Berjuta-juta manusia Hidup di negeri Indonesia, Tak pandang tua, muda, dan belia,
Semua tersedia
Modal Sumber daya Alampun, dari gurun hingga pegunungan kita miliki,
mau mandi air danau dan lautan samudra kita bisa kapan saja.
Jantung dunia jelas terang benderang kita punya,
dedaunan hutan belantara indonesia kaya akan itu.
Perlahan kita tak sadarkan diri,
makin ternina bobokkan dengan keadaan seolah itu biasa saja,
Hutan alam rontok tiba-tiba diterpa kebakaran gagap, kita atasi bencana dadakan.
Sungai keruh kotor diisi oleh limbah kehidupan ulah manusia tak berakhlak,
Tak ada yang mengasihi ataupun mengerti perdulikan Alam.
Mencampakkan dan tak mau peduli sedikitpun.
Kita lebih suka hedonis tanpa mau mengerti sekitar.
duhai malangnya indonesiaku.
Bahwa alam memberikan itu semua gratis tanpa upeti, tak ber pajak, semua ini cuma- cuma
namun kita alpa padahal tugas kita hanya menjaganya.
Ada saat dimana alam murka pada penduduk bumi
Mengamuk menghancurkan seisi penjuru
Menghukum si makhluk yang paling sempurna tak kunjung sadarkan diri.
Atas kesombongan dan keserakahan hidup di dunia fana
Perbaiki dirilah saat ini dan bulatkan tekad,
mari mulai dari hal paling sederhana dan dilingkungan kita
Bahwa kita harus menjaganya dan merawatnya
alih-alih sekedar mengambil hasilnya saja
Tapi lupa untuk melestarikannya
Jangan sampai semua terlambat
Jangan sampai semua menjadi kering
jangan sampai gersang menjadi tanah lapang
Buanglah ego keserakahan
Demi alam Indonesia tercinta
A Zia Khakim, S.H
Anggota Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia (LPLH&SDA-MUI)
Semua tersedia
Modal Sumber daya Alampun, dari gurun hingga pegunungan kita miliki,
mau mandi air danau dan lautan samudra kita bisa kapan saja.
Jantung dunia jelas terang benderang kita punya,
dedaunan hutan belantara indonesia kaya akan itu.
Perlahan kita tak sadarkan diri,
makin ternina bobokkan dengan keadaan seolah itu biasa saja,
Hutan alam rontok tiba-tiba diterpa kebakaran gagap, kita atasi bencana dadakan.
Sungai keruh kotor diisi oleh limbah kehidupan ulah manusia tak berakhlak,
Tak ada yang mengasihi ataupun mengerti perdulikan Alam.
Mencampakkan dan tak mau peduli sedikitpun.
Kita lebih suka hedonis tanpa mau mengerti sekitar.
duhai malangnya indonesiaku.
Bahwa alam memberikan itu semua gratis tanpa upeti, tak ber pajak, semua ini cuma- cuma
namun kita alpa padahal tugas kita hanya menjaganya.
Ada saat dimana alam murka pada penduduk bumi
Mengamuk menghancurkan seisi penjuru
Menghukum si makhluk yang paling sempurna tak kunjung sadarkan diri.
Atas kesombongan dan keserakahan hidup di dunia fana
Perbaiki dirilah saat ini dan bulatkan tekad,
mari mulai dari hal paling sederhana dan dilingkungan kita
Bahwa kita harus menjaganya dan merawatnya
alih-alih sekedar mengambil hasilnya saja
Tapi lupa untuk melestarikannya
Jangan sampai semua terlambat
Jangan sampai semua menjadi kering
jangan sampai gersang menjadi tanah lapang
Buanglah ego keserakahan
Demi alam Indonesia tercinta
A Zia Khakim, S.H
Anggota Lembaga Pemuliaan Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Majelis Ulama Indonesia (LPLH&SDA-MUI)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar