Jumat, 15 Maret 2019

Antara Apatisme & Solidaristas Oleh A Zia Kh Rector Darwis University


sikap apatis bagi dirimu sendiri tak apa
tapi untuk kemanusiaan universal jangan biarkan hidup di sukma sanubarimu,
aksi Kejam tak biadab kembali di pertontonkan,
selandia baru,
new zealand
masjid Al Noor
di Linwood Islamic Center di Christchurch

padahal mereka adalah sebuah bangsa
Selandia Baru (dalam bahasa Maori disebut Aotearoa (artinya Tanah Berawan Putih Panjang); bahasa inggris: New Zealand, bahasa latin: Nova Zeelandia) adalah sebuah negara kepulauan di barat daya Samudera pasifik; kira-kira 1.500 kilometer di tenggara Australia, di seberang Laut Tasman; dan kira-kira 1.000 kilometer di selatan negara-negara kepulauan Pasifik, yakni Kaledonia Baru, Fiji, dan Tonga. Negara ini terdiri dari dua pulau besar (Pulau Utara dan Pulau Selatan) dan beberapa pulau lainnya yang lebih kecil. Karena letaknya yang jauh, Selandia Baru merupakan kepulauan terakhir yang didiami oleh manusia


 negara demokrasi parlementer dan sebuah wilayah Persemakmuran Britania (Commonwealth Realm). Selandia Baru dibagi ke dalam 11 dewan regional dan 67 otoritas teritorial untuk tujuan pemerintahan daerah; sistem ini memiliki kadar otonomi yang lebih rendah daripada sistem provinsi yang sudah tidak digunakan lagi. Secara nasional, kekuasaan politik eksekutif dijalankan oleh kabinet, yang dikepalai oleh perdana menteri. Ratu Elizabeth II adalah kepala negara dan karena ketidakhadirannya sang ratu diwakili oleh gubernur jenderal. Alam Selandia Baru milik ratu adalah meliputi juga Tokelau (sebuah wilayah dependensi); Kepulauan Cook dan Niue (memerintah-sendiri tetapi dalam asosiasi bebas); dan Dependensi Ross, yang merupakan klaim wilayah di Antartika. Selandia Baru adalah anggota Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik, Negara-Negara Persemakmuran, Organisasi untuk Kerjasama dan Pengembangan Ekonomi, Forum Kepulauan Pasifik, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Manusia Indonesia angkat Bicaralah !
Galang solidaritaslah, nyalakanlah lilin lilin di seluruh pelosok negeri ini, terutama dikau aktivis indonesia, buatlah Doa bersama, demonstrasi solidaritas di malam hari, layaknya kau peduli kemanusiaan yang tercerabut.



andai penulis adalah  Sekjen PBB
akan saya panggil kepala tertinggi Negara tersebut dan akan saya beri Peringatan cukup sekali ini saja kejadian tidak berperikemanusiaan dan "minta maaflah kepada Dunia kami akan insyaf untuk selama-lamanya". sebagai gantinya umat muslim di selandia baru akan kita perilakukan secara istimewa di negara kita.
itulah negara kesatria.


New Zealand
16 March 2019

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sengketa Pilpres 2024 di Ajukan di Mahkamah Konstitusi

  Foto Hanya Pemanis 😁 With Prof. Dr. Arief Hidayat , SH, M.S. salah satu Hakim Mahkamah Konstitusi RI Dalil permohonan kecurangan pilpres ...