). Selandia Baru dibagi ke dalam 11 dewan regional dan 67 otoritas teritorial untuk tujuan pemerintahan daerah; sistem ini memiliki kadar otonomi yang lebih rendah daripada sistem provinsi yang sudah tidak digunakan lagi. Secara nasional, kekuasaan politik eksekutif dijalankan oleh kabinet, yang dikepalai oleh perdana menteri. Ratu Elizabeth II adalah kepala negara dan karena ketidakhadirannya sang ratu diwakili oleh gubernur jenderal. Alam Selandia Baru milik ratu adalah meliputi juga Tokelau (sebuah wilayah dependensi); Kepulauan Cook dan Niue (memerintah-sendiri tetapi dalam asosiasi bebas); dan Dependensi Ross, yang merupakan klaim wilayah di Antartika. Selandia Baru adalah anggota Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik, Negara-Negara Persemakmuran, Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi, Forum Kepulauan Pasifik, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Manusia Indonesia angkat Bicaralah !
Galang solidaritaslah, nyalakanlah lilin lilin di seluruh pelosok negeri ini, terutama dikau aktivis indonesia, buatlah Doa bersama, demonstrasi solidaritas di malam hari, layaknya kau peduli kemanusiaan yang tercerabut.



andai penulis adalah  Sekjen PBB
akan saya panggil kepala tertinggi Negara tersebut dan akan saya beri Peringatan cukup sekali ini saja kejadian tidak berperikemanusiaan dan "minta maaflah kepada Dunia kami akan insyaf untuk selama-lamanya". sebagai gantinya umat muslim di selandia baru akan kita perilakukan secara istimewa di negara kita.
itulah negara kesatria.


New Zealand
16 March 2019

Kamis, 14 Maret 2019

IMM 55 Tahun menuju PUNAH


Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah
tak ada ucapan spesial bagimu.
karena sejatinya bertambah umur bukanlah perayaan!
justru dekat dengan kematian!
begitulah manusia semakin hari semakin bertambah punah!

55 Umur IMM hari ini,
harus jadikan momentum untuk mengkritik kedalam secara tajam dan bijaksana!
tak ada yang sempurna memang.

apa ia, kau telah berkarya nyata !
apa ia, kau telah berkontribusi !
apa ia, kau telah memberi kepada negeri !
apa ia, kau telah mencerahkan kehidupan umat manusia!
apakah ia, kau telah selesai rumah tanggamu sendiri,
nampaknya belum sama sekali, jujurlah !

seharusnya kau mengurus dan melayani kemanusiaan universal pada dunia sejak dulu.

kita terbiasa lakukan ritual organisasi hingga alpa substansi !
lagunya IMM dari masa ke masa, itu-itu saja, takut mendobrak dan menerobos resiko besar ! 
cenderung mencari aman dan miskin inovasi.

memang ia, kerja intelektual adalah kerja abadi, bahkan tidak akan pernah selesai hingga akhir hayat.
Bacalah dengan asmaNYA


IMM tumpul tak lagi peka !
IMM mandul karena tak mampu bersaing dilingkaran Mahasiswa Student Goverment
IMM Mati Mutu,
IMM Wassalam bila terus terusan seperti ini.

merenunglah !
berfikirlah !
bertafakurlah !
berkontribusilah !
bermaknalah !
berlaku jujurlah sendari awal sejak dalam alam pikiran !

Sekarang sujud syukurlah !
IMMawan/ti Se Indonesia dan dibelahan Negara manapun kau berada

oleh IMMawan Ahmad Zia Khakim, S.H
Rector Darwis University

Selasa, 12 Maret 2019

Syukuri dan Nikmati, Cintai, Maknai


meskipun kadang ada unsur pemaksaannya
tapi
What ever
ada Quote Bijak
( At The Firts You Make Habit at The Last Habit Make You)
Pertama-tama kita harus memaksakan kebiasan yang kita inginkan,
sehingga swaktu saat kebiasaan itulah yang membentuk diri kitaaaah,

begituh nitizen

 Tutur Putra Bupati Sumbawa Barat, His Name Mujahid Imaduddin,
Ya begitulah hidup, kadang naik kadang turun,
menjaga ritme supaya stabil memang tidak mudah,
perlu proses, dan kita mesti menghargai proses itu, karna mahal harganya.
Kerjakanlah segala sesuatu dengan Cintaaah
Maka dikau kalian akan di Cintaaaaah

Right !???
Apa Itu Cintaaaah??
Silahkan isi di Comment !

selamat melakukan aktivitas
I LOPE U All Nitizen.
I love Fully Indonesia


Argentina, 13 March 2019
Rektor Universitas Darwis Indonesia.



Bangsa kita Mengalami kekosongan Intelektual.


kering Isi,
Kering Muatan Esensi
Kering Muatan Substansi
Kosong Isinya
Zonk Bunyinya.

Siapa yang harus disalahkan?
tidak usah mencari kambing Hitam tutur orang Bijak,
Cukuplah kita ente semua yang Perduli isi Kekosongan itu,
Mari isi Kekeringan itu
Dengan Narasi Produktif.
Narasi Membangun,
Narasi Membangkitkan Nalar Kritis Intelektuil bangsa ini.

Awak Kira Semua sepakat Republik ini
didirikan dengan semangat dan tekad kemerdekaan yang membulat dengan IQ yang tinggi melampui zamannya,
bahkan mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan di masa akan datang.
Hadirlah Pancasila Contohnya.


mampukah kita?
i do not know!
jawabannya ada diri kita masing-masing
sebagai anak bangsa
selamat berbuat
Jangan lupa ber Imaginasi untuk negeri tercintaah ini
Karena indonesia ada selain karena RahmaNya
Jua karena Imaginasi para pendirinya

So apa Imaginasimu Nitizen ?
Untuk Indonesia ?
Tulis di Komentar ya...


by Abdi Revolusi.
I love u All Nitizen
I love fully Indonesia
Belgia, 12 Maret 2019

Sabtu, 09 Maret 2019

Life is Live

Hidup adalah anugerah terindah dariNya.

Hidup di beri jatah hanya sekali, urusan berarti atau tidaknya tergantung pada pilihanmu.

Hidup itu berjuang, maka jangan hanya berjuang ketika mau saja, karena hakikat hidup adalah perjuangan.

Hidup itu menghidupi, jangan hanya mencari penghidupan.

Hidup itu memberi tak Acal hanya meminta, atau mengambil.
Hidup itu harus dengan cinta, dengan demikian akan menjadi mekar merekah.

Hidup itu damai, berdampingan, berpasang-pasangan
Siang- malam, Bumi-langit, sedih-bahagia, miskin-kaya, cahaya- gelap, Kebaikan- Keburukan?, cerdas-Bodoh?

Hidup itu dzikir mentasbihkan asmaNya dengan cara-caraNya

Hidup itu Keberkahan.
Hidup itu manfaaat.
Hidup itu mengingat kematian karena hidup hakiki ada disana.
Hidup itu maju,
Hidup itu ridhlo,
Hidup itu syukur,
Hidup itu Istighfar
Hidup itu Sholawat.

Hidup itu membaca
Hidup itu menulis
Hidup itu mengalir deras
Hidup itu bermakna
Hidup itu berfikir
Hidup itu mencari
Hidup itu kasih-sayang
Hidup itu agama,
Hidup itu Kemanusiaan
Hidup itu puisi
Hidup itu Al Asr
Hidup itu Al Maun
Hidup itu imaginasi
Hidup itu memaafkan
Hidup itu mencapai
Hidup itu asa,
Hidup itu Al-Ikhlas
So Hidup menurutmu itu apa? tulis di kolom ya.
by Abdi Revolusi
Swiss, 10 March 2019

NETRAL

aku tidak hendak mengkapanyekan Nomer 01 atau 02
aku hendak menyampaikan inilah beliau yang dengan batas kemampuan secara fisik,
ikut andil perdulikan demokrasi,

bandingkan dengan dikau kalian,
yang secara FISIK,
Secara Akal Sehat,
Secara Mental
sangat amat cukup sehat Wal Afiat,
Belagak tidak ingin merayakan Demokrasi,
jangan jadi Anak Muda Yang Cari Aman,
yang berlagak Netral- Netralan,
Biasa sajalah,
prosesi pilihan,
Berbeda Pilihan,
memihak,
itu wajar menurutku
justru, ente- ente yang belagak Netral-netralan cari aman dipertanyakan!?



boleh dibantah,
hehehe....
aku hanya menyampaikan yang ingin ku sampaikan dan bagikan,

gambar itu mewakili sebenarnya apa maknanya!



love u Fully Indonesia.!
love u fully Disabilitas indonesia!
dhuafa/Mustadafin.
by Abdi Revolusi
09 Maret 2019

Politisasi Banjir


Ada apa dengan banjir?
hingga kau sangkut pautkan pada politik?

aaaaaah kalian mungkin salah tangkap pesan Alam,
ini soal cuaca,
soal Kepedulian,
soal keprihatinan,
soal kepekaan,
soal bagaimana kita bahu membahu solidaritas tanggep ing sasmito,
as we know beberapa hari ini kita di Anugerahi air berlebih di berbagai Wilayah utamanya Jawa Timur, mari sama-sama memberi perhatian dan meringankan beban,

jangan adu argument di tiang listrik
karena kita tidak sedang hidup di menara gading,

hiduplah di bumi dan meringankan beban.
Aksi, doa, istighfar menurutku adalah komulasi jawaban untuk bencana yang sedang ada didepan mata.

silahkan menyumbang wahai warga nitizen dimanapun dengan kemampuan kadar kita masing-masing

terimakasih cukup sekian.
i love Indonesia more than my self.


by Abdi Revolusi.
09 Maret 2019

Sengketa Pilpres 2024 di Ajukan di Mahkamah Konstitusi

  Foto Hanya Pemanis 😁 With Prof. Dr. Arief Hidayat , SH, M.S. salah satu Hakim Mahkamah Konstitusi RI Dalil permohonan kecurangan pilpres ...